Artikel Ekonomi > Tulisan Terlengkap Mengenai Artikel Ekonomi

Istilah ekonomi berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata ‘oikos’ yang berarti rumah tangga atau keluarga dan ‘nomos’ yang artinya aturan atau hukum. Awalnya ilmu ekonomi memang berarti aturan dalam rumah tangga, lama-kelamaan pengertian ekonomi menjadi semakin kompleks dan mengikuti perkembangan zaman. Namun, hal ini mengisyaratkan bahwa sistem ekonomi yang saat ini sangat kompleks itu dilahirkan dari keluarga.

Awal tahapan ekonomi yang berupa aturan dalam rumah tangga sedemikian menjadi ilmu ekonomi dan sistem ekonomi itu sendiri hingga ada istilah ekonomi makro dan ekonomi mikro. Perkembangan ini telah jauh meninggalkan asalnya, yaitu keluarga.

Saat ini sebagai suatu ilmu, yaitu ilmu ekonomi semakin canggih dalam menunjang kehidupan manusia. Namun, hakikat ekonomi dari dahulu sampai sekarang tidak pernah berubah. Ekonomi selalu berbicara tentang kebutuhan.

Keluarga sebagai unit sosial terkecil dalam masyarakat juga memiliki kebutuhan kolektif. Sebagaimana yang kita pahami bahwa keluarga adalah suatu kolektivitas yang dibangun oleh anggotanya. Keluarga yang terkecil terdiri atas bapak, ibu dan anak. Sebagai elemen sosial terkecil pembentuk masyarakat bahkan pembentuk negara, maka kualitas keluarga menentukan kualitas masyarakat dan negara.

Seringkali kita mendengar kasus-kasus kegagalan sebuah keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidupnya secara layak dan akhirnya berimplikasi pada akses kesejahteraan secara keseluruhan.

Padahal keluarga sebagai suatu lembaga dapat dikelola dan ditata seperti halnya perusahaan. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa perusahaan mengedepankan prinsip efisiensi dan ekonomis.

Membangun sebuah keluarga yang bahagia, yang tidak hanya kecukupan materi tetapi juga harmonis adalah suatu pekerjaan yang tidak mudah. Memang materi bukanlah kal yang utama dalam menunjang pembangunan keluarga yang harmonis yang mampu menciptkan sumber daya manusia yang berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara. Namun, bagaimana pun juga materi untuk memenuhi kebutuhan keluarga adalah faktor primer yang diperlukan sebelum menata keluarga.

Banyak masalah-masalah ekonomi yang mendera keluarga, antara lain sebagai berikut:

1)      Penghasilan yang kecil

Banyak keluarga yang penghasilannya tidak mencukupi untuk memenehuhi kebutuhan. Biasanya terjadi karena pendapatan atau penghasilan memang yang kecil atau anggota keluarga yang banyak sehingga jumlah kebutuhan pun kian besar. Alternatif yang dapat ditempuh, yaitu mencari sumber-sumber penghasilan lain untuk menambah penghasilan.

2)      Pemborosan

Pemborosan adalah kegiatan menghambur-hamburkan uang untuk sesuatu tidak benar-benar dibutuhkan. Tindakan ini tidak bermanfaat untuk keuangan keluarga karena hanya akan menyengsarakan keluarga itu sendiri. Meski hal ini dilakukan oleh keluarga yang berpendapatan tergolong besar, namun tetap saja akan mengurangi tabungan atau investasi.

3)      Konsumerisme

Budaya konsumerisme merebak sejalan dengan kemajuan teknologi komunikasi di era globalisasi ini. Maraknya iklan-iklan produk di media massa telah mendorong perilaku konsumtif atau sukan berbelanja meski hal itu tidak perlu. Sebenarnya hampir sama dengan pemborosan.

4)      Salah investasi

Banyak keluarga yang salah menginvestasikan uangnya sehingga menghabiskan seluruh uangnya dan bahkan jatuh bangkrut. Dan tidak sedikit kasus-kasus penipuan yang mengatasnamakan investasi. Oleh karena itu, sebelum berinvestasi, pelajarilah baik-baik bidang usaha atau perusahaan tempat anda menanamkan uang anda.

Untuk mengatasi masalah ekonomi, setiap manusia harus menerapkan ilmu ekonomi itu sendiri. Karena manusia selalu berusaha memenuhi kebutuhannya. Hanya saja terdapat perbedaan besar antara mereka yang memahami ilmu ekonomi dan tidak, yaitu dalam manajemen ekonomi dan penerapan prinsip-prinsip ekonomi.

Sama halnya dengan perusahaan dan keluarga, yang masing-masing memiliki persamaan dan perbedaan. Keduanya sama-sama berbentuk lembaga, namun berbeda menurut porsi atau ukurannya. Konsep penataan ekonomi keluarga dan perusahaan yang dapat digeneralkan adalah efisiensi dan penerapan prinsip ekonomi.

Suatu perusahaan akan selalu beroperasi dengan upaya untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya, seperti dengan menekan biaya produksi dan sebagainya. Hal ini dapat dijadikan acuan bagi keluarga dalam menata kehidupan ekonominya, yaitu bagaimana mengatur anggaran yang sehemat-hematnya dan penuh pehitungan.

Anggaran rumah tangga memperhitungkan secara keseluruhan biaya kebutuhan rumah tangga dari yang paling penting sampai yang sekunder. Kemudian dibuat dalam bentuk neraca keuangan. Terdapat kolom tabel jumlah penghasilan dan pengeluaran. Jika jumlah penghasilan lebih besar dari pengeluaran, maka berarti ada surplus yang dapat ditabung. Kelebihan ini dimasukkan dalam tabungan sehingga jumlah penghasilan menjadi nol. Bagaimana pun juga harus diusahakan agar keseimbangan neraca tetap terjaga atau dalam bahasan matematisnya

penghasilan > pengeluaran

Jika ada tabungan, maka akan berguna bagi masa depan dan dapat di jadikan modal usaha.

Di samping, pembuatan anggaran rumah tangga, yang harus dilakukan adalah mencari sumber-sumber pengahsilan yang lebih, tidak boros, tidak konsumtif dan mudah terpengaruh dengan iklan di media (pikir baik-baik sebelum anda membeli! Apakah benar-benar diperlukan??) serta hati-hati dalam mebelanjakan maupun menanamkan uang anda (jangan gampang tergoda dengan iming keuntungan yang tidak masuk akal karena biasanya penipuan).

Foto: http://gg.gg/6oo8

Share on Google+1Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on TumblrDigg thisShare on LinkedIn0