Bagian-bagian Mikroskop > Artikel Terlengkap Mengenai Bagian-bagian Mikroskop

Bagi kamu yang dulu pernah mempelajari atau mungkin tengah mendalami pelajaran terkait Ilmu Pengetahuan Alam. Mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah mikroskop. Ya, benda yang memiliki beberapa bagian-bagian sensitif tersebut bisa dibilang merupakan ‘senjata’ utama bagi manusia dalam mempelajari makhluk hidup atau struktur kehidupan dengan ukuran yang sangat kecil. Tak mengherankan jika makhluk semacam itu kemudian disebut dengan istilah memiliki ukuran mikroskopis, karena hanya dapat dilihat menggunakan bantuan alat seperti mikroskop, lengkap dengan bagian-bagiannya yang rumit.

Sejarah tidak mencatat secara jelas mengenai siapa orang yang pertama kali menemukan atau mencetuskan konsep mengenai alat ini. Yang jelas, mikroskop pada jaman dahulu tidak disusun dengan menggunakan bagian-bagian yang rumit. Hanya berupa dua buah lensa cembung dan cekung yang digabungkan sehingga menghasilkan refleksi gambaran benda lebih besar dari ukuran aslinya. Menurut situs Wikipedia, orang yang pertama kali menemukan konsep benda ini adalah seorang bernama Roger Bacon pada tahun 1200. Kemudian dilanjutkan dengan penemuan mikroskop pertama pada tahun 1590 di Belanda. Seorang penemu terkenal asal Italia, Galileo Galilei juga memberikan sumbangsih besar terhadap perkembangan benda ini. Ia berhasil menciptakan beberapa komponen atau bagian-bagian tambahan yang dapat membuatnya melihat benda-benda tertentu berukuran lebih besar. Galileo menyebutnya sebagai ‘mata kecil’ atau dalam bahasa Italia disebut juga dengan occhiolino.

Bagian-bagian Mikroskop

Bagian-bagian Mikroskop

Hingga saat ini, Bagian-bagian Mikroskop, perkembangan mikroskop sudah begitu maju pesat. Bagian-bagian yang dipakai semakin rumit. Tidak seperti unit yang digunakan di laboratorium sekolah-sekolah, kini sudah ada jenis yang lebih canggih lagi yang disebut dengan mikroskop elektron. Jenis alat teropong tersebut tidak lagi mengandalkan cahaya dari luar, namun menggunakan sumber cahaya sendiri melalui lampu yang disematkan di dalam komponennya. Maka kemudian penggunanya dapat melihat sebuah bagian kecil dengan tingkat pembesaran yang lebih ekstrim. Tentunya fitur semacam itu diharapkan dapat memberi sumbangsih besar di dalam perkembangan pengetahuan umat manusia.

Nah, bagi kamu yang saat ini tengah duduk di bangku sekolah maupun kuliah di jurusan yang berkaitan dengan ilmu alam, tentunya musti mengakrabkan diri terhadap mikroskop serta spare part atau parts yang ada di dalamnya. Selain membantu kalian dalam memahami lebih jauh mengenai alat canggih tersebut, kamu juga dapat memanfaatkan pengetahuan mengenai hal bersangkutan guna mencari akar masalah jika suatu saat mikroskop yang sedang digunakan mengalami masalah tertentu.

Oke, tanpa banyak panjang lebar lagi, inilah beberapa komponen penting dari mikroskop yang perlu kalian pelajari dan pahami fungsinya:

Lensa Okuler dan Objektif : Bagian ini merupakan lensa yang jaraknya paling dekat dengan mata pengguna. Secara keseluruhan ia memiliki fungsi untuk menciptakan ilusi bayangan yang sifatnya tegak dan dapat diperbesar. Tanpa komponen ini, bagian kecil dari suatu benda tidak akan dapat dilihat secara jelas. Sedangkan lensa objektif adalah komponen lensa yang diletakkan berdekatan terhadap benda yang menjadi fokus pengamatan. Gunanya adalah menciptakan duplikasi bayangan yang terbalik, sehingga kemudian dapat direfleksikan balik oleh lensa okuler. Kedua pasangan lensa ini bisa dikatakan merupakan parts vital dari mikroskop

Tabung, makrometer, dan mikrometer: Semua komponen ini berfungsi mengatur fokus serta seberapa besar tampilan yang ingin dihasilkan dari benda yang sedang diamati. Jika kamu ingin menggeser tabung secara cepat, maka gunakan makrometer. Namun sebaliknya, untuk menggesernya dalam kecepatan lebih rendah, anda musti menggunakan mikrometer guna fungsi tersebut.

Reflektor dan diafragma: Reflektor adalah tambahan lensa yang berfungsi untuk mengumpulkan sumber cahaya tambahan di dalam ruangan. Oleh karena itu, mikroskop tradisional fungsi dari parts-nya akan lebih maksimal jika digunakan pada ruangan berkondisi terang atau menggunakan lampu dengan tingkat keterangan maksimal. Di luar itu, pengguna juga bisa mengatur intensitas masuknya cahaya ke dalam lensa menggunakan bantuan diafragma.

Bagaimana guys? Cukup puas dengan pemaparan penulis terkait dengan topik mengenai parts mikroskop? Semoga bisa menjadi bahan tambahan pengetahuan bagi kamu semua yang sedang menempuh pendidikan di sekolah maupun universitas. Apabila ada di antara kamu ingin mengajukan pertanyaan atau memberikan saran tambahan pada penulis, dapat menggunakan fitur kotak komentar di bawah artikel. Penulis mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan atau penjelasan. Akhir kata, sampai jumpa lagi di kesempatan berikutnya.

Sumber gambar: http://goo.gl/N8YG2