Bakteri – Kumpulan Catatan Terlengkap Mengenai Bakteri

Sel bakteri memiliki fungsi jauh berbeda dari sel manusia, dari mulai fungsi hingga dari segi strukturnya. Bakteri dapat mengorganisir struktur dalam jaringan sel, tetapi tidak memiliki organel membran, seperti halnya sel-sel tubuh manusia. Jenis bakteri tertua adalah organisme bersel tunggal yang bisa beradaptasi serta berkembang di hampir semua lingkungan. Tubuh orang dewasa yang sehat mengandung sekitar 100 triliun bakteri. Meskipun begitu, sebagian besar dari mereka tidak menyebabkan penyakit serius.

STRUKTUR
Bakteri memiliki satu tujuan, yaitu bertahan hidup dan bereproduksi. Salah satu jenisnya adalah bersel tunggal yang dikelilingi oleh membran plasma. Membran plasma ini terdiri dari jenis protein dengan beberapa lemak dan sedikit karbohidrat. Dalam membran plasma sitoplasma, campuran air, enzim, bahan genetik serta zat lainnya diperlukan untuk kelangsungan hidup dan reproduksi. Kebanyakan bakteri yang berhubungan dengan manusia memiliki dinding sel yang mengelilingi membran plasma. Hal ini layaknya kekebalan dari reproduksi sel bakteri itu sendiri. Beberapa jenis spesies memiliki kekebalan di permukaan luarnya. Flagela dan aksial filamen berfungsi sebagai penggerak bakteri, sedangkan fimbriae merupakan arus pendek yang membantu bakteri menempel pada permukaan. Riboson juga dapat terjadi pada bakteri sitoplasma. Struktur-struktur kecil ini berfungsi sebagai membuat bahan-bahan protein yang diperlukan untuk mempertahankan hidup mereka, serta bereproduksi.

Bakteri

Bakteri

BENTUK DAN KARAKTERISTIK
Setiap spesies memiliki bentuk tertentu serta karakteristik khas dari warna yang berbeda. Tiga bentuk dasar utamanya adalah: bulat, berbentuk seperti batang, juga seperti spiral. Spesies bulat sering disebut coccus. Spesies berbentuk batang biasanya disebut sebagai basil. Sedangkan bakteri berbentuk spiral seringkali disebut sebagai spirochetes. Perbedaan warna masing-masing spesies bisa dilihat dengan menggunakan mikroskop. Spesies positif biasanya berwarna ungu, sedangkan spesies negatif umumnya berwarna pink. Perbedaan ini terjadi akibat berbedanya komposisi tersebut pada permukaan mereka.

METODE REPRODUKSI
Sistem reproduksinya bisa dikatakan cukup rumit, meskipun dilakukan dengan cara sederhana. Oleh karena itu lah, proses reproduksi dilakukan secara aseksual dengan proses yang disebut sebagai pembelahan biner. Hasil reproduksi baru kemudian menjadi dua bagian identik, semacam klon dari induk tunggalnya. Mutasi serta adaptasi kecepatan dari replikasi ini membuat mereka rentan terhadap mutasi genetik. Hal ini juga memungkinkan bagi mereka agar cepat beradaptasi dengan lingkungan mereka, serta mempercepat proses pertumbuhannya. Kelemahannya adalah, jenis ini dapat mengembangkan resistensi terhadap antibiotik, serta memicu terjadinya berbagai penyakit baru. Para ilmuwan harus berulang kali mengembangkan antibiotik baru sehingga dapat melawan resistensi spesies ini.

FUNGSI SEL BAKTERI
Pada skema besar, fungsi utamanya adalah mengumpulkan cukup nutrisi guna bertahan hidup. Jenis ini terdiri dari bilayer fosfolipid, serta peptidoglikan (biasanya hanya terjadi pada beberapa kasus saja). Fosfolipid bilayer memiliki kemampuan dalam menolak masuknya ion atau jenis molekul lainnya. Sedangkan peptidoglikan memiliki fungsi hampir sama, yaitu melindungi dari gradien osmotik yang diciptakan di bilayer fosfolipid.

FAKTOR GENETIK
Pada tubuh manusia, asam deoksiribonukleat atau DNA akan diproduksi pada membran. DNA merupakan pusat sel dalam sitoplasma. Fungsi utama dari DNA dalam sel bakteri adalah sama dengan sel manusia, yaitu sebuah proses transkripsi menjadi asam ribonukleat atau RNA, disertai dengan proses perubahan menjadi asam amino, kemudian diubah menjadi bahan protein.

RIBOSOM
Ribosom terdapat di dalam sitoplasma. Ribosom memiliki fungsi guna menterjemahkan asam amino dari RNA. Setelah melewati proses penterjemahan ini, asam amino diproses ke dalam struktur tersier, yaitu protein. Hasil protein ini memilki fungsi sangat penting, seperti melakukan proses regulasi transkripsi, translasi, serta menjadi protein transmembran untuk membantu proses relokasi nutrisi. Nutrisi yang diperlukan guna melalui lapisan ganda fosfolipid adalah dalam jumlah sangat besar.

FLAGELA
Flagela merupakan struktur cambuk dengan proses penggerakan melalui lingkungannya, berfungsi mendorong bakteri keluar melalui larutan berair. Flagela juga dapat meningkatkan stabilitas sel-sel agar tetap terjaga dari nutrisi cukup.

ENDOSPORA
Beberapa jenis spesies lainnya mengandung endospora. Endospora merupakan cara spesies melindungi diri terhadap perubahan dalam lingkungan yang signifikan atau pun pada saat terjadinya penipisan gizi. Ketika nutrisi yang diperlukan dalam lingkungan menjadi habis atau tidak ada, sinyal akan dikirimkan guna memulai pembentukan endospora. Sebuah endospora mampu melindungi genetik spesies, sehingga memungkinkan untuk bereformasi serta berkembang lagi.

Sumber gambar: http://www.earthtimes.org/newsimage/pollution-resistant-bacteria_282.jpg