Biografi Albert Einstein – Catatan Menarik Biografi Albert Einstein

Namanya sering disinonimkan dengan kata jenius. Beliau adalah seorang intelek dengan pencapaian dan originalitas yang luar biasa. Lebih dari 300 karya tulis ilmiahnya telah diterbitkan dengan 150 karya tulis non-ilmiah yang tidak diterbitkan untuk umum. Hampir semua orang yang mengecam pendidikan pasti telah mendengar namanya. Orang hebat ini adalah Albert Einstein.

Albert Einstein lahir di Ulm, Wurttemberg, Jerman pada tanggal 14 Maret 1879 dari pasangan Hermann Einstein, seorang salesman dan ahli mesin dan Pauline Einstein. Tahun 1880, Einstein kecil bersama keluarga pindah ke Munich, dimana ayah dan pamannya mendirikan sebuah perusahaan yang membuat peralatan listrik yang bernama Elektrotechnische Fabrik J. Einstein & Cie. Einstein kecil bersekolah di SD Katolik dari usia 5-8 tahun lalu pindah ke Luitpold Gymnasium (sekarang bernama Albert Einstein Gymnasium) dan mengenyam pendidikan disana selama 7 tahun hingga dia meninggalkan Jerman.

Awal ketertarikan Einstein pada sains adalah ketika ayahnya menunjukkan padanya sebuah kompas; yang memicu rasa penasarannya tentang apa yang menyebabkan jarum pada kompas tersebut bergerak. Seraya dia tumbuh, minat akan alat mekanis bertambah dan dia juga menunjukkan ketertarikannya terhadap matematika.

Biografi Albert Einstein

Biografi Albert Einstein

Tahun 1895, di usianya yang ke 16, Einstein mengikuti ujian di Swiss Federal Polytechnic di Zurich. Einstein gagal di ujian masuk tapi menunjukkan nilai Matematika dan Fisika yang luar biasa sehingga menarik perhatian Kepala Politeknik tersebut. Atas sarannya, Einstein mengikuti Aagau Cantonal School di Aarau, Switzerland. Sekitar tahun 1895-1896, dia menyelesaikan pendidikannya disana. September 1896, Einstein memutuskan pindah ke Matura, Swiss dengan nilai yang baik. Di umurnya yang baru 17, dia mendaftar di program studi diploma 4 tahun Matematika dan Fisika di ETH Zurich.

Kisah cinta Einstein sebetulnya dimulai pada saat mengikuti pendidikan di Aagau. Einstein yang saat itu tinggal bersama keluarga Profesor Jost Winteler, jatuh hati pada putri sang profesor, Marie Winteler. Akan tetapi tampaknya hubungan ini tidak berlangsung mulus. Ketika Einstein pindah ke ETH Zurich, Marie pindah ke Olsberg, Switzerland untuk mengajar. Di ETH Zurich, Einstein bertemu dengan satu-satunya wanita dari 6 orang yang mempelajari Matematika dan Fisika saat itu. Namanya Mileva Maric. Sama-sama tertarik, hubungan dua insan yang semula berteman ini lantas berubah menjadi hubungan asmara hingga tahun 1902, mereka berdua dianugerahi seorang putri yang bernama Lieserl. Meskipun begitu, keberadaan putri pasangan ini tifak diketahui kelanjutannya, namun pada isi surat-surat Einstein ke Maric pada September 1903 menunjukan bahwa puteri mereka antara diadopsi atau meninggal akibat demam semasa bayi.

Pada Januari 1903, pasangan ini akhirnya menikah. Tahun berikutnya, Mei 1904, pasangan ini lantas dianugerahi putra pertama mereka yang diberi nama, hans Albert Einstein yang dilahirkan di Bern, Switzerland. Putra kedua mereka, Eduard, dilahirkan di Zurich pada bulan Juli 1910. Tahun 1914, Einstein pindah ke Berlin sementara istrinya menetap di Zurich bersama putra mereka. Tanggal 14 Februari 1919, setelah tinggal terpisah selama lima tahun, pasangan ini akhirnya memutuskan untuk bercerai.

2 Juni 1919, Einstein menikahi Elsa Lowenthal, yang ternyata masih terhitung sepupunya, setelah menjalani hubungan dengannya sejak 1912. Tahun 1933, mereka berdua melakukan emigrasi ke Amerika Serikat dan memutuskan untuk tidak kembali ke Jerman karena bangkitnya kekuatan kanselir Jerman yang baru, Adolf Hitler. Namun sayang, 2 tahun kemudian Elsa Einstein di diagnosa mengalami gangguan jantung dan ginjal dan akhirnya meninggal pada Desember 1936. Einstein sendiri memutuskan untuk menetap di Amerika Serikat hingga akhirnya menjadi warga negara Amerika di tahun 1940.

Pada suatu malam Perang Dunia II, Einstein mengingatkan presiden yang berkuasa saat itu Franklin. D. Roosevelt bahwa mereka harus memulai penelitian terhadap senjata atom karena Jerman sudah melakukan hal yang sama. Penelitian itu lantas dikenal sebagai Proyek Manhattan.

Pada 17 April 1955, Albert Einstein mengalami pendarahan dalam. Beliau meninggal di Rumah sakit Princeton di usianya yang ke 76.

Einstein dikenal sebagai pengembang teori relativitas, salah satu dari dua pondasi fisika modern (selain mekanika kuantum) dan juga akan rumusnya E = mc2.  Mendapatkan hadiah nobel Fisika karena pengabdiannya di bidang fisika terutama penemuannya akan hukum efek fotoelektrik yang berperan sangat penting dalam teori kuantum. Saat ini beliau menjadi tokoh dan inspirasi untuk banyak novel, film dan karya musik. Wajahnya yang ekspresif dan gaya rambutnya yang unik membuatnya akan selalu dikenang.

source gambar: wikifile