Biografi Pahlawan Nasional : Artikel Terkait Biografi Pahlawan Nasional

Indonesia merdeka pada tanggal 17 agustus 1945. Kita tidak perlu berperang, bertumpah darah karena Indonesia yang sekarang adalah negara merdeka. Merdekanya Indonesia bukan semata – mata tanpa pengorbanan para pahlawan kita. Indonesia memiliki banyak sekali pahlawan nasional, tidak terhitung jumlahnya. Di artikel ini akan saya bahas beberapa pahlawan nasional.

1. Kapitan Pattimura

Nama aslinya Thomas Mattulessi, lahir di Saparua, Maluku 8 Juni 1783. Pernah memperoleh pangkat sersan mayor ketika Inggris berkuasa, pada tanggal 14 Mei 1817 seluruh rakyat saparua mengangkat Thomas Mattulessi sebagai kapitan pattimura untuk memimpin pemberontakan kepada Belanda. Pada tanggal 16 Mei 1817 pattimura berhasil merebut benteng Duurstede dan menewaskan Residen Van Den Berg. Tapi pada tanggal 11 November 1817 pattimura berhasil ditangkap dan benteng duurstede kembali di rebut Belanda. Pada tanggal 16 Desember 1817 Kapitan Pattimura dan pemimpin lainnya dihukum mati dengan digantung. Foto kapitan Pattimura sendiri bisa anda lihat di selembaran uang seribu.

2. Pangeran Dipenogoro

Lahir dengan nama Raden Mas Ontowiryo dan bergelar Sultan Abdul Hamid Herucokro Amirulmukminin Sayidin Panatagama Khalifatullah Tanah Jawi. Beliau lahir di Yogyakarta 11 November 1785 dan merupakan anak dari Hamengku Buwono III dan Selir. Perlawanan pangeran Dipenogoro dimulai ketika beliau dengan berani mencabut tiang – tiang pembangunan jalan belanda yang melewati rumah, masjid dan makam leluhur pangeran dipenogoro. Sejak saat itu dimulai lah perang besar yang diseut perang jawa atau perang Dipenogoro (1825 – 1830). Pangeran Dipenogoro terkenal dengan perang taktik gerilya. Namun, pada tanggal 28 maret 1830 pangeran Dipenogoro berhasil ditangkap ketika terjadi perundingan di Magelang. Pangeran Dipeogor dibuang ke manado dan ditempatkan di benteng amsterdam, 4 tahun kemudian dipindahkan di benteng rotterdam di makassar hingga akhirnya wafat dan dimakamkan di kampung melayu, makassar.

Biografi Pahlawan Nasional

Biografi Pahlawan Nasional

3. Ir. Soekarno

Soekarno sering disebut bapak bangsa atau putra sang fajar. Lahir di Surabaya tanggal 6 Juni 1901. Merupakan anak dari Raden Sukemi Sosrodiharjo dan Ida Nyoman Rai. Merupakan lulusan Insinyur dari Technische Hoge School yang sekarang bernamakan ITB. Pada tanggal 4 Juli 1927 Soekarno mendirikan Partai Nasional Indonesia. Pada Desember 1929 bersama beberapa tokoh PNI soekarno ditangkap dan dipenjara, begitupun ketika memimpin PARTINDO dia ditangkap dan diasingkan ke flores lalu ke bengkulu. Pada masa kependudukan Jepang Soekarno bersama M.Hatta, Ki Hajar Dewantara, K.H Mas Mansur atau yang biasa disebut empat serangkai mendirikan Pusat Tenaga Rakyat (PUTERA). Pada tahun 1944 PUTERA dibubarkan oleh Jepang dan diganti dengan JAWA HOKOKAI dan Soekarno adalah pemimpinnya. Soekarno juga merupakan salah satu yang merumuskan dasar negara Pancasila. Pada akhirnya Ir. Soekarno terpilih menjadi presiden pertama Republik Indonesia dengan M. Hatta sebagai wakilnya. Soekarno lengser pada tanggal 22 Februari 1967.

4. Raden Ajeng Kartini

Merupakan anak ke 5 dari 11 bersaudara, lahir di Jepara 21 April 1879. Dia adalah sosok perempuan yang memperjuangkan persamaan hak antara pria dan wanita. Setelah menikah dengan Bupati Rembang R. Adipati Joyodiningrat dia mendirikan sekolah untuk anak – anak gadis di kotanya. Dan mendirikan sekolah wanita di kota Rembang. Kartini wafat setelah melahirkan anak pertamanya pada usia kurang lebih 25 tahun tanggal 17 september 1904. Oleh sahabatnya J.H Abendanon 106 surat kartini di terbitkan menjadi sebuah buku dengan judul Door Duistenis Tot Licht diterjemahkan oleh Armijn Pane dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang. Atas jasa – jasanya kepada wanita maka pada tanggal 21 April diperingati sebagai hari kartini.

5. Hj. Siti Hartinah Soeharto

Mungkin sosok yang ini jarang didengar. Dia adalah istri dari presiden kedua RI , Jendral TNI Soeharto biasa disebut Ibu Tien. Lahir di Surakarta 23 Agustus 1923. Sejak muda aktif mengikuti kegiatan diantaranya organisasi wanita fujinkai, aktif mengikuti laskar putri di solo dan aktif dalam Palang Merah Indonesia.

Pada tanggal 26 Desember 1947 menikah dengan Letnan Kolonel Soeharto. Ibu Tien membangun Taman Mini Indonesia Indah (TMII), membangun Rumah Sakit Kanker Dharmais, Rumah Sakit Ibu dan Anak Harapan Kita, dan Rumah Sakit Jantung Harapan Kita. Selain itu memimpin beberapa yayasan sosial seperti yayasan Dharmais, yayasan Harapan Kita, yayasan Dana Gotong Royong. Beliau juga mempunyai peran dalam dunia pendidikan dengan membangun Perpustakaan Nasional. Serta memperjuangkan hak – hak kaum wanita denganmemunculkan undang – undang perkawinan. Pada tanggal 21 April 1996 dengan meninggalkan seorang suami dan 6 anak beliau meninggal dunia di Jakarta dan dimakamkan di pemakaman keluarga Giri Bangun, Karanganyar, Surakarta, Jawa Tengah.

Tidak banyak pahlawan nasional yang bisa saya bahas di artikel ini. Walaupun kita tidak mengenal mereka, walaupun nama – nama mereka semua tidak kita ketahui. Tapi, berkat pahlawan – pahlawan itulah Indonesia yang sekarang memiliki masa depan yang lebih baik. Tugas kita sekarang adalah meneruskan perjuangan mereka dengan membangun negara Indonesia menjadi negara yang lebih baik, bersih dari korupsi, dan menjadi negara yang adil.

Kata kunci:

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on TumblrDigg thisShare on LinkedIn0