Bonsai > Kumpulan Catatan Terlengkap Mengenai Bonsai

Banyak orang  mengira kalau bonsai pertama kali ada di Jepang. Aslinya, sama sekali bukan. Bangsa Chinalah pionernya.  Di negara itu bonsai diberi nama penjing. Penjing dibuat dengan tehnik memangkas pohon. Ternyata cara  seperti itu sangat disukai para pejabat kerajaan.  Tetapi kemudian, penjing mengalami perkembangan. Bangsa Jepang dengan tangan terampilnya telah membuat tanaman kerdir itu  populer di dunia sampai  sekarang.

Bonsai bernilai seni tinggi. Karena keindahannya juga kekhasannya banyak orang  suka mengoleksinya. Meskipun perawatannya  membutuhkan kesabaran serta keuletan,  selain  membuatnya juga memakan waktu lama, tetapi tetap orang menggemarinya walau harus membayar mahal.

Selain harus kerdil dan indah, bentuk tanaman ini harus terlihat alamiah. Semakin alamiah, bonsai tersebut akan semakin tinggi nilainya. Jika membuatnya dari awal sendiri, ketika sudah jadi maka kan menciptakan kepuasan tersendiri.  Karena memang untuk menjadikan bonsai  indah serta alamiah  tidaklah  mudah.

Bonsai

Bonsai

Penanaman biasanya dilakukan dalam wadah berupa pot dangkal. Pelengkapnya adalah kawat.  Kawat ini berguna untuk membengkokan tanaman serta membuat akar menyebar di atas batu.  Kawat harus sudah diangkat sebelum menggores kult rantingnya.

Seperti perawatan tanaman pada umumnya bonsai pun perlu diberi pupuk, disiram, diganti tanah maupun potnya. Ditambah lagi dengan pemangkasan dan pembentukan tanaman. Pemangkasan bertujuan untuk mengerdirkan dengan cara memotong bagian ranting dan akarnya. Sediakan pula kawat  untuk  mengatur bentuknya. Kawat  harus segera diambil jika pertumbuhan pohonnya semakin besar. Jangan sampai kawat tersebut menggores kulit ranting tanaman tersebut.  Bonsai memang  tidak ada yang selesai atau jadi. Hal itu karena bisa mengalami perubahan terus sepanjang hidupnya.

Apa yang ingin dinikmati orang dari tanaman seperti itu  adalah bentuknya secara keseluruhan. Bisa juga  karena suka  bentuk daunnya saja Tetapi kini banyak dikembangkan bonsai tanaman berbunga sehingga orang bisa menikmati bunganya. Juga bonsai tanaman buah sehingga orang bisa memandangi keindahan buahnya juga. Misalnya bonsai jambu biji.

Adapun modelnya terdiri dari beberapa variasi. Walau mulanya  dikembangkan dari bentuk dasar batang tegak lurus. Kemdian setelah dibentuk ada yang tegak berkelok-kelok, ada yang seolah tertiup angin, posisi menggantung, setengah menggantung, batang bergantung, sapu tegak, berbadan dua dan lain sebagainya. Misalnya model yang tegak berkelok-kelok mempunyai ciri pohon tegak dengan kelokan ke kiri dan ke kanan secara seimbang.Dan batangnya semakin kecil ke bagian atas.

Ukuran tingginya beraneka ragam. Namun secara umum dikelompokkan menjadi 6 jenis berdasarkan ketinggian mulai dari pangkal batang sampai bagian pucuk  tanaman. Misalnya, raksasa, diberikan untuk tanaman lebih dari 101 cm. Sangat besar diberikan untuk  tinggi pohon antara 76-100 cm. Besar,  untuk pohon dengan  ketinggian antara 46-75 cm. Sedang, jika tinggi pohonnya antara 31-45 cm,  kecil, sendainya tinggi pohon antara 16-30 cm. Dan terakhir sangat kecil, itu untuk pohon  dengan tinggi kurang dari 15 cm.

Dan berikut adalah tips untuk merawat si pohon kerdil ini agar tetap menawan.

a. Teknik penyiraman.

Waktu penyiraman yang baik adalah pada pagi dan sore hari. Saat itu merupakan saat yang tepat dimana matahari sudah tidak menerpa pohon. Bonsai sebenarnya bisa disiram 2 hari sekali. Tetapi harus dicek dulu kadar airnya dengan cara menekan tanahnya. Bila terasa dingin, lembab dan empuk maka kadar airnya masih cukup. Sebaliknya bila tanahnya kering, siramlah air di bagian akarnya. Air yang digunakan pun tidak boleh terlalu banyak, apalagi sampai menimbulkan genangan. Begitupun tidak disarankan terlalu sedikit. Terlalu banyak atau terlalu sedikit bisa menyebabkan tanaman mati. Air untuk menyiramnya pun tidak boleh terlalu dingin atau panas. Kalau hendak menggunakan air kran, biarkan dulu air semalaman untuk mengendapkan klorin dan bahan kimia lain.

b.Tempat ideal menaruh si pohon kerdil.

Letakkan pohon kerdil ini  di tempat  cukup  sinar matahari selama 5-6 jam. Jangan telalu lama menaruhnya di dalam ruangan, sesekali taruhlah juga di luar. Atau bisa juga diberikan cahaya dari lampu neon 12-16 jam sehari. Tetapi ada juga tanaman jenis ini  yang tidak memerlukan banyak cahaya.

c. Penggantian pot.

Penggantian pot disarankan 2-3 tahun sekali. Manfaatnya untuk menjaga keseimbangan besar akar dengan pertumbuhan bonsai.

d. Pemberian pupuk.

Berikan pupuk secukupnya saja. Jangan memberikan pupuk dalam keadaan tanah kering karena bisa menyebabkan si pohon kerdil ini mati. Sebaiknya, siramlah dulu  sebelum dipupuk. Jangan langsung memberinya pupuk saat pot baru saja dipindah. Tunggulah 3-4 minggu sesudahnya. Hindari pula pemberian pupuk saat tanaman itu terkena penyakit. Untuk pupuk, gunakan pupuk dengan kandungan nitrogen, fosfor, dan kalium dengan komposisi seimbang.

Merawat bonsai memang tidak sulit yang penting harus telaten. Penuhi saja kebutuhan dasarnya, ditanggung pohon kerdil  Anda akan tetap cantik dan unik.

Sumber gambar : http://www.freedigitalphotos.net

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on TumblrDigg thisShare on LinkedIn0