Cagar Alam | Informasi Terlengkap Cagar Alam

Indonesia memiliki kawasan pelestarian bagi perlindungan hewan liar yang langka serta hampir punah di alam bebas. Kegunaannya untuk menjaga keseimbangan ekosistem agar tidak terjadi kerusakan, bahkan kawasan semacam ini dilindungi oleh hukum. Jika ada pelanggaran pasti akan ditindak secara hukum tanpa ampun oleh aparat terkait, namun semua dikembalikan lagi pada masyarakat, jika masyarakat tidak mendukung juga akan sia-sia. Indonesia mempunyai kawasan semacam itu disetiap daerah dengan karakter berbeda sesuai keadaan sekitar di daerah tersebut. Ada yang berupa hutan hujan tropis, padang savana, rawa-rawa, pegunungan, hutan bakau dan sebagainya.

Cagar alam merupakan suatu daerah hutan suaka dilindungi serta di terapkan sebagai daerah pelestarian bagi kekhas-an alamnya, termaksud flora dan fauna, yang perlu di lindungi untuk kepentingan ilmu pengetahuan dan pendidikan kebudayaan. Jika kawasan seperti itu tidak disediakan maka bisa dibayangkan kerakusan manusia akan kekayaan bumi semakin liar.

cagar alam Gn. Anak Krakatau

http://www.greensands.info

cagar alam

www.bacaebookgratis.wordpress.com

Sebuah upaya perlindungan yang dilakukan oleh pemerintah serta masyarakat setempat ini merupakan salah satu cara melestarikan kekayaan hayati maupun perlindungan ekosistem. Seberapa jauh upaya tersebut dapat dilakukan bagi beberapa tempat yang perlu perlindungan serta pelestarian, karena memiliki tingkat kepunahan tinggi atau untuk menjaga keseimbangan ekosistem semata.

Cagar alam bukan nama satu-satunya bagi perlindungan tempat khusus ini, masih ada sebutan lain seperti suaka margasatwa serta taman nasional. Ada puluhan kawasan semacam itu di Indonesia bahkan mencapai lebih dari 25 tempat resmi dilindungi negara, tersebar di beberapa pulau seluruh nusantara. Seperti cagar alam tertua di Indonesia sejak melakukan aktivitasnya pada abad 18 lampau yaitu gunung krakatau.

Cagar Alam

cagar alam gunung anak krakatau

Bisa dibayangkan tempat ini sudah resmi dijadikan sebagai cagar alam yang dilindungi sejak tahun 1919 oleh pemerintah Hindia Belanda dengan luas 2405 hektar. Karena eksotika spesies langka sebanyak kurang lebih 50 jumlahnya membuat pemerintah Hindia Belanda saat itu berupaya melindungi kawasan tersebut. Setelah perubahan alam terjadi akibat letusan 1927 muncul anak gunung krakatau yang membentuk beberapa pulau, sehingga sekarang disebut sebagai kepulauan anak gunung krakatau. Sejak tahun 1984 kepulauan krakatau resmi bergabung menjadi satu dengan taman nasional ujung kulon. Namun karena beberapa pertimbangan dari badan konservasi nasional menjadikan kepulauan krakatau ini berdiri sendiri dan bergabung dengan badan konservasi Sumber Daya Alam provinsi  Lampung.

Sekarang kepulauan krakatau mencapai luas 13.735 hektar yang terdiri dari 11.200 hektar wilayah laut dan 2.535 hektar wilayah darat, sehingga membuat kawasan ini telah resmi menjadi laboratorium alam raksasa di Indonesia bahkan dunia. Hal itu dijadikan alasan kuat karena dunia mengakui kehebatan perubahan secara drastis iklim dunia akibat letusan gunung krakatau masa lampau serta mengakibatkan beberapa spesies musnah akibat peristiwa itu.

Kepulauan krakatau bukan satu-satunya cagar alam di Indonesia, beberapa lainnya juga masih ada tapi berbeda macam mengikuti keadaan alam sekitar daerah tersebut. seperti cagar alam gunung Leuser di Sumatra, suaka margasatwa pulau Komodo, serta masih banyak lagi. Keberhasilan program-program konservasi semacam itu tidak membuat Indonesia menjadi lebih tenang karena kekayaan aneka ragam hayati. Banyak kasus juga membuat semua resah, seperti illegal logging atau penebangan hutan secara liar serta dipasarkan besar-besaran melalui jalur gelap ke negeri tetangga.

Sampai saat inipun para aparat pemerintahan merasa kebingungan mengatasinya karena beberapa oknum pemerintahan juga terlibat. Penambangan sumber daya alam secara berlebihan baik dilakukan penduduk setempat maupun perusahaan besar. Hal tersebut juga sulit dihindari karena perlindungan dari berbagai pihak telah menutupi akses penyelidikan maupun penangkapan. Belum lagi terjadinya kebakaran hutan secara besar, seperti baru-baru ini terjadi di Riau yang telah melibatkan delapan perusahaan swasta terlibat akibat aksi kebakaran hutan.

Terutama yang paling mengenaskan adalah terjadinya perdagangan gelap pada hewan langka di Indonesia seperti orang utan, bahkan Indonesia di mata dunia dinyatakan belum mampu menanggulangi jenis primata unik ini oleh tangan-tangan gelap. Akhirnya World Wild Foundation (WWF) membentuk badan organisasi khusus untuk konservasi orang utan di Kalimantan, yang bekerjasama dengan beberapa negara seperti Australia dan USA. Memang harus ada beberapa aksi semacam itu muncul dari generasi penerus bangsa mengerti kepentingan alam sebagai sumber utama kehidupan, jangan sampai negara asing sudah melakukan namun pemilik rumah tidak menghiraukan.

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on TumblrDigg thisShare on LinkedIn0