Cahaya > Catatan Menarik Cahaya

Meniti jalan sampai ke tujuan, inilah sebuah titian nyata bagi seorang insan. Rotasi kehidupan selalu berproses demikian, tidak ada perubahan hanya caranya saja mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Manusia selalu dikejar impian yang terus menyelimuti alam bawah sadarnya, tanpa melihat secara realita akan menjadi sebuah hambatan bagi langkahnya menuju sasaran sesuai rencana awal. Untuk itulah, pentingnya sebuah konsentrasi pada setiap kegiatan, tak hanya bekerja, belajar tapi juga melangkah. Sangat butuh dalam penerapannya, agar pemikirannya hanya satu tujuan tidak lagi bercabang. Inilah penyebab kegagalan individu, disatu sisi memiliki ambisi menuju satu harapan tanpa disadari justru pola pikirnya membawa impian lain di saat melangkah.

Untuk itu diperlukan sebuah penuntun bernama cahaya. Setiap kita pastilah sangat memerlukan petunjuk serta tuntunan dalam hidup, merencanakan segala sesuatunya hingga menuju ke suatu tempat supaya lebih aman. Cahaya adalah sebuah karunia Tuhan dimana tidak bisa tergantikan dengan materi apapun. Seandainya manusia dibebankan sebuah harga untuk membayar petunjuk tersebut, niscaya tidak akan pernah bisa memenuhinya. Setiap detik, waktu bergulir maupun langkah ini berpijak dimanapun dan kapanpun agaknya sulit sekali terlepas dengan sebuah cahaya.

Cahaya

Cahaya

Ibaratnya proses belajar di sekolah, apakah hanya sekedar buku, dilengkapi pengajar sangat pandai dalam segala hal beserta teknologi canggih lainnya sebagai pendukung terbaik di sekolah itu? Sangat tidak mungkin berjalan tanpa adanya unsur cahaya sebagai penerang bagi seluruhnya. Sungguh merupakan ciptaan sempurna dari Tuhan untuk alam beserta isinya, mata ini tidak memiliki kesanggupan melihat tanpa kehadiran cahaya tersebut. Bahkan didalam ruh pun harus ada penerang hati dari Sang Pencipta agar perilaku manusia menjadi lebih teratur, terjaga serta mampu menjauhkannya dari berbuat maksiat.

Sumber cahaya banyak dijumpai pada kehidupan manusia, diantaranya adalah:

  • Matahari
    Secara alami, menyinari semua permukaan bumi. Begitu besar manfaatnya bagi semua makhluk hidup, dimana segala rutinitas mampu dipenuhi. Mulai dari belajar, bekerja, sampai kepada menggunakan energinya untuk keperluan lain seperti pembangkit listrik tenaga surya.
  • Bulan
    Memberikan penerang yang lembut dimana semua aktifitas manusia sudah mulai berkurang. Selain itu ditengah cahaya bulan tersebut mendatangkan kesejukan bagi setiap insan, sebagai teman dalam pelepas lelah setelah seharian beraktifitas.
  • Lilin
    Mengingatkan kita semua pada masa kecil dahulu, di setiap acara pesta ulang tahun benda ini selalu ada sebagai hiasan terindah diatas piringan hidangan kue beserta ornamen lainnya. Bersumber dari api untuk menyalakannya, membuat lilin mampu menjadi sebuah pelita indah dalam menerangi ruangan gelap dan setiap langkah kemanapun. Bisa juga sebagai perantara untuk memberikan sumber energi bagi perabotan manusia seperti kompor untuk alat memasak melalui tangkai kawat tipis yang dilapisi minyak.
  • Lampu
    Juga merupakan bagian dari alat penerangan yang ada di kehidupan manusia. Hanya saja murni dibuat oleh manusia dan dapat disesuaikan dari ukuran terangnya sampai kepada beraneka bentuk yang mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli.

Dengan beragam bentuk cahaya, menjadikan manusia lebih terampil mengolah pemikirannya supaya bisa bermanfaat bagi orang lain. Upayakan selalu cahaya Ilahi y1ang lebih utama sebagai perisai diri dalam menghadapi berbagai godaan dan bisa membuat manusia menjadi lupa diri. Berbagai impian pun dapat dengan mudah dicapai setiap individu, jika ada niat tulus menjalani dan selalu meminta petunjuk sekaligus penerang ke depan. Selalu mengurangi kegiatan yang bersifat duniawi tanpa ada habisnya, meskipun kita perlu sebagai jembatan untuk kehidupan selanjutnya. Paling tidak harus ada kemauan keras untuk berkata tidak jika ada pihak mencoba memancing keadaan sekaligus mempengaruhi hal yang berakibat negatif bagi kehidupan.

Untuk itulah diperlukan penerang dan sekaligus menjadi secercah cahaya dalam melangkah ke depan. Tiada yang tak mungkin segala impian manusia tidak tercapai, semuanya ada kesempatan. Perjuangan tak luput dari adanya usaha nyata, termasuk mensyukuri apapun sebagai sebuah anugrah terindah dari Tuhan. Oleh karenanya, ciptakan rasa saling memiliki dan membutuhkan agar hidup lebih menjadi berwarna sekaligus semua harapan manusia bisa terwujud nyata pada setiap langkah kaki ini berpijak.

Sumber gambar:

  • http://ervakurniawan.files.wordpress.com/2011/10/cahaya.jpg
  • http://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/menanti-cahaya-listrik-_130228165505-221.jpg

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on TumblrDigg thisShare on LinkedIn0