Cara Mengedit Video : Kumpulan Catatan Terlengkap Mengenai Cara Mengedit Video

Cara Mengedit Video merupakan suatu cara untuk melakukan pengolahan gambar bergerak menjadi gabungan gambar yang dapat dilihat lebih baik dan enak dipandang. Editing video merupakan proses akhir dalam tahapan pembuatan video, kita mengenalnya yang pertama adalah pra produksi, produksi dan post produksi. Bagian pra produksi adalah persiapan atau merancang program video yang dibuat sedangkan produksi adalah proses pengambilan gambar dan audio.

Selanjutnya yang terakhir adalah post produksi bagian editing video dan pengolahan audio, pada proses ini hasil video yang bagus tergantung pada editor yang mengerjakan. Banyak orang film di Indonesia menyebut editor video sebagai “Dewa penyelamat”, karena dengan manipulasi editing gambar yang tadinya gagal dapat diperbaiki dengan baik. Dalam ilmu cinematography aka dikenal sebutan dekupase dan montase, dua kata ini sangat melengkapi dan berhubungan satu dengan lainnya.

Cara Mengedit Video

Cara Mengedit Video

Dekupase adalah proses memotong-motong gambar, sedangkan montase adalah merangkai dan mengumpulkan gambar. Ini adalah dasar yang harus dipegang para editor video dalam menciptakan sebuah video yang baik. Editing sendiri memiliki banyak cara dalam mengolah gambar dan menjadikannya rangkaian gambar menarik. Cara-cara ini berkembang sesuai tahun dan perkembangan teknologi di dunia film.

1. Penyambungan negatif (film sciping)

Yaitu cara penyambungan gambar dari negatif film yang sudah di cuci lalu dipotong-potong menggunakan gunting dan disambung kembali menyesuaikan adegan. Cara ini digunakan sebelum era digital masuk. Namun sekarang masih dipakai bagi pengguna kamera video analog menggunakan negatif roll film, tapi hanya sebatas cuci dan ditransfer ke digital.

2. Editing linear atau tape to tape

Merupakan editing yang marak digunakan sekitar tahun 90-an, yang menggunakan alat mixer video dan VTR sebagai pengolahan gambar. Teknik yang digunakan adalah mengcopy dari tape yang satu ke perekam tape berikutnya. Cara ini sangat bagus bagi kualitas gambar yang dihasilkan karena bisa bertahan lama.

3. Editing non linear

Cara ini seringkali digunakan  oleh para editor video saat ini dengan menggunakan perangkat lunak dari software khusus editing video. Terkenal cara ini sangat mudah dipelajari oleh para pengguna karena software saat ini membuat design mudah dikenali dan praktis.

4. Editing live on tape

Cara ini sering digunakan dalam siaran langsung pengambilan gambar di lokasi, biasanya menggunakan multi kamera untuk memperoleh angle gambar yang bervariasi. Dari multi kamera dimasukkan dalam mixer video (switcher) untuk dipilih gambarnya dan direkam dalam VTR player.

adobe premiere

adobe premiere

Untuk saat ini kita akan mengulas sedikit mengenai editing non linear yang berkembang cukup banyak di Indonesia, bagaimana tidak? Lihat saja di penggir jalan perkotaan banyak industri digital video yang menawarkan jasanya. Editing video non linear ini dapat menggunakan software dari model apapun, yang jelas lebih bagus menggunakan editing video professional. Beberapa produk yang terkenal seperti final cut pro, avid, dan adobe premiere CS merupakan software editing yang bisa di bilang professional. Kebanyakan anak-anak muda menggunakan software adobe premiere CS karena dinilai praktis dan bisa masuk ke dekstop apapun, sedangkan final cut dan avid terlalu berat memerlukan standar komputer yang sesuai seperti machintos. Penerapan adobe premiere CS sebaiknya juga bisa menggunakan adobe after effect dan adobe audio karena akan mendukung gambar yang di edit. Untuk cara penggunaan adobe premiere CS ada beberapa langkah sebagai berikut:

  1. Import file video dari folder yang di pilih, pastikan video yang di import adalah video dengan format resolusi gambar yang paling bagus yaitu format avi atau kalau memang mode penyimpanan gambar berformat dvd juga tidak masalah itu kalau terpaksa. Lihat juga ukuran resolusi gambar apakah wide screen atau 4:3 atau lainnya.
  2. Setelah semua file video diimport dan muncul pada layer kiri atas, maka kenali tool yang ada di premiere untuk memotong, menyambung gambar, pengolahan warna dan audio.
  3. Lakukan pemotongan gambar dengan menyeret ke layer sebelah kanannya, setelah itu di cut pada timeline di bawahnya sesuai keinginan, file yang sudah terpotong diseret lagi ke bawah di bagian sequnce timeline. Lakukan kembali pada file berikutnya dan susun di sequence layer paling bawah.
  4. Jika semua sudah digabungkan lakukan koreksi ulang untuk melihat hasilnya. Jika ingin melakukan grading atau pewarnaan dapat diekspor ke adobe after effect. Sesuaikan warna gambar sehingga tidak terlalu jumping.
  5. Setelah grading selesai maka video dapat di di export ke media encore atau software yang support ke format avi.

Perlu diperhatikan sebelumnya untuk mempelajari adobe premiere atau software editing produk adobe dapat dipelajari melalui tutorialnya yang dikeluarkan bersamaan dengan software tersebut. Untuk hasil yang lebih baik bisa digunakan software adobe premiere yang terbaru seperti CS 6 yang baru dirilis tahun kemarin. Kalaupun para editor ingin menggunakan lebih baik lagi atau yang memiliki komputer jenis i-mac dan mac pro dapat menggunakan final cut pro yang hasilnya lebih memuaskan terutama untuk format HD.