Cerita Anak Bergambar | Kumpulan Tulisan Terlengkap Tentang Cerita Anak Bergambar

Apa itu cerita anak bergambar? Kalau pergi ke  toko buku, carilah  tempat buku anak. Ada buku yang diperuntukkan untuk anak PAUD dan TK. Gambar-gambarnya besar dan mencolok. Teksnya hanya sedikit saja. Kurang lebih perbandingannya 80% gambar dan 20% tulisan. Itulah cerita anak bergambar atau di dunia kepenulisan dikenal dengan nama pictorial book.

Ada kriteria tersendiri dalam membuat buku cerita anak bergambar.  Saya mengambil contoh kriteria dari salah satu penerbit. Pada penerbit lain mungkin agak berbeda. Pada jumlah halaman misalnya. Tapi umumnya inilah syarat-syarat membuat pictorial book.

≡ Gunakan bahasa yang sederhana.

≡ Maksimal kata dalam satu kalimat adalah delapan.

≡ Maksimal kalimat adalah empat untuk satu halaman.

≡ Buat keterangan ilustrasi di bawah teks. Misal : Dodi sedang memberi  makan gajah. Hal itu untuk memberikan gambaran kepada illustrator dalam memperkuat cerita.

≡ Cerita harus ada unsur fiksinya agar menarik.

≡ Tema cerita disarankan tentang keseharian aktivitas anak.

≡ Isi cerita harus menggugah imajinasi anak.

≡ Jumlah halaman sekitar 24 halaman. Tapi pada penerbit lain saya menemukan yang lebih dan kurang. Tetapi tidak jauh dari itu.

≡ Teks cerita dimulai dari halaman 2.

≡ Keterangan ilustrasi gambar dibuat pada tiap halaman.

≡ Satu teks bisa untuk dua halaman atau satu teks untuk satu halaman.

Kita bisa belajar membuat buku anak bergambar dari buku-buku berbahasa Inggris. Penulis di sana sangat pandai mengeksplor tema tulisan. Apapun bisa jadi ide cerita. Misalnya meminjam pakaian untuk bisa dijadikan layar agar perahu  bisa mengembang, kolam yang diperebutkan bukan hanya oleh bebek, babi tapi juga manusia. Yang lucu adalah tema yang membalikkan fakta. Biasanya yang punya rumah dan membuat makanan di rumah itu kan manusia. Lalu ada binatang yang mencurinya. Tetapi si pengarang membalikkan faktanya. Dan cerita itu menjadi unik selain juga sangat menarik. Ada pengetahuan dan pelajaran moral yang terselip halus di dalamnya.

Dan ini salah satu contoh naskah cerita anak bergambar:

Dodi Tersesat di Kebun Binatang

Pada hari Minggu Dodi pergi ke kebun binatang. Ia bersama ayah, ibu dan adiknya. Adiknya masih kecil. Makanya ia digendong oleh ibunya.

Ilustrasi : Dodi dan keluarganya di kebun binatang.

Alangkah senangnya hati Dodi. Ia bisa melihat aneka binatang di sana. Ada buaya, kancil dan yang lainnya. Sekarang Dodi jadi tahu wajah singa, si raja hutan.

Ilustrasi : Seekor singa tengah bermalas-malasan.

Dodi melihat binatang aneh. Paruhnya mirip bebek. Badannya seperti tikus. Ia pandai menyelam. Namanya platipus.

Ilustrasi : platipus sedang menyelam.

Dodi juga naik unta. Ia berjalan berkeliling. Dodi mengacungkan dua jarinya saat ayah memfotonya.

Ilustrasi : Dodi mengacungkan dua jari saat ayah memfotonya.

Tapi Dodi paling suka dengan gajah. Ia merupakan binatang yang paling besar. Gajah juga binatang baik. Banyak orang memberinya makan kacang.

Ilustrasi : Dodi melihat orang-orang  sedang memberi makanan pada gajah.

Dodi mau membeli kacang juga. Ia diantar ayahnya. Kebetulan tukang kacang tak jauh dari situ. Dodi pun segera memberikan makanan itu buat gajah.

Ilustrasi : Dodi menyuapi kacang kepada gajah.

Tiba-tiba adik Dodi menangis ketakutan. Ia kaget saat belalai gajah naik ke atas. Ibu segera membawanya mencari balon. Dodi lupa mengikuti mereka.

Ilustrasi : Adik Dodi menangis melihat belalai gajah naik ke atas.

“Ayo, Dodi,” ajak ibunya. Tapi Dodi tidak mendengarnya. Ia asyik memberi makan gajah. Gajah itu kelihatan bersahabat dengannya.

Ilustrasi : Ibu dan ayah Dodi meninggalkan Dodi yang sedang asyik memberi makan gajah.

Ketika melihat ke samping, Dodi tidak melihat orang tuanya. Ia menjadi panik. Dipanggilnya kedua orang tuanya.“Ayah!  Ibuu! Di mana kalian?” Tapi tak ada sahutan.

Ilustrasi : Dodi mencari orang tuanya di tengah orang banyak.

Dodi celingukan. Suasana sangat ramai. Ia bingung harus kemana  mencari keluarganya. Ia ingin menangis saja. Tapi ditahan kuat-kuat air matanya.

Ilustrasi : Dodi celingukan di tengah orang banyak.

Setiap yang berbaju biru dilihatnya. Siapa tahu itu ayahnya. Memang banyak yang berbaju biru. Tapi mereka bukan ayahnya.

Ilustrasi : Dodi melihat pria yang memakai baju biru. Tapi mereka bukanlah ayahnya.

Setiap yang menggendong anak dipandanginya. Ia berharap itu  ibunya. Tapi semua bukanlah keluarganya.

Ilustrasi : Dodi melihat semua ibu yang menggendong anaknya.

Dodi kemudian melihat tukang balon. Tapi tak ada ibu dan adiknya di sana. Ia lari ke tukang balon satunya. Mereka pun tak ada juga.

Ilustrasi : Di tempat tukang balon tidak ada ibu dan adiknya.

Dodi lalu berlari ke tempat informasi. Ia ingat perkataan ibu guru. Kalau tersesat, segera memberitahu polisi. Jika polisi tidak ada, maka harus  datang ke tempat  informasi.

Ilustrasi : Dodi sedang berbicara dengan petugas tempat informasi.

Dari mikropon terdengar suara keras. “Pengumuman, seorang anak bernama Dodi Kesuma mencari kedua orang tuanya. Ia berasal dari jalan Surapati Bandung.” Petugas itu mengulangnya berkali-kali.

Ilustrasi : Petugas informasi sedang mengumumkan masalah Dodi.

Tak lama ayah Dodi bergegas datang. Melihat ayahnya, Dodi langsung memeluknya. Ia senang sekali bisa bertemu keluarganya.

“Maafkan Dodi, Yah. Dodi jadi merepotkan Ayah.”

Ilustrasi : Dodi memeluk senang ayahnya.

Ayah mengusap-usap kepala Dodi.

“Untung kau anak yang pintar, sehingga dengan mudah ayah menemukanmu,” kata ayahnya lega.

“Lain kali kau harus lebih berhati-hati lagi ya.”

Ilustrasi : Ayah menasehati Dodi.

Dodi mengangguk mantap. Kemudian mereka berdua mengucapkan terima kasih kepada petugas itu.  Mereka lalu menemui ibunya.

Ilustrasi : Dodi berjalan bersama ayahnya.

Ibu Dodi berdiri di dekat pintu keluar. Mukanya kelihatan cemas. Dodi melihat ada balon merah di tangan adiknya.

Ilustrasi : Ibu Dodi menunggu dekat pintu keluar.

“Dodii…..!!” Ibunya memeluknya. Mukanya kelihatan senang. Tentu saja karena anaknya sudah ditemukan.

Ilustrasi : Ibu Dodi memeluk Dodi senang.

“Minggu depan kita ke sini lagi ya. Kamu senang dengan binatang kan?” tanya ibunya. Dodi mengangguk sambil tersenyum.

“Tapi kau harus berjanji. Jangan memisahkan diri lagi.” Dodi mengingat pesan ibunya dalam-dalam.

Ilustrasi : Ibu Dodi sedang menasehati Dodi.

Dodi mencandai adiknya.  Adiknya tertawa-tawa riang. Dodi sudah lupa kecemasannya. Tadi ia tersesat di kebun binatang.

Ilustrasi : Dodi mencandai adiknya.

Mereka pulang ke rumah dengan gembira. Dodi masih bisa mengingat bagaimana lahapnya gajah, saat ia memberinya makan kacang.

Ilustrasi : Dodi dalam perjalanan pulang di mobil ayahnya.

*      *       *

Kata kunci:

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on TumblrDigg thisShare on LinkedIn0