Departemen Pendidikan | Catatan Terlengkap Tentang Departemen Pendidikan

Departemen Pendidikan berubah nama menjadi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia atau yang biasa disingkat KEMENDIKBUD adalah sebuah lembaga kementerian yang bertugas untuk memajukan kualitias pendidikan dan budaya Indonesia.

Adapun melalu visi dan misinya, dari segi pendidikan KEMENDIKBUD berupaya mengatasi segala persoalan yang berakitan dengan masalah pendidikan seperti; ketersediaan layanan pendidikan, keterjangkauan layanan pendidikan, kualitas layanan pendidikan, kesetaraan dan jaminan mendapatkan layanan pendidikan yang merata.

Departemen Pendidikan

Departemen Pendidikan

Sementara dari segi budaya, KEMENDIKBUD memiliki responsibilitas dalam menjaga keutuhan budaya bangsa, melesatarikan, serta mengedukasi segenap bangsa akan warisan luhur bangsa.

Sejarah Singkat KEMENDIKBUD

Singkat cerita, KEMENDIKBUD sudah berdiri sejak tahun 19 Agustus 1945, lebih tepatnya beberapa saat setelah bung Karno memproklamasikan kemerdekan RI. Saat itu menteri pertama yang mejabat adalah Ki Hajar Dewantara.

Adapun daftar Menteri Pendidikan dan Kebudyaan setelah beliau antara lain:

-          Todung Sultan Gunung Mulia (November 1945 – Maret 1946)

-          Muhammad Sjafei (Maret 1946 – Oktober 1946)

-          Soewandi (Oktober 1946 – Juni 1947)

-          Ali Sastroamidjojo (Juni 1947 – Agustus 1949)

-          Teuku Muhammad Hasan (Desember 1948 – Juli 1949)

-          Sarmidi Mangunsarkoro (Agustus 1949 – Desember 1949 / Desember 1949 – September 1950)

-          Abu Hanifah (20 Desember 1949 – 6 September 1950)

-          Bahder Djohan (September 1950 – Maret 1951 / April 1952  – Juli 1953)

-          Wangsoneggoro (April 1951 – Maret 1951)

-          M. Yamin (Juli1953 – Agustus 1955)

-          RM. Suwandi (Agustus1955 – Maret 1956)

-          Sarino Mangunpranoto (Maret1956 – Maret 1957)

-          Prijono (April 1957 – Maret1966)

-          Sanusi Hardjadinata (Oktober1967 – Juni 1968)

-          Mashuri Shaleh (Juni 1968 – Maret1973)

-          Sumantri Brojonegoro (Maret1973 – Desember1973)

-          Syarief Thayeb (Januari1974 – Maret1978)

-          Daoed Joesoef (Maret1978 –  Maret1983)

-          Nugroho Natosusanto (Maret1983 – Juni 1985)

-          Fuad Hassan (Juli1985 – Maret1993)

-          Wardimah Djodjonegro  (Maret1993 – Maret1998)

-          Wiranto Arismunandar (Maret1998 – Mei 1998)

-          Juwono Soedarsono (Mei1998 – Oktober1999)

-          Yahya Muhaimin (Oktober1999 – Juli 2001 )

-          Abdul Malik Fadjar (Agustus2001 – Oktober2004 )

-          Bambang Sudibyo (Oktober2004 –  Oktober2009)

-          Mohammad Nuh (Oktober2009 – Sekarang)

Tugas dan Fungsi KEMENDIKBUD

KEMENDIKBUD memiliki tugas dalam menyelenggarakan urusan di bidang pendidikan dan kebudayaan dalam Pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Artinya, KEMENDIKBUD mengemban tanggung jawab yang signifikan kepada presiden, terutama yang berkaitan dengan masalah pendidikan dan kebudayaan.

Sementara untuk fungsinya sendiri antara lain:

1. Perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang pendidikan dan Kebudayaan;

2. Pengelolaan barang milik negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;

3. Pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;

4. Pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di daerah;

5. Pelaksanaan kegiatan teknis yang berskala nasional.

Struktur Organisasi

Berikut adalah daftar struktur organisasi di KEMNDIKBUD dari yang paling tinggi hingga yang terendah:

  1. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
  2. Wakil Mendikbud Bidang Pendidikan
  3. Wakil Mendikbud Bidang kebudayaan

Pada posisi tiga teratas ini, mereka ditemani oleh beberapa staff ahli seperti; Staff Ahli Bidang Hukum, Staff Ahli Bidang Sosial, dan Ekonomi Pendidikan, Staff Ahli Bidang Kerja Sama Internasional, Staff Ahli Bidang Organisasi Manajemen, Staff Ahli Bidang Budaya dan Psikologi Pendidikan, serta Lembaga Sensor Film

  1. Inspektoran Jenderal
    Sekretariat Jenderal
  2. Sekretariat Inspektorat Jenderal

Biro Umum

Disini Inspektoran Jenderal dan Sekretariat Jenderal masing – masing membawahi Sektretariat Inspektorat Jenderal dan Biro Umum

  1. Inspektorat I – IV, dan Inspektorat Intelegensi
  2. Biro (Keuangan, Perencanaan, Kepegawaian, Hukum dan Organisasi)
  3. Ditjen (Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah,  Pendidikan Tinggi, dan Kebudayaan)
  4. Sekretariat Ditjen
  5. Direktorat Pembinaan (Pendidikan Anak Usia Dini, Kursus dan Kepelatihan, Pendidikan Masyarakat, Tenaga Kependidikan, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Pendidikan Khusus, Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, Kelembagaan dan Kerja Sama, Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Pelestarian Cagar Budaya, Pembinaan Kesenian dan Perfilman, Pembinaan Kepercayaan Kepada Tuhan YME dan Tradisi, Sejarah dan Nilai Budaya, Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya)
  6. Badan (Penelitian dan Pengembangan, Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Pengembangan Sumberdaya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan)
  7. Sekretariat Badan
  8. Pusat (Penelitian Kebijakan, Penelitian Pendidikan, Pusat Penelitian dan Pelestarian Kebudayaan, Pengembangan dan Perlindungan, Pembinaan dan Pemasyarakatan,  Pengembangan Profesi Penduduk, Pengembangan Tenaga Kependudukan, Penjaminan Mutu Pendidikan, Pengembangan Sumberdaya Kebudayaan.

Sementara itu Wakil Mendikbud Bidang Kebudayaan membawahi antara lain:

  1. 94 PTN, 12 P4TK, 12 KOPERTIS, 22 Lembaga Budaya Lainnya

KEMENKEBUD juga mengkategorikan beberapa elemen yang menjadi responsibilitinya antara lain:

  1. Peserta Didik (meliputi :  Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Pendidikan Tinggi, dan Lembaga Kursus dan Kepelatihan)
  2. Satuan Pendidikan (meliputi : PAUD, Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah, Pendidikan Atas)
  3. Tenaga Pendidik (meliputi : guru dan dosen)