Deposito Bank BCA – Kumpulan Informasi Terlengkap Tentang Deposito Bank BCA

Deposito merupakan salah satu produk  perbankan yang bisa dijadikan alternatif  untuk berinvestasi. Produk ini cukup aman karena mendapat jaminan dari pemerintah lewat Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan persyaratan tertentu. Deposito  banyak dipilih karena bunganya lebih besar daripada tabungan. Deposito juga tidak  dikenakan biaya administrasi bulanan. Selain itu, deposito   bisa dijadikan jaminan kredit pada bank yang sama.

Untuk memutuskan menyimpan uang dalam bentuk deposito di bank, sebaiknya nasabah berhati-hati. Jangan tergiur bunga besar yang jauh di atas rate bunga bank lain. Kemungkinan bank seperti itu adalah bank tidak sehat yang sedang membutuhkan banyak dana. Suku bunga yang tinggi diberikan untuk menarik banyak nasabah agar menempatkan dananya di bank mereka.

Agar uang kita  aman, sebaiknya pilihlah bank yang bonafid dan reputasinya baik. Biasanya itu merupakan bank  sehat yang bisa memenuhi standar kesehatan dari Bank Indonesia. Selain itu pilihlah juga  yang pelayanannya memuaskan, serta mempunyai  tingkat suku bunga yang kompetitif. Dimana lagi kita bisa menemukan kualsempurna seperti itu kalau bukan pada bank Bank Central Asia (BCA).

Tetapi, Sebelum kita menempatkan uang kita, ada baiknya kita mengetahui dulu tentang deposito. Terutama deposito di BCA. Dan berikut sedikit penjelasannya.

Deposito sering disebut juga deposito berjangka adalah simpanan di bank yang waktunya sudah ditentukan. Pilihan jangka waktunya ada yang 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan dan 12 bulan.  Biasanya tiap jangka waktu itu berbeda tingkat suku bunganya walau sering juga sama.

Untuk mengambil deposito tidak bisa dilakukan sembarang waktu. Tetapi harus menunggu tanggal jatuh tempo dulu. Misalnya Bu Dewi menempatan deposito pada tanggal 7 juli 2013 dengan jangka waktu 3 bulan. Maka Bu Dewi baru bisa mengambil depositonya itu pada tanggal 7 Oktober 2013.

Jika sebelum jangka waktu tersebut Bu Dewi membutuhkan uangnya, ia bisa mengambil depositonya tapi kena pinalty. Pinalty punya perhitungan tersendiri. Besarnya juga  tiap bank berbeda. Selain kena pinalty, bunga yang berjalan juga tidak dibayarkan. Misalnya Bu Dewi mengambil depositonya  pada tanggal 4 september 2013. Maka Bu Dewi hanya menerima bunga bulan Agustus saja, sedangkan bunga bulan September tidak dibayarkan karena belum jatuh tempo pembayaran bunga.

Di BCA sendiri terdapat dua jenis deposito. Yaitu deposito dalam mata uang rupiah dan dalam mata uang asing. Untuk mata  uang rupiah, minimal setoran adalah Rp. 8.000.000,- yang berlaku untuk perorangan maupun yayasan.

Dan untuk mata uang asing, setoran minimalnya berbeda-beda tergantung jenisnya. Terdapat 8 mata uang asing dimana kita bisa menempatkan dana dengan minimal setorannya. Yakni 1.000 US Dollar (USD), 2.000 Singapore Dollar(SGD), 8.000 Hongkong Dollar (HKD), 2.000 Australia Dollar (AUD), 150.000 Yen (JPY), 1.000 Poundsterling (GBP), 1.000  Euro (EUR), dan 7.000 China Yuan (CNY).

Bagaimana bunga deposito dibayarkan?

Bunga deposito dibayar tiap bulan pada saat jatuh tempo bunga. Misalnya menempatkan deposito pada 5 Desember selama jangka waktu 6 bulan. Maka tanggal 5 Januari, 5 Februari sampai 5 juni, nasabah deposito tersebut akan mendapatkan bunga. Bunganya tersebut bisa diambil tunai, dimasukkan ke tabungan, giro atau ditransfer ke rekening bank lain. Tetapi biasanya kalau cara terakhir itu dikenakan biaya transfer. Tetapi ada juga bunga deposito yang ditambahkan langsung pada saat jatuh temponya. Misalnya pak Bambang menaruh Rp.10.000.000,- dalam jangka wakutu 12 bulan. Maka pak Bambang tidak akan menerima bunga tiap bulannya  melainkan disekaliguskan satu tahun berikutnya.

Cara perhitungan bunga deposito.

Banyak yang merasa bingung bagaimana bunga deposito didapatkan. Sebagai gambaran bisa dilakukan cara perhitungan seperti ini.

Misalkan Bapak Fachmi membuka deposito sebesar Rp.8.000.000,- dalam jangka waktu 3 bulan. Suku bunga deposito yang berlaku saat itu adalah 5%. Maka untuk mencari jumlah bunga tiap bulannya adalah sebagai berikut.

Rp.8.000.000,- x 5% = Rp. 400.000,- kemudian dibagi 12 =Rp. 33.333,- Itulah bunga kotornya. Kemudian kalikan bunga kotor tersebut dengan pajak sebanyak 20%. Jadi Rp.33.333,- –  Rp.6.666,- Jadi bunga bersih yang diterima Bapak Fachmi tiap bulan adalah Rp.26.667,- Jadi jika setahun bunga yang diterimanya adalah sekitar  Rp.320.000,-

Bagaimana kalau suku bunga deposito naik atau turun?                  

Ketika kita membuka deposito pada saat bunga 5%, maka perhitungan bunga itu akan tetap digunakan sampai deposito jatuh tempo. Tidak peduli di tengah masa deposito tersebut bunga menjadi naik atau turun.  Tetapi jika pada saat jatuh tempo bunga deposito berubah dan nasabah ingin memperpanjang depositonya, maka akan dikenakan bunga baru yang berlaku saat itu.

Bagaimana kalau ingin menambah saldo deposito?

Tentu saja tidak bisa sembarang waktu. Tunggulah sampai deposito jatuh tempo. Atau kalau uangnya mencukupi, ada baiknya membuka kembali deposito baru. Boleh kok punya beberapa deposito. Hanya kalau jatuh temponya berbeda-beda tanggalnya, sering membuat nasabah menjadi pusing saat harus mencairkannya.

Bagaimana cara perpanjangan deposito di BCA?

Ada tiga macam cara perpanjangan deposito di BCA yaitu ARO, ARO plus dan Non-ARO.

  1. Sistem ARO.

Merupakan singkatan dari Automatic Roll Over.  Artinya deposito diperpanjang secara otomatis pada saat jatuh tempo tanpa pemberitahuan atau penegasan lagi dari deposan. Misalnya Bu Eliya menempatkan deposito pada tanggal 19 Januari dengan jangka  waktu 1 bulan sebesar Rp.20.000.000. Pada saat tanggal 19 Februarinya, deposito otomatis diperpanjang sejumlah itu selama 1 bulan sampai 19 Maret.  Begitu seterusnya sampai Bu Eliya mencairkan dananya.

Sistem ARO plus.

Hampir sama dengan sistem ARO, hanya pada saat perpanjangan, saldo deposito bertambah plus bunganya.  Misalnya Bapak Pasha menyimpan deposito Rp.8.000.000,- dengan jangka waktu setahun. Maka setahun berikutnya, depositonya diperpanjang dengan nilai nominal sejumlah itu ditambah bunganya. Misalnya menjadi Rp.8.320.000,-  Jadi tiap tahun, nominal depositonya akan terus bertembah.

Non-ARO.

Kalau deposan (orang yang mempunyai deposito) tidak ada permintaan untuk memperpanjang secara otomatis, maka walaupun telah jatuh tempo, deposito itu tidak akan diperpanjang. Nasabah atau deposan bisa mengambilnya atau meminta diperpanjang kembali.

 Adapun cara membukan rekening depostio di BCA, syaratnya gampang sekali. Anda tinggal mengisi dan menandatangani formulir. Menyerahkan kartu identitas dan melakukan pembayaran. Ditunggu sebentar untuk proses. Nanti Anda akan menerima selembar kertas cukup tebal yang berisi nama, nominal, tanggal jatuh tempo dan lainnya. Surat itulah yang sering disebut sebagai bilyet deposito.

***

Kata kunci:

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on TumblrDigg thisShare on LinkedIn0