Dokter – Kumpulan Catatan Terkait Dokter

Dokter adalah sebuah profesi terhormat. Dikatakan demikian karena semua orang membutuhkan jasanya. Tak ada seorang pun manusia di dunia ini yang tidak pernah sakit.  Entah itu orang miskin ataupun kaya. Dan kemana lagi tempat terpercaya untuk berobat selain mengunjungi tempat praktek dokter. Hal itu karena dokter dianggap telah mendalami ilmunya sekian lama.  Lewat pendidikan dan pelatihan khusus yang telah dijalaninya selama bertahun-tahun.

Karena keberhasilannya, sering dokter dianggap sebagai penyelamat jiwa, pembantu kehidupan baru yang lahir ke dunia, pemberi harapan bagi orang-orang yang sakit juga. Masa depan sebagai dokter juga dikatakan cemerlang. Hidup mapan bisa dicapai dengan menjalani profesi satu itu. Begitulah kebanyakan pendapat masyarakat awam. Dalam pikiran mereka menjadi dokter itu super senang.

Dokter

Dokter

Tetapi untuk mencapai gelar dokter itu bukan main perjuangannya. Selain harus mempunyai otak yang cerdas juga diperlukan biaya yang cukup besar dibanding kuliah di bidang lainnya. Berbagai jenis praktek memerlukan dana yang lumayan. Belum lagi harga buku referensi yang mahal sekali. Kuliah di kedokteran memang berat kecuali bagi mereka yang benar-benar kuat tekadnya. Fisik dan mental diuji untuk menuju sebuah tujuan yang diharapkan.

Secara materi kehidupannya memang mapan. Tetapi waktu sehari-harinya sangat sedikit karena ia dituntut dedikasinya untuk menyelamatkan jiwa manusia. Dimana setiap hari banyak orang yang sakit dengan beraneka macam jenis bahkan tak jarang yang mengerang di ujung nyawa sekalipun.

Dokter juga manusia. Ia juga bisa tegang. Apalagi jika pasien yang dihadapinya bertaruh dalam pertarungan hidup dan mati. Sesuatu yang harus terus dipertahankan pada sikapnya adalah berpikir dengan benar dan tepat. Juga dapat bertindak dengan cepat. Tak jarang, ia pun sering dihadapkan pada bagaimana ia harus menjelaskan keadaan pasien kepada keluarganya.  Berusaha membuat mereka bisa mengerti dan faham apa yang sebenarnya terjadi. Bahkan tekanan psikologis yang dialaminya bisa saja terbawa sampai rumah. Misalnya perasaan menyesal karena gagal menyelematkan jiwa pasien dan lain sebagainya. Tugas yang berat tapi mulia adanya.

Apalagi untuk menjadi dokter spesialis. Dibutuhkan waktu lebih panjang lagi untuk mendalami ilmu kedokteran tertentu. Ia harus melanjutkan pendidikan pasca sarjananya sebagai pendidikan profesi lanjutan. Bisa dilakukan setelah menyelesaikan pendidikan dokter umum atau sesudah menyelesaikan wajib kerja sarjananya. Lamanya mulai dari 6 semester sampai 11 semester tergantung jenis spesialisasi yang diminatinya.

Berikut program pasca sarjana untuk spesialis kedokteran dengan kuliah berjumlah 6 semester. Yakni Spesialis Andrologi dengan gelar Sp.And, Kedokteran Forensik dengan gelar Sp.F, farmakologi klinik dengan gelar Sp.FK, Mikrobiologi Klinik bergelar Sp.MK,  Kedokteran Okupasi  bergelar Sp.Ok, Patologi Anatomi bergelar Sp.PA.

Dan yang harus melewatinya dengan 7 semester adalah Anastesi yang kelak digelari Sp.An,  penyakit kulit dan kelamin – Sp.KK, Kedokteran nuklir – Sp.KN, kedokteran olahraga – Sp.KO, mata – Sp.M, Onkologi Radiasi – Sp.Onk.Rad, Paru (pulmonologi) – Sp.P dan Radiologi –  Sp.Rad.

Dan yang membutuhkan 8 semester adalah spesialis anak – Sp.A, kedaruratan medik -Sp.EM, kedokteran jiwa atau psikiater – Sp.KJ, Patologi Klinik – Sp.PK, Rehabilitasi Medik – Sp.RM, Saraf dan Neurolog – Sp.S, Telinga hidung tenggorokan-bedah kepala leher – Sp.THT-KL.

Dan yang menjalani masa kuliah lagi selama 9 semester yakni Obstetri & Ginekologi (kebidanan dan kandungan) – Sp.OG, Orthopaedi dan Traumatologi – Sp.OT. Penyakit Dalam – Sp.PD.

Dan yang menjalani 10 semester lagi perkuliahan adalah spesialis bedah – Sp.B, bedah anak- sp.BA, bedah Toraks Kardiovaskuler – Sp.BTKV, bedah plastik- Sp.BP, jantung dan pembuluh darah –  Sp.JP dan urologi -  Sp.U.

Dan yang 11 semester adalah bedah syaraf yang bergelar Sp.BS. Sejalan dengan dunia kedokteran yang semakin berkembang, bisa jadi gelar-gelar dokter spesialis baru akan bermunculan. Misalnya untuk klasifikasi kerja dokter gigi, ada spesialis bedah mulut, konservasi gigi, kedokteran gigi anak, orthodonti (meratakan gigi) dan banyak lagi yang lainnya.

Spesialisasi seperti itu diperlukan mengingat penyakit baru berdatangan dan keahlian khusus sangat diperlukan. Terkadang seorang pasien harus ditangani oleh beberapa dokter dengan keahlian yang berbeda. Hal itu dimaksudkan agar penanganannya lebih komplit,  sehingga penyembuhan bisa dilakukan dengan lebih cepat. Risikonya terhadap keluarga pasien, selain mempercepat penyembuhan juga biaya yang dikeluarkan menjadi jauh lebih besar. Tapi itu adalah konsekuensi yang mau tidak mau harus kita terima. Makanya, jagalah kesehatan senantiasa. Karena kesehatan itu mahal harganya.

Sumber gambar : Dreamstime.

Kata kunci:

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on TumblrDigg thisShare on LinkedIn0