Donor Darah : Tulisan Mengenai Donor Darah

Jika mendengar kalimat donor darah, yang terbayang di benak kita terkadang adalah proses diambilnya darah dari dalam tubuh, dimana proses tersebut dapat mengurangi intensitasnya di tubuh. Padahal hal tersebut tidaklah benar. Kegiatan ini pada dasarnya adalah proses diambilnya zat tersebut dari tubuh seseorang, dimana orang tersebut melakukannya secara sukarela, untuk selanjutnya akan disimpan pada bank darah agar ketika suatu saat dibutuhkan dapat dimanfaatkan bagi yang membutuhkan.

Jika membahas donor dan bank darah, PMI adalah badan yang bertanggung jawab untuk melayani dan menyediakan kebutuhan darah di Indonesia. Semakin tingginya permintaan dan kebutuhan akan zat tersebut, menyebabkan organisasi ini harus bekerja keras untuk mengumpulkannya. Terlebih lagi jika sudah memasukin bulan puasa, intensitas pendonor menurun cukup drastic. Hal ini juga disebabkan oleh masih banyaknya orang yang percaya bahwa dengan menjadi pendonor, terutama di bulan puasa akan semakin membuat badan lemas dan tekanan darah menjadi lebih rendah. Padahal kesemua hal itu tidaklah benar.

Donor Darah

Donor Darah

Adapun untuk menjadi seorang pendonor, tidak dapat dilakukan begitu saja, akan tetapi ada beberapa hal yang harus dipenuhi sebagai persyaratan. Antara lain, minimal sang pendonor telah mencapai usia 17 tahun karena pada umur tersebut kekebalan tubuh sudah terbentuk dengan sempurna dan perkembangan tubuh pun telah sampai pada puncaknya.

Persyaratan lainnya adalah memiliki berat badan minimal seberat 45 kg dengan tekanan darah 110 – 160 mmHg serta denyut nadi 50 – 100 kali per menitnya. Hal ini haruslah dipenuhi, agar setelah melakukan donor, sang pendonor tidak akan pingsan dan jatuh sakit. Itulah kenapa, bagi para penderita tekanan darah rendah, tidak akan disarankan untuk melakukan kegiatan sukarela ini.

Selain itu, suhu tubuh harus berada dalam rentang aman, yaitu 36 – 37.5 derajat Celcius atau dalam keadaan tidak demam. Intensitas hemoglobin nya pun harus sebesar 13 gram-persen untuk pria dan 12 gram-persen untuk wanita. Jika ada salah satu persyaratan ini tidak terpenuhi, maka sebaiknya anda tidak menjadi pendonor, agar tidak terjadi hal berbahaya lainnya yang dapat memicu penyakit lainnya.

Sebelum mendonor, anda akan di tes terlebih dahulu sebelum dilakukan proses transfusi. Bagi mereka penderita beberapa penyakit berbahaya, seperti penyakit kulit, talasemia, hepatitis B, hepatitis C, TBC, epilepsi, sifilis dan HIV/AIDS tidak akan bisa menjadi pendonor. Mereka yang ketergantungan narkoba dan pengkonsumsi berat alcohol juga tidak akan bisa menjalani proses transfusi ini.

Selain penyakit tersebut, mereka yang baru saja mendapatkan suntikan vaksin, seperti vaksin rabies, polio, toksoid, kolera dan tetanus juga tidak akan lolos tahap seleksi. Karena dikhawatirkan, vaksin yang baru saja disuntikkan tadi masih ada di dalam darah, dimana jika kelak dipergunakan oleh orang lain dengan golongan sama akan menimbulkan efek samping lainnya. Dan proses donor ini sangat dilarang bagi wanita hamil, baru melahirkan dan sedang menyusui. Karena pada masa-masa ini, wanita lebih membutuhkannya, terutama wanita hamil yang membutuhkan cukup darah untuk pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungannya.

Lalu kapan saja kita dapat melakukan proses transfusi ini? Seseorang dapat melakukannya sebanyak maksimal 5 kali dalam 1 tahun dengan rentang 3 bulan setelah proses transfusi terakhir. Sehingga tubuh memiliki waktu cukup untuk memenuhi kebutuhan bagi organ tubuh lainnya.

Sebenarnya, menjadi pendonor memiliki berbagai manfaat, terutama bagi kesehatan tubuh. Dengan melakukan proses ini, kita dapat memeriksakan kondisi kesehatan tubuh dengan teratur. Karena sebelum proses pendonoran, tekanan darah, hemoglobin, berat badan dan jenis penyakit yang diderita dapat diketahui melalui tes awal. Dengan menjadi pendonor, anda juga dapat mengetahui golongan darah, karena bukan hal aneh lagi ada beberapa yang tidak mengetahui golongan darahnya. Manfaat lainnya adalah dapat mengurangi kandungan zat besi berlebih di dalam tubuh, menurunkan resiko penyakit jantung karena secara otomatis mampu menurunkan kadar kalori.

Dengan berbagai manfaat yang dapat diperoleh, anda tidak perlu takut lagi menjadi pendonor. Karena sebelum mendonorkan, kondisi kesehatan anda akan diperiksa terlebih dahulu sehingga anda tidak akan kekurangan jumlah sel darah di dalam tubuh sehingga tetap aman.

Sumber gambar : http://lintasterkininews.com/wp-content/uploads/2012/12/kampanye-Donor-Darah.jpg

Kata kunci: