Evaluasi Pendidikan – Catatan Terkait Evaluasi Pendidikan

Dalam dunia pendidikan perlu adanya evaluasi agar proses pendidikan yang sedang berlangsung dapat berjalan sesuai dengan harapan. Pendidikan erat kaitannya dengan memperbaiki kepribadian dalam diri seseorang. Kepribadian tersebut meliputi segala tingkah laku dalam bersikap, beragama, kecerdasan, serta jati diri yang ada di dalam diri seseorang. Evaluasi dalam dunia pendidikan dimaksudkan untuk mensurvei segala bentuk kegiatan yang ada di dalam proses pendidikan tersebut. Jika di evaluasi maka proses pendidikan sejalan dengan hasil baik kedepannya.

Namun jika tidak dilakukan evaluasi dapat dikhawatirkan terdapat penyimpangan dalam dunia pendidikan, misalnya : Dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang diberikan kepada sekolah harus dilakukan evaluasi agar bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan secara penuh bagi pembangunan sekolah serta penerimaan dana dapat sampai ke penerima yang berhak mendapatkannya. Di dalam dunia pendidikan pun tidak luput dari sasaran korupsi. Banyak oknum dalam dunia pendidikan yang menyelewengkan bantuan dari pemerintah sehingga bantuan sampai ke penerima yang berhak dalam kedaan tidak utuh, bahkan penerima tidak mendapatkan haknya sedikitpun. Kecurangan seperti inilah yang menjadi satu masalah besar dalam dunia pendidikan dan harus diadakan evaluasi secara lebih dalam

Evaluasi dalam dunia pendidikan memiliki peranan serta fungsi yang sangat penting bagi kemajuan dunia pendidikan. Berikut ini adalah beberapa fungsi adanya evaluasi dalam dunia pendididkan antara lain :

  1. Untuk mengetahui dan memahami segala perkembangan dan kemajuan yang ada pada diri peserta didik dalam suatu jenjang pendidikan dalam kurun waktu tertentu. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengoreksi permasalahan proses pembelajaran yang dialami oleh peserta didik dan juga untuk memperbaiki cara belajar dari peserta didik itu sendiri. Selain itu juga digunakan untuk mengisi raport atau surat tanda tamat belajar yang nantinya digunakan untuk mengetahui lulus-tidaknya peserta dan naik-tidaknya peserta didik.
  2. Untuk mengetahui keberhasilan dalam suatu proses pengajaran yang terjadi di lembaga pendidikan. Pengajaran adalah suatu sistem yang terdiri dari beberapa komponen yang saling berkaitan satu sama lain. Komponen yang dimaksud dalam arti tersebut adalah metode, bahan ajar atau materi, dan tujuan pengajaran. Semua komponen tersebut saling berkaitan satu sama lain.
  3. Sebagai faktor untuk menentukan layanan Bimbingan dan Konseling atau BK. Survei yang telah dilakukan terhadap peserta didik tersebut nantinya akan digunakan sebagai informasi dan sumber data bagi guru pembimbing BK untuk dapat melakukan konseling terhadap murid secara keseluruhan agar nantinya tidak terjadi hambatan dalam proses pembelajaran tahap selanjutnya.
  4. Untuk memperbaiki dan merevisi kurikulum yang ada di sekolah tersebut. Dengan adanya evaluasi secara rutin terhadap peserta didik diharapkan akan dapat memahami hambatan dalam pengajaran siswa agar nantinya dapat dilakukan perubahan terhadap isi dalam kurikulum yang ada di sekolah tersebut. Kebanyakan hambatan para siswa terletak di kesulitan dalam memahami suatu mata pelajaran tertentu. Maka dari itu harus ada revisi atau perbaikan pada kurikulum yang digunakan agar masalah kesulitan memahami mata pelajaran dapat diselesaikan. Walaupun kurikulum yang ada di Indonesia bersifat nasional dan dianut oleh semua sekolah yang ada di Indonesia, namun para guru juga dapat ikut andil dalam proses penyusunan kurikulum dan memberikan masukan untuk pembuatan kurikulum yang baru.

Secara garis besar evaluasi harus dilakukan oleh pihak sekolah melalui guru pembimbing yang ada. Dengan adanya evaluasi, masalah dan hambatan dalam proses pengajaran dapat diminimalkan atau bahkan dapat dihilangkan. Jika hambatan dan tantangan tersebu hilang tentu semua peserta didik dapat lulus dengan hasil yang sangat memuaskan serta kemajuan dan tingkat akreditasi sekolah akan naik. Semua hal tersebut bersifat saling menguntungkan antara pihak sekolah dan juga peserta didik.

Evaluasi Pendidikan

Evaluasi Pendidikan

 

Akreditasi sekolah dapat dinaikkan jika kualitas lulusan yang dihasilkan sangat bermutu atau bisa dikatakan lulusannya memiliki kecerdasan yang tinggi. Selain itu, fasilitas serta sarana yang disediakan oleh sekolah harus memenuhi standard yang telah ditetapkan oleh kementrian pendidikan dan badan akreditasi nasional karena fasilitas yang ada akan memudahkan peserta didik untuk lebih memahami suatu mata pelajaran yang diajarkan.

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on TumblrDigg thisShare on LinkedIn0