Film Anak : Catatan Terlengkap Film Anak

Siapa yang tidak mengenal dan tidak pernah menonton film? Tentu saja semua orang pernah menonton media hiburan yang disebut film ini, yang tentu saja memiliki berbagai genre tertentu. Apakah itu film dewasa, film remaja, film anak ataupun film yang dapat ditonton oleh semua umur. Salah satu genre film yang saat ini sering mendapat perhatian adalah film anak. Film anak yang merupakan salah satu media hiburan audio-visual yang memiliki pesan tertentu yang terkandung di dalamnya yang ditujukan untuk anak-anak/penonton usia anak, yang sekaligus dapat menjadi media komunikasi antara orang tua dan anak.

Film anak yang beredar di pasaran ini bermacam-macam tema dan judulnya. Ada jenis film anak yang mengandung cerita petualangan, cerita kartun atau cerita mengenai dunia hewan. Akan tetapi pada dasarnya, film anak yang ada memiliki pesan-pesan ataupun makna kehidupan yang terkandung di dalamnya, yang memiliki daya tarik sendiri kepada anak. Proses penyampaian pesan ini menggunakan gambar, suara ataupun simbol-simbol tertentu, yang tentu saja ke semuanya adalah hal-hal yang disukai oleh anak-anak.

Film anak yang beredar di pasaran saat ini dapat digolongkan menjadi film anak fiksi dan film anak non-fiksi. Apakah perbedaan yang dimiliki oleh dua golongan film anak ini? Film anak fiksi adalah film anak yang dibuat berdasarkan cerita buatan, atau untuk mudahnya bisa juga disebut film anak khayalan. Biasanya, film anak yang termasuk kepada golongan ini adalah film anak yang menceritakan superhero ataupun cerita kartun. Kejadian yang ada di dalam film anak jenis ini memiliki kemungkinan kecil untuk terjadi di dunia nyata. Salah satu contoh film anak fiksi yang pernah ada seperti film ‘Ice Age’ dan film kartun ‘Doraemon’ yang keduanya sama-sama mengandalkan teknik animasi.

Sedangkan film anak non-fiksi adalah film anak yang ceritanya biasanya diambil dari kejadian nyata, ataupun suatu kejadian nyata yang mungkin dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Film anak non-fiksi seperti film anak yang menceritakan kisah-kisah petualangan ataupun film anak yang menceritakan mengenai kehidupan dunia hewan di muka bumi ini.

Lalu kita pernah bertanya, kenapa ada pengklasifikasian jenis film menjadi film anak, film dewasa dan film yang dapat ditonton oleh semua umur? Kita kembali kepada penonton yang dituju oleh masing-masing jenis film tersebut. Film anak yang tentu saja ditujukan untuk anak-anak, dan hanya film jenis film anaklah yang boleh ditonton oleh anak-anak, terutama mereka yang masih kecil. Kenapa? Karena pada film anak, cerita dan adegan yang ditampilkan sesuai dengan usia anak-anak dan mengandung nilai-nilai moral positif, yang tentu saja dapat memberi manfaat pada diri anak.

Bayangkan saja jika anak yang kita sayangi tidak menonton film anak,tetapi justru menonton film dewasa yang berisi adegan kekerasan dan perkelahian, ucapan-ucapan yang tergolong kasar ataupun adegan-adegan lain yang belum sepantasnya mereka lihat dan dengarkan. Kesemua hal ini secara otomatis, mampu memberikan dampak negatif kepada anak tanpa kita sadari. Anak dapat saja berubah perilakunya menjadi kasar, mengucapkan kata-kata kasar hingga dampak-dampak negatif lainnya.

Sebenarnya pemandangan anak yang dibawa orang tuanya untuk menonton film yang bukan termasuk jenis film anak, adalah sesuatu yang sudah biasa pada jaman sekarang. Film-film yang bersifat dewasa ataupun film-film yang mengandung unsur kekerasan ditonton oleh seorang anak. Alangkah baiknya jika orang tua bijak memilih jenis film yang pantas untuk ditonton oleh sang anak bersama dengan orang tuanya. Dan film tersebut tentu saja adalah jenis film anak. Lalu bagaimana dengan orang dewasa yang masih menonton film anak? Film anak yang mengandung unsur lucu, unik dan memiliki nilai positif bisa menjadi salah satu alternatif hiburan pagi orang dewasa, dan tentu saja jenis film ini tidak akan menjadikan mereka bertingkah seperti anak-anak.

Jika ragu membawa anak menonton film anak di bioskop, belilah CD film anak yang saat ini sangat mudah kita dapatkan. Menonton film anak bersama, antara orang tua dan anak sekaligus dapat mempererat hubungan kekeluargaan yang ada diantara orang tua dan anak.

Source gambar : http://blog.umy.ac.id/aryjeyeg/files/2012/01/Film-cerita-Doraemon-300×241.jpg