Fungsi partai politik – Kumpulan Catatan Terlengkap Mengenai Fungsi partai politik

Partai sebagai kekuatan politik muncul  karena (1) berkembangnya  Lembaga-Lembaga Perwakilan (2) Meningkatnya frekuensi PEMILU dan (3) Meluasnya hak mereka yang bisa mengambil bagian dalam PEMILU. (hak politik-partisipasi politik rakyat).

Partai dalam artian Modern sebagai suatu organisasi massa berusaha untuk (1) Mempengaruhi proses politik, (2) merombak Kebijakan (3) Mendidik para pemimpin (4) memobilisasi penambahan anggota.

Partai politik pertama-tama lahir di negara-negara Eropa Barat. Dengan meluasnya  gagasan bahwa rakyat merupakan faktor yang determinan atau yang perlu diperhitungkan serta diikutsertakan  dalam proses politik. Partai politik menunjuk pada suatu organisasi yang terdiri dari sekelompok orang yang mempunyai nilai-nilai dan tujuan yang sama yaitu merebut dan mempertahankan kekuasaan politik.

(a). Kelompok orang yang membentuk suatu organisasi. Dalam hubungan dengan aturan permainan politik suatu negara, kadang-kadang secara formal dikuatkan dengan undang-undang. Jadi organisasi partai politik biasanya formal atu resmi sebagai penyalur aspirasi.

(b). Kelompok orang tersebut mempunyai nilai-nilai  dan tujuan yang sama, yang berbeda dengan nilai-nilai dan tujuan kelompok lain. Nilai-nilai  disini bisa idelogi, agama dll.

(c) kelompok ini mempunyai tujuan politik yaitu merebut  atau mempertahankan kekuasaan politik. Kekuasaan politik ini tercermin dalam jumlah dukungan yang diperoleh dalam pemilihan umum.

Fungsi partai politik.

Fungsi disini diartikan sebagai apa yang dapat dan seharusnya dilakukan oleh partai politik dalam rangka menyalurkan aspirasi, yaitu:

1). Sebagai sarana komunikasi politik, yaitu sebagai media atau perantara antara rakyat dengan pemerintah. Isi dan Program Partai adalah hasil dari  mendengarkan “ masyarakat “, menggabungkan serta dirumuskan, sehingga mencerminkan inti dari aspirasi dan kepentingan masyarakat untuk diperjuangkan dalam proses pembuatan kebijakan umum. Pelaksanaan fungsi ini merupakan titik tolak terwakili atau tidaknya kepentingan dan aspirasi masyarakat.

2). Sebagai sarana sosialisasi politik. Dalam proses sosialisasi ,partai politik berfungsi dalam menyebarkan, menerangkan serta mengajak masyarakat menghayati norma-norma dan nilai-nilai politik. Sosialisasi diartikan sebagai proses dimana seseorang atau kelompok orang mengenal, menghayati serta mengamalkan nilai-nilai dan norma-norma masyarakat. Proses ini merupakan permulaan orientasi ke dalam masalah-masalah politik. Melalui kegiatan ini partai politik ikut membina serta memantapkan norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. Kegoyahan atau keraguan terhadap norma-norma atau nilai-nilai dalam masyarakat dapat menumbuhkan sikap “ anomie” ( ketidak pastian nilai ) di masyarakat. Masa ini sering ditemui karena nilai-nilai lama mulai mengabur sedangkan nilai-nilai baru belum mantap di masyarakat. Sosialisasi politik dapat dilakukan  oleh partai politik dengan menerangkan hak dan kewajiban warga negara seperti pentingnya ikut pemilu, menyelenggarakan kursus-kursus kader, latihan berorganisasi dsb.

3). Sebagai sarana rekruitmen politik. Pelaksanaan fungsi dinyatakan dalam bentuk usaha dari partai politik untuk mengambil atau menarik orang-orang yang berbakat dalam politik untuk menjadi kader-kader politik. Usaha rekruitmen ini biasanya berkaitan erat dengan dengan sosialisasi  yang dilakukan partai politik dan disamping itu juga berhubungan erat dengan membangkitkan partisipasi politik.  Kader-kader politik  terus dibina untuk menjadi penerus nilai-nilai politik, sehingga ada kontinyuitas dalam mewariskan nilai-nilai kepada generasi selanjutnya melalui “ rekruitmen” dan pembinaan. Rekruitmen juga dapat mengurangi atau menghilangkan alienasi ( ketidak berdayaan atau perasaan keterasingan dari lingkungan ) di kalangan generasi muda.

4). Sebagai sarana pengatur konflik dalam masyarakat. Dalam masyarakat adanya perbedaan, persaingan bahkan konflik dalam batas-batas tertentu dianggap wajar. Dalam hal demikian partai politik berperan untuk mengatur atau menengahi konflik yang terjadi. Cara partai mengatur konflik di masyarakat adalah dengan membuat aturan permainan atau mendukung aturan permainan yang sudah ada dalam masyarkat.

Dari keempat fungsi partai politik nampak bahwa partai merupakan kelengkapan kehidupan bernegara yang sangat penting sekaligus merupakan ciri utama negara demokratis. Sebagai catatan di “negara-negara baru” partai belum berfungsi secara wajar dan belum sepenuhnya dilaksanakan, misalnya, komunikasi masih berjalan sepihak ( top-down ), sosialisasi terkadang hanya menyampaikan nilai-nilai dan norma-norma yang menguntungkan partai bahkan partai melakukan manipulasi nilai-nilai. Rekruitmen dilakukan bukan berdasarkan kemampuan tetapi lebih pada sistem kekeluargaan dan koneksi. Sebagai penengah konflik partai  sering bukan mendamaikan, tetapi ikut menambah konflik.

sumber gambar : http://is.gd/kOcROB

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on TumblrDigg thisShare on LinkedIn0