Golongan Darah : Informasi Mengenai Golongan Darah

Golongan darah merupakan sebuah pengkategorian pada seseorang berdasarkan zat aglutinogen turunan yang terdapat pada permukaan membran sel eritrositnya. Penyebab hal ini berupa perbedaan jenis protein dan karbohidrat pada permukaan membran eritrosit tersebut. Metode pengklasifikasian darah terpenting yakni penggolongan ABO serta faktor Rh (Rhesus) karena secara luas terdapat 46 jenis antigen berbeda selain ABo dan Rh meski jarang ditemukan. Adapun aktifitas pendonoran atau transfusi dari tipe yang tidak cocok dapat menyebabkan reaksi transfusi imunologis yang mengakibatkan syok, gagal ginjal, anemia hemolisis, bahkan hingga kematian.

Metode penggolongan ini ditemukan oleh seorang ilmuwan Austria kelahiran 18 Juni 1848 bernama Karl Landsteiner yang karena temuannya ini, ia mendapatkan penghargaan Nobel di bidang Kedokteran dan Fisiologi di tahun 1930.

Golongan Darah

Golongan Darah

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, penggolongan darah pada manusia ditentukan berdasarkan tipe aglutinogen atau antigen maupun aglutinin (antibodi) seseorang yang terkandung di dalam darahnya. Hal ini dapat dijelaskan secara sederhana sebagai berikut:

  • Seseorang dengan tipe A mempunyai sel eritrosit antigen A pada permukaan membran selnya dan hal tersebut akan menghasilkan antibodi terhadap antigen B dalam serum darahnya. Oleh karena itu, orang yang memiliki tipe A dengan rhesus negatif (A-) hanya bisa mendapatkan darah dari individu bertipe A- atau O-.
  • Seseorang dengan tipe B mempunyai antigen B pada sel eritrositnya dan hal tersebut akan menghasilkan antibodi terhadap antigen B dalam serum darahnya. Oleh karena itu, orang yang memiliki tipe B rhesus negatif (B-) hanya mampu mendapatkan darah dari individu bertipe B- atau O-.
  • Seseorang dengan tipe AB mempunyai sel eritrosit antigen A maupun B pada permukaan membran selnya dan tidak akan menghasilkan antibodi terhadap antigen A ataupun B dalam serum darahnya. Oleh karena itu, orang yang memiliki tipe AB rhesus positif (AB+) dapat memperoleh darah dari individu bergolongan ABO dengan rhesus apapun. Akan tetapi orang dengan tipe AB+ hanya bisa mendonorkan darah kepada individu bergolongan darah AB+ saja dan tidak kepada golongan lain. Hal ini menyebabkan tipe AB disebut juga sebagai resipien universal.
  • Seseorang dengan tipe O mempunyai sel eritrosit tanpa antigen namun menghasilkan antibodi terhadap antigen A maupun B dalam serum darahnya. Oleh karena itu, orang yang memiliki tipe O rhesus negatif (O-) bisa mendonorkan darahnya kepada tipe ABO apapun. Meskipun demikian individu bertipe O- hanya bisa menerima darah darigolongan O-. Orang dengan golongan O disebut juga donor universal.

Kebanyakan orang di dunia memiliki golongan darah O walaupun pada beberapa negera tertentu seperti Norwegia dan Swedia, lebih banyak dijumpai golongan A sedangkan di beberapa daerah lainnya golongan B yang lebih dominan. Aglutinogen A lebih sering ditemukan dibanding aglutinogen B, sedangkan untuk golongan AB yang membutuhkan keberadaan dua aglutinogen A dan B paling jarang ditemukan di dunia.

Karl-Landsteiner

Karl-Landsteiner

Cara lain untuk dalam penggolongan yaitu menggunakan faktor Rhesus. Nama ini didapatkan setelah Karl Lansteiner di tahun 1940 menemukan bahwa monyet Rhesus memiliki faktor tersebut. Apabila seseorang tidak memiliki faktor Rh pada eritrositnya maka memiliki golongan darah Rh negatif dan berlaku juga sebaliknya untuk mereka dengan faktor Rh pada eritrositnya disebut memiliki golongan darah Rh+. Metode pengklasifikasian ini umumnya digabungkan dengan klasifikasi ABO. Kecocokan faktor Rhesus sangat vital karena menentukan kompatibilitas suatu tipe. Contohnya sesorang dengan Rh+ hendak melakukan pendonoran terhadap resipen Rh- berpotensi menyebabkan produksi antibodi terhadap antigen Rh(D) serta mengakibatkan hemolisis yaitu pecahnya membran eritrosit. Hal seperti ini biasanya dapat terjadi pada wanita saat atau di bawah usia bersalin dikarenakan faktor Rh yang mempengaruhi janin saat kehamilan.

Di luar golongan ABO, terdapat pula golongan darah lain di dunia ini seperti Diego Positif dengan 21 faktor darah langka serta ditemukan hanya pada penduduk Asia Selatan dan suku pribumi Amerika, golongan M, N, dan MN untuk tes kesuburan, Duffy negatif atau disebut juga DARC (Duffy antigen/chemokine receptor) pada populasi Afrika, sistem antigen Lutherans yang mendeskripsikan 21 antigen dalam satu set berdasarkan gen pada kromosom 19, dan masih banyak  lainnya.

Sumber gambar: netwellness.org, famousscientists.org

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on TumblrDigg thisShare on LinkedIn0