Hujan Asam > Catatan Menarik Hujan Asam

Hujan asam adalah jenis hujan yang memiliki kadar pH atau derajat keasaman airnya dengan nilai 5,7. Dimana nilai ini sudah tergolong kepada zat bersifat asam. Hujan asam umumnya terjadi sebagai akibat aktivitas semburan lava gunung berapi dan proses biologis yang terjadi di dalam tanah, laut ataupun rawa. Tapi seiring dengan kemajuan industri, keberadaan fenomena ini lebih banyak disebabkan oleh polutan hasil pembakaran bahan bakar fosil.

Pembakaran bahan bakar fosil? Proses pembakaran bahan bakar fosil berupa minyak atau batu bara, dapat kita temukan dari aktivitas industri seperti pabrik ataupun pada gas buang kendaraan bermotor yang tidak bersifat ramah lingkungan. Hasil pembuangan ini tinggi akan kandungan zat sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen oksida (NOx) dimana selanjutnya akan terakumulasi di atmosfer.

Hujan Asam

Hujan Asam

Lalu bagaimana kedua zat ini dapat memicu terjadinya hujan asam? Hasil pembakaran bahan bakar fosil berupa gas SO2, NOx, SO2 akan terlepas ke atmosfer, berinteraksi dengan udara lalu menempel serta menyatu dengan partikel-partikel di awan. Awan tersebut tentu saja tidak akan berdiam di tempat yang sama dan selalu dalam kondisi tetap. Jika uap air sudah menumpuk dan cukup untuk terjadinya hujan, zat emisi tadi akan larut bersama partikel air dan turun ke bumi.

Proses larutnya zat emisi tadi dengan air hujan akan membentuk senyawa asam sulfat (H2SO4) dan asam nitrat (HNO3), dimana kedua nya adalah senyawa asam kuat. Dengan terbentuknya kedua senyawa ini, ototmatis air hujan yang terjadi pun akan bersifat asam. Sifat asam kuat adalah mampu melarutkan zat padat serta banyak digunakan sebagai bahan peledak, sehingga tentu saja berbahaya jika bercampur dengan air hujan.

Kita sebagai manusia, umunya tidak akan merasakan perbedaan atau terjadinya fenomena ini. Karena warna dan rasa airnya sama dengan air hujan normal. Akan tetapi, jika air tersebut langsung bersentuhan dengan kulit, maka akan menimbulkan rasa gatal hingga pedih. Untuk mereka dengan kekebalan tubuh rendah, akan berakibat fatal, seperti timbul rasa mual dan pusing, hingga beberapa penyakit seperti gangguan fungsi jantung, bronkhitis serta asma. Karena partikel tersebut dapat juga terhirup hingga ke paru-paru kita manusia.

Selain itu, fenomena ini juga dapat menimbulkan kerusakan lainnya pada lingkungan. Jika tanaman terkena airnya, maka tidak lama kemudian daun-daunnya akan mengering hingga tanaman tersebut akan mengering dan mati. Tanah di sekitar daerah tersebut pun tidak lagi subur, sehingga tidak lagi dapat digunakan untuk bercocok tanam. Maka tidak heran, pernah muncul fenomena beberapa puluh pohon mati mengering pada suatu hutan lindung.

Jika air hujan asam bercampur dengan air di danau, sungai atau lautan, efeknya dapat membunuh spesies ikan yang memiliki toleransi rendah terhadap perubahan kondisi pH air. Kemudian, kedua zat tersebut juga dapat meningkatkan kadar alumunium di dalam air yang dapat menyebabkan keracunan pada berbagai jenis ikan. Hujan asam juga dapat menimbulkan korosi pada bagian bangunan yang terbuat dari besi dan baju, juga dapat merusak komponen kendaraan.

Fenomena ini pertama kali terjadi di daerah industri di Inggris, tepatnya daerah Mancherster pada tahun 1852. Keadaan terparah akibat fenomena ini terjadi pada tahun 1990, dimana di kota New York muncul laporan mengenai meningkatnya kerusakan lingkungan akibat hujan asam. Sehingga mulai saat itu, kesadaran masyarakat akan bahayanya semakin meningkat dan semakin banyak dilakukan usaha-usaha pencegahan.

Salah satu cara untuk mencegah terjadinya hujan asam tentu saja membutuhkan peran aktif dari para pihak pelaku industri. Pabrik dengan proses pembakaran bahan bakar fosil haruslah mengurangi kadar belerang sebelum bahan tersebut dibakar dan melakukan pengendalian emisi setelah proses tersebut. Pabrik juga menggunakan filter untuk polusi pada setiap saluran pembuangan sisa pembakaran. Dan untuk pihak lain, hentikan penggunaan bahan bakar dengan kandungan belerang tinggi, karena hal ini ikut member kontribusi dalam terciptanya hujan asam. Dan cara pencegahan terbaru yang mulai banyak diterapkan di industri adalah pemanfaatan gas buangan , terutama sulfat untuk dioleh pada land-fill terlebih dahulu.

Sumber gambar : http://goo.gl/Am2nya

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on TumblrDigg thisShare on LinkedIn0