Hujan > Kumpulan Tulisan Mengenai Hujan

Diberbagai belahan dunia, banyak hal yang bisa kita jumpai secara alami. Baik dalam bentuk fisik maupun secara suhu udara yang tiba – tiba menyengat tubuh dengan sendirinya. Peristiwa alam ini ditandai adanya perubahan udara maupun keadaan langit dimana secara keseluruhan merupakan sebuah anugrah dari Yang Maha Kuasa, sekaligus bukti bahwa segala sesuatunya harus disyukuri dan dijadikan manfaat bagi semua makhluk di muka bumi.

Sejumlah keadaaan istimewa berwujud natural seperti pelangi dimana membentang dari ujung langit utara hingga selatan mengawali indahnya sebuah keharmonisan semesta, nuansa embun yang menghiasi dedaunan akibat adanya kelembaban tinggi di pagi hari maupun turunnya kabut dari langit melalui  lereng pegunungan. Dan pergantian terbitnya matahari serta bulan dimana menandakan terjadinya perubahan waktu dari siang menuju malam hari, begitulah terjadinya siklus tersebut mengiringi bumi secara tetap dan terus menerus.

Hujan

Hujan

Ada pula proses peristiwa alam lainnya dimana bersifat tetap terjadinya secara periodik, yaitu perubahan iklim / cuaca pada suatu wilayah. Iklim merupakan suatu proses alamiah yang mendasar, terpola serta biasanya diimbangi berbagai tanda – tanda konkret. Adapun kita mengenal 2 jenis iklim terjadi di Indonesia yaitu Hujan dan kemarau, dengan segala manfaatnya mampu mempengaruhi secara langsung siklus kehidupan manusia.

Hujan misalnya, mendorong hasil bumi dalam bentuk tumbuhan menjadi lebih subur, membuat struktur permukaan tanah menjadi lembab serta mampu menghasilkan zat hara tinggi untuk ditanami berbagai macam tumbuhan. Lain halnya dengan kemarau, tampak diberbagai daerah mengalami kekeringan, kekurangan air tanah sampai kepada gagalnya panen atas berbagai jenis tumbuhan akibat kurangnya pengairan secara alami.

Hujan mengandung cairan tinggi dimana tersalurkan langsung dari uap air, umumnya berasal dari samudera luas tanpa adanya campur tangan manusia. Dalam hal ini, sifat zatnya masih alami serta tidak terkontaminasi dengan zat lain dari dalam tanah. Segala proses penguapan tersebut terkumpul pada bagian atmosfer yang terbawa melalui awan. Dengan intensitas semakin tinggi disaat musim hujan terjadi, maka awan – awan inilah sebagai penghantar langsung smber air tersebut ke daratan.

Keseluruhan permukaan tanah pun ikut terguyur tanpa terkecuali, meski berada dekat dengan lokasi terjadinya hujan namun aliran deras tak terbendung melewati struktur dalam tanah secara merata. Hal inilah yang kemudian menjadi sumber daya alam bagi para petani agar mampu berproduksi secara total bagi sejumlah lahan persawahannya.  Tidak hanya seorang petani, sebenarnya kita semua pun sangat membutuhkan iklim tersebut. Terkadang bahkan sering terlintas dari benak kita semua tentang setiap terjadinya hujan, dimana tidak sedikit mengganggap iklim tersebut menjadi sebuah hambatan dalam beraktifitas. Sungguh sangat ironis pemikiran egois manusia dalam menyikapi hujan tersebut. Tanpa disadarinya justru dengan sering terjadinya hujan, akan mampu mengisi kebutuhan air tanah yang selalu menipis bahkan hampir bisa dipastikan mengering.

Mengapa hal tersebut bisa terjadi. Kembali pada kebutuhan makhluk hidup, siapa yang merasakan udara segar, menghirupnya di alam bebas dimana  merasa sama sekali tidak pernah membutuhkan air? Hampir bisa dipastikan semua makhluk hidup mulai dari hewan, tumbuhan dari ukuran terkecil hingga terbesar pun sangat membutuhkan zat tersebut. Terlebih sebagai manusia, harus diakui bahwa kebutuhannya tak hanya memerlukan tetapi justru dijadikan aset utama dalam berkehidupan. Semua sumber mata air sat ini pun dijadikan bisnis bagi segolongan pihak.

Sehingga, pemanfaatan air pun melebihi batas maksimal kebutuhan manusia. Untuk itulah kita memang sangat memerlukan sekali terjadinya cuaca tersebut bahkan lebih dari sekedar hujan sesaat melainkan secara berkala. Sebagai suatu proses mengisi kembali sumber air dari pori – pori tanah agar sampai pada seluruh jangkauannya di permukaan bumi. Dan, terkadang tak hanya air biasa yang turun sebagai bukti iklim tersebut terjadi. Ada juga berbentuk bola – bola kecil seperti kapas beterbangan atau lebih dikenal dengan salju, sampai pada turunnya kerikil – kerikil berbentuk es batu dimana turun secara lokal hanya di sebuah tempat atau daerah saja. Pola tersebut terjadi, sangat bergantung pada keadaan alam berkaitan terhadap naik turunnya suhu pada suatu wilayah, sehingga mengakibatkan fenomena alam tersebut terjadi.

Sumber gambar : http://goo.gl/bM6h5

Kata kunci:

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on TumblrDigg thisShare on LinkedIn0