Hutan Hujan Tropis | Catatan Terlengkap Hutan Hujan Tropis

Ekosistem alam sangatlah penting bagi kehidupan makhluk hidup di bumi. Keseimbangannya menjadikan kehidupan di bumi menjadi lebih baik dan sempurna. Salah satu keseimbangan ekosistem yang perlu dijaga adalah hutan, merupakan salah satu penjaga keseimbangan makhluk. Keberadaan hutan menjadi komoditi utama bagi keberlangsungan kebutuhan manusia serta makhluk didalamnya. Makna dari hutan sendiri merupakan kawasan luas ditumbuhi berbagai macam tumbuhan serta pepohonan, penuh  dengan spesies hidup besar maupun kecil.

Banyak ketergantungan makhluk hidup bergantung pada hutan, selain sebagai sumber penghasil makanan juga sebagai sumber  oksigen terbesar didunia. Indonesia tergolong sebagai kawasan Hutan Hujan Tropis terbesar didunia, Beberapa ahli peneliti mengakui keberadaan kawasan satu-satunya terbesar beserta makhluk hidup yang menghuninya. Tidak jarang spesies hidup dilingkup Indonesia memiliki keunikan tersendiri dan bisa dibilang langka karena di tempat lain jarang dijumpai.

Hutan Hujan Tropis

http://anahrahmat44artikle.blogspot.com

hutan hujan tropis

http://shandikadika.blogspot.com

Kawasan hutan hujan tropis di Indonesia tidak hanya menyimpan sumber daya alam berupa kayu, namun merupakan penyeimbang iklim di beberapa benua. Jika kita memasuki daerah ini akan terasa lembap seperti masuk dalam ruang sauna, pemandangannya pun berlainan.

Hal tersebut membuktikan bahwa segala spesies tumbuhan maupun hewan yang hidup didalamnya memiliki corak khas termasuk penyusun organisme dari yang terkecil sekalipun. kawasan ini merupakan rumah setengah spesies yang hidup diseluruh dunia, selain itu ¼ jenis tumbuhan obat di dunia dapat ditemui disini, maka sering disebut juga farmasi terbesar dunia. Jadi dapat dikatakan bentuk perkembangan kehidupan dikawasan ini sangat khas, unik, rumit, dan dinamis.

Pada dasarnya semua penyusunnya menyesuaikan diri sehingga menghasilkan bentuk klimaks, yaitu suatu bentuk masyarakat tumbuhan dan satwa yang paling cocok dengan keadaan lingkungan yang tersedia. Hutan hujan tropis yang masih utuh mempunyai jumlah spesies tumbuhan yang sangat banyak. Seperti kawasan lindung Kalimantan mempunyai lebih dari 40.000 spesies tumbuhan, serta merupakan daerah paling kaya spesiesnya di dunia. Di antara 40.000 spesies tumbuhan tersebut, terdapat lebih dari 4.000 spesies tumbuhan termasuk golongan pepohonan besar dan penting. Di dalam setiap hektarnya dapat dikatakan mengandung sedikitnya 320 pohon  berukuran garis tengah lebih dari 10 cm.

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan 17.000 lebih pulau yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Keberagaman hayati tumbuh diseluruh kawasan lindung di Indonesia, membuat Hutan hujan tropis negara ini mempunyai ciri khas yang khusus dibandingkan belahan bumi lainnya. Keterkaitan antara komponen penyusunnya memungkinkan bentuk strukturnya dapat memberikan fungsi lainnya seperti stabilitas ekonomi, produktifitas biologis tinggi, siklus hidrologis memadai dan sebagainya. Berdasarkan keadaan lapangan, tipe tersebut memiliki kesuburan tanah sangat rendah, tanah tersusun oleh partikel lempung bermuatan negatif rendah seperti kaolinite dan illite. Kondisi tanahnya juga menunjukkan keunikan dan ciri khas tersendiri seperti aktivitas biologis tanah lebih bertumpu pada lapisan tanah atas (top soil).

Aktivitas biologis tersebut sekitar 80% terdapat pada top soil saja, Kenyataan tersebut menunjukkan bahwa hutan hujan tropis merupakan ekosistem rapuh (fragile ecosystem), karena setiap komponen tidak bisa berdiri sendiri. Selain itu merupakan salah satu tipe vegetasi hutan tertua dan telah menutupi banyak lahan. Ekosistem tersebut terbentuk oleh vegetasi klimaks pada daerah dengan curah hujan 2.000 -11.000 mm per tahun, rata-rata temperatur 25°C dengan perbedaan temperatur  kecil sepanjang tahun, serta rata-rata kelembapan udara 80%.

Pada dataran rendah ini didominasi oleh pepohonan besar membentuk tajuk berlapis-lapis (layering), sekurang-kurangnya tinggi tajuk paling atas rata-rata adalah 45 m (paling tinggi dibandingkan rata-rata hutan lainnya), rapat, dan hijau sepanjang tahun. Ciri khas tersebut membuat kawasan lindung di Indonesia sangat rentan terhadap kerusakan hutan. Kerusakan di Indonesia diperkirakan mencapai 2 juta hektar per tahun, disebabkan oleh berbagai faktor baik dari pihak pencari keuntungan semata maupun dari cara pengelolaan hutan yang salah, karena tidak mengerti tentang karakteristiknya. Perlu mendapat perhatian penuh dari masyarakat maupun pemerintah terkait untuk tetap menjaga ekosistem alam. Bukan tidak mungkin jika beberapa tahun kedepan kita akan kehilangan satu-satunya penjaga keseimbangan makhluk hidup terkikis pelan-pelan begitu saja.

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on TumblrDigg thisShare on LinkedIn0