Industri Kreatif > Artikel Terlengkap Industri Kreatif

Pertumbuhan perekonomian di Indonesia beberapa tahun terakhir ini menunjukkan angka yang cukup membanggakan. Pasalnya angka pertumbuhan ekonomi di Indonesia ini mencapai presentase sebesar 6,2 dan menempatkan Indonesia sebagai 10 besar negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di seluruh dunia. Bahkan Menteri Keuangan Indonesia yang belum genap satu tahun menjabat pun memprediksikan bahwasannya pertumbuhan ekonomi di Indonesia meningkat menjadi 6,4%-6,5% di tahun 2014.

Peningkatan angka pertumbuhan ekonomitersebut diperkirakan karena perekonomian global saat ini tengah mengalami perbaikan. Karena adanya perbaikan tersebut, Menkeu mulai optimis dengan perkembangan ekonomi dalam negeri pada 2014. Hal itu disebabkan terjadi hubungan sebab-akibat, apabila pertumbuhan ekonomi global naik maka kuota perdagangan dunia juga akan naik. Dengan naiknya volume perdagangan dunia, maka angka ekspor Indonesia pun kemungkinan naik.

Didalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia ini, ada sektor industri kreatif yang juga turut ambil peran didalamnya. Sehingga keberadaan dari industri kreatif di Indonesia tidak bisa dianggap remeh. Pendapatan dari sektor industri kreatif pun pada tahun 2008 mampu menyumbang sebesar 6,3% dari keseluruhan GDP(Gross Domestic Product) atau Produk Domestik Bruto. Dan untuk kegiatan ekspor nasional, industri kreatif mampu mengambil perannya sebesar 10,6%. Keberadaan industri kreatif ini oleh beberapa pihak ahli ekonom dianggap mampu menjaga kestabilannya di berbagai terpaan krisis finansial yang saat ini tengah melanda jika dibandingkan dengan sektor industri berbasis teknologi yang saat ini banyak yang gulung tikar.

Pengertian industri kreatif sendiri yang tercantum pada wikipedia.com merupakan berbagai kumpulan aktivitas-aktivitas di bidang perekonomian yang berkaitan dengan kegiatan penciptaan maupun penggunaan pengetahuan ataupun informasi. Di negara-negara Eropa, industri kreatif ini lebih dikenal dengan sebutan Ekonomi Kreatif atau juga disebut Industri Budaya. Berbeda dengan pengertian yang dilansir wikipedia.com mengenai industri kreatif, Kemendag Indonesia menyatakan bahwa yang dimaksudkan dengan industri kreatif yaitu kegiatan industri yang didalamnya terdapt kegiatan pemanfaatan kreativitas SDM, bakat individu dan juga keterampilan dalam mewujudkan kesejahteraan dengan cara menciptakan lahan pekerjaan yang nantinya dapat mengahasilkan inovasi dan kreasi dari masing-masing individu.

Di Indonesia sendiri, industri kreatif dibagi atau dipetakan kedalam berbagai subsektor yang dilakukan oleh Departemen Perdagangan Indonesia. Adapun subsektor dalam sektor industri kreatif ini diantaranya kegiatan periklanan, arsitektur, pasar barang seni, kerajinan, desain, fashion, video, film, fotografi, permainan interaktif, musik, seni pertunjukkan, penerbitan dan percetakan, televisi dan radio, riset dan pengembangan serta kuliner. Industri kreatif ini memang berbeda dai jenis industri lainnya seperti industri yang berbasis teknologi misalnya. Industri kreatif ini lebuh berpusat pada karya yang dihasilkan oleh individu. Atau dapat dikatakan juga bahwa modal utama dari pelaksanaan industri kreatif ini adalah inovasi dan kreativitas yang dimiliki oleh suatu individu. Sedangkan industri lainnya biasanya modal dan tenaga kerja yang menjadi modal utamanya. Jika dalam melakukan industri kreatif kita hanya punya modal saja tapi tidak mempunyai daya dalam menginovasikan dan daya kreativitas maka akan terbuang percuma.

Keberadaan perekonomian Indonesia tak dapat dipungkiri jika hampir seperempatnya ditopang dari keberadaan industri kreatifnya. Pertumbuhan angka keberadaan industri kreatif bisa diibilang tidak mengecewakan, meskipun angka pertumbuhannya terbilang kecil yakni hanya sebesar 7%. Namun dengan angka yang tidak mencapai 10% tersebut ternyata mampu juga dalam membantu pertumbuhan perekonomia di Indonesia. Subsektor yang dominan dalam menyumbang pertumbuhan perekonomian yakni dari subsektor fashion dan kerajinan. Kontribusinya tersebut berupa jumlah unit usaha, jumlah tenaga kerja, nilai tambah dan jumlah ekspor. Tak tanggung-tanggung, kedua subsektor tersebut mampu menyumbang pendapatan nasional melalui nilai ekspor sebesar US$ 13 miliar dalam setahunnya. Jumlah nilai ekspor tersebut dapat dirinci dengan subsektor kerajinan yang ampu menyumbang sebesar 24,8%, sedangakan subsektor fashion menyumbang 44,3%.

Kontribusi yang diberikan oleh sektor industri kreatif tersebut juga tidak lepas dari peran pemerintah dalam melakukan pembinaan pada masyarakat selaku pelaku industri untuk terus meningkatkan inovasi dan kreasinya serta meningkatkan daya saing produk terutama di subsektor kerajinan dan fashion. Apabila produk yang dihasilkan tersebut berkualitas dan memiliki daya saing maka sektor industri kreatif dapat bersaing di pasar ekonomi global.

Industri Kreatif

Industri Kreatif

Sumber foto: http://www.seputarukm.com/industri-kreatif-tumbuh-pesat-pada-2012-2/

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on TumblrDigg thisShare on LinkedIn0