Jenis-jenis Tanah – Kumpulan Catatan Terkait Jenis-jenis Tanah

Kita tentunya sudah tidak asing lagi dengan tanah karena sehari-hari kita berpijak di atasnya. Dalam hidup ini, kita memanfaatkannya untuk berbagai keperluan seperti perkebunan, kehutanan, industri dan pangan. Bahkan, berbagai produk teknologi saat ini berkembang demikian pesat karena sumber daya alam berupa tambang mineral, batu bara, minyak dan gas yang tersimpan di bawah kerak bumi.

Tanah merupakan bagian dari kerak bumi yang terkomposisi atas bahan organik (sisa-sisa makhluk hidup) dan mineral. Tanpa tanah, makhluk tidak bisa hidup. Ia disebut juga pendukung kehidupan. Kandungannya bervariasi, dari unsur-unsur esensial seperti N, P, K, Ca, S, Mg, Fe, B, Cl, dan lain-lain. Tanah terjadi akibat dari proses pelapukan batuan.

Jenis-jenis Tanah

Jenis-jenis Tanah

Seorang pakar pertanahan asal Swiss, Hans Jenny (1899-1992) mengatakan pembentukan tanah berasal dari pelapukan batuan akibat dari faktor organism (termasuk manusia), perubahan permukaan bumi, dan faktor iklim serta cuaca. Dinamika faktor-faktor tersebut membentuk berbagai jenis tanah yang ada di bumi.

Jenis-jenis tanah antara lain sebagai berikut:

1. Aluvial

Tergolong masih muda, belum berkembang, berasal dari aluvium, bentuk beraneka ragam, tidak berstruktur, basah pekat, pH bervariasi, tingkat kesuburan sedang sampai tinggi. Biasanya banyak terdapat di tepi sungai, cekungan dan pantai.

2. Litosol

Umur masih muda, bertekstur pasir, berbukit, pada umumnya ber-pH netral, berasal dari vulkanik piroklastis/pasir pantai. Banyak terdapat di lereng gunung berapi dan pantai.

3. Organosol

Disebut juga tanah gambut, berasal dari bahan induk organiik, banyak terdapat di rawa-rawa. Ciri-cirinya tebal lebih dari 0,5 meter, berwarna cokelat kehitaman, tidak berbentuk tertentu, kandungan unsur hara sangat rendah, antara lekat dan tidak, memiliki kandungan bahan organik lebih dari 20-30 %, pHnya sangat asam, mudah terbakar. Tanah jenis ini banyak di Kalimantan.

4. Regosol

Jenis ini tergolong berusia muda yang belum mengalami pembedaan secara horizontal, berstruktur berbukit, pH netral, tidak terlalu subur karena bertekstur pasir, berasal dari pasar pantai.

5. Latosol

Sudah mengalami perkembangan dengan terjadi diferensiasi horizontal, memiliki tekstur lempung, berada pada kedalaman dalam, berbentuk remah-remah hingga menggumpal, gembur, berwarna cokelat merah hingga kuning. Banyak terdapat di daerah yang beriklim basah dengan 300-100 meter curah hujan, dan berasal dari pecahan tuf, breksi batuan beku yang terintrusi dan material vulkanik.

6. Podsol

Profilnya sudah berkembang, komposisinya berupa spodic (B2H), horizon albic (A2), terdiri dari lempung gingga pasar, bergumpal, lekat, sangat asam, tidak subur, mengandung pasir kuarsa yang tinggi, mudah tererosi. Banyak terdapat di daerah basah, dengan curah hujan 2000mm/tahun, biasanya di pegunungan.

7. Podsolik Merah Kuning

Berasal dari tuf vulkanik, bersifat basa yang rendah dan mudah terkena erosi. Banyak terdapat di daerah basah yang konsisten. Jenis yang telah berkembang, berada di kedalaman, lempung atau berpasir hingga bergumpal, asam (pH di bawah 5,5), warna merah atau kuning.

8. Grumosol

Memiliki perkembangan profil dengan ciri terlihat agak tebal, lempung, jika basah sangat plastis (liat), dalam keadaan kering sangat keras bahkan bisa retak-retak, bersifat basa, daya serap tinggi, sangat mudah tererosi. Terbentuk dari mergel, tuf vulkanik, batu kapur dan batuan lempung. Tersebar di daerah iklim sub tropis dengan kadar curah hujan kurang dari 2500 mm/tahun.

9. Andosol

Juga telah mengalami perkembangan profil, berwarna agak cokelat, kelabu hingga hitam, mengandung bahan organik yang tinggi, terasa berdebu, licin, gembur, beremah, lunak, agak asam, kemampuan penyerapan air yang sedang, sangat lembab, dan peka erosi. Terbentuk dari batuan induk atau tuf vulkanik.

10. Tanah sawah

Bersifat buatan karena telah sejak lama dikembangkan oleh manusia. Terdapat penyimpangan akibat pembajakan yang disebut sebagai lapisan kedap air (padas olah), di kedalam 10-15 cm dari permukaan tanah, tebalnya 2-5 cm. biasanya di bawah lapisan air itu terdapat besi dan mangan yang tak tertembus.

11. Mediteran Merah-Kuning

Memiliki pH netral dan basa jenuh yang tinggi, daya serap air sedang-sedang saja, berasal dari batu kapur atau tuf vulkanis, warna cokelat hingga merah, bertekstur geluh hingga lempung, dan sangat lekat jika basah. Banyak terdapat di daerah kering beriklim subtropics.

12. Gleisol

Disebut juga Hodmorf kelabu, di mana perkembangannya sangat dipengaruhi faktor lokal, selalu tergenang air, berwarna kelabu hingga kekungingan, bersifat asam, banyak mengandung bahan organik. Tersebar di daerah beriklim humid dan sub humid dengan kadar curah hujan sekitar 2000 mm/tahun.

Foto: indonesiatanahsubur.blogspot.com

Kata kunci:

Share on Google+0Share on Facebook2Tweet about this on Twitter0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on TumblrDigg thisShare on LinkedIn0