Kecelakaan Kerja – Catatan Terkait Kecelakaan Kerja

Kecelakaan kerja adalah salah satu kejadian tidak diinginkan yang dapat saja terjadi di area bekerja, dengan resiko kecil hingga besar. Kejadian ini tentu saja mampu mendatangkan kerugian pada berbagai pihak, baik bagi sang korban ataupun pemilik usaha tersebut. Itulah kenapa kita sangat sering melihat slogan pentingnya meningkatkan keselamatan kerja untuk menghindari hal tersebut.

Kejadian ini pada dasarnya dapat disebabkan oleh berbagai hal, baik dari faktor lingkungan kerja atau dari faktor pekerja itu sendiri. Faktor lingkungan memiliki andil cukup besar untuk memicu terjadinya hal ini, seperti kondisi lingkungan pekerjaan yang tidak layak untuk jenis pekerjaan tersebut.

Kecelakaan Kerja

Kecelakaan Kerja

Lingkungan pekerjaan yang tidak memenuhi standar, seperti kurangnya luas area untuk bekerja, kurangnya penerangan, sirkulasi udara tidak lancar (akibat dari kurangnya ventilasi) ataupun faktor kelistrikan. Kurangnya luas area kerja akan memberikan rasa sesak dan membuat kondisi menjadi kotor. Terlebih lagi jika ventilasi tidak tersedia memadai, hal ini akan memicu udara pengap dan panas.

Area dengan kondisi seperti ini tentu saja dapat memicu kecelakaan kerja. Bayangkan saja jika kondisi tersebut berlaku pada mereka yang bekerja di industri kimia. Bau dari bahan kimia akan berputar-putar di tempat yang sama, karena kurangnya sirkulasi udara. Sehingga dapat menyebabkan kejadian tidak diinginkan, seperti sesak napas, keracunan hingga kehilangan kesadaran. Hal tersebut semakin berbahaya jika terjadi saat pekerja sedang mengoperasikan suatu alat.

Faktor lingkungan pekerjaan lainnya yang dapat memicu kejadian ini adalah kondisi peralatan yang tidak lagi bagus serta jalur transportasi tidak tertata rapi. Kondisi perlatan haruslah tetap dijaga dalam kondisi optimal dan jika memang sudah mengalami beberapa kerusakan sebaiknya pihak pengelola melakukan perbaikan. Jalur transportasi, terutama pada area utama haruslah ditata serapi mungkin. Terutama jika jalur tersebut digunakan untuk mengangkut bahan baku berbahaya.

Faktor kedua yang mempengaruhi adalah faktor manusia atau pekerja itu sendiri. Kurangnya keterampilan dalam mengoperasikan peralatan, kurang berkonsentrasi dan tidak menggunakan peralatan keselamatan kerja dapat menjadi pemicu utama terjadinya kecelakaan kerja.

Kurangnya keterampilan pekerja dalam mengoperasikan peralatan seharusnya sudah dapat teratasi sebelum ia terjun kedalam pekerjaannya. Karena mengoperasikan suatu peralatan membutuhkan pemahaman akan alat tersebut, termasuk standar serta prosedur pengoperasiannya. Karena peralatan yang digunakan tidak dapat dianggap sepele, seperti mainan.

Lalu kurangnya konsentrasi ketika bekerja, bisa disebabkan oleh rasa letih atau mengantuk. Mengoperasikan peralatan dan bekerja dengan konsentrasi rendah sungguh sangat berbahaya. Misalkan peralatan dipergunakan untuk memotong atau menghancurkan suatu bahan dioperasikan oleh pekerja yang tidak berkonsentrasi. Bukan tidak mungkin ia akan mengalami kecelakan, seperti tersayat, terjepit hingga tangan ikut masuk ke dalam alat itu. Sangat mengerikan.

Kebiasaan menyepelekan penggunaan peralatan keselamatan kerja juga mampu memperbesar resiko kecelakaan kerja ini. Karena fungsi dari peralatan ini adalah sebagai pelindung diri saat bekerja, dari hal yang tidak dapat diperkirakan. Dan jikapun terkena, peralatan tersebut mampu mengurangi resiko yang diderita.

Berbagai macam kondisi kecelakaan kerja dapat saja terjadi. Seperti salah satu kejadian kecelakaan pada sebuah pabrik pemotongan baja. Seorang pekerjanya terpaksa harus kehilangan salah satu anggota tubuhnya, yaitu tangan, karena ikut masuk ke dalam alat pemotong dan terpotong oleh alat pemotong tersebut saat sedang bekerja. Kejadian tersebut disebabkan oleh ketidakpahaman akan standar prosedur pengoperasaian alat pemotong tersebut dan kurang berhati-hati dalam pekerjaannya.

Beberapa perusahaan seperti pabrik atau usaha yang menerapkan standar keselamatan pekerjaan, memiliki standar tersendiri dalam perkejaan, dimana standar tersebut harus dipatuhi oleh semua pribadi yang berada dalam lingkungan kerja tersebut.

Lalu bagaimana dengan nasib mereka para korban kecelakaan kerja? Perusahaan tentu saja sudah menyiapkan asuransi keselamatan pekerjaan untuk para karyawannya. Dan asuransi ini dipergunakan untuk membiayai kebutuhan karyawannya dalam proses penyembuhannya. Salah satu penyedia layanan asuransi untuk bidang ini adalaj Jaminan Kecelakaan Kerja dari Jamsostek.

Akan tetapi, walaupun pekerja telah dilindungi dengan asuransi tersebut, akan lebih baik jika lebih meningkatkan kewaspadaaan dan lebih berhati-hati dalam bekerja. Seperti memahami dengan benar proses pengoperasian suatu peralatan, berkonsentrasi, mematuhi peraturan dan selalu mengenakan peralatan keselamatan kerja ketika sedang beraktivitas.

Sumber gambar : http://reskrimum.metro.polri.go.id/asset/files/data/articles/antarafoto-1281411301-.jpg

Kata kunci:

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on TumblrDigg thisShare on LinkedIn0