Kesehatan Masyarakat | Informasi Terkait Kesehatan Masyarakat

Menurut profesor Winslow dari Yale University, ilmu kesehatan masyarakat adalah ilmu yang mempelajari cara untuk meningkatkan kesehatan fisik, mencegah penyakit, meningkarkan usaha masyarakat yang terorganisir untuk meningkatkan kebersihan lingkungan serta pemeriksaan infeksi, memperpanjang hidup, mencegah penyakit dan mengembangkan aspek sosial serta perorganisasian pelayanan kesehatan dan perawatan untuk mendapatkan diagnosa dini akan setiap masalah kesehatan dan juga mendukung serta membantu setiap anggota masyarakat mempunyai standar kehidupan yang kuat untuk menjaga kesehatan dirinya.

Salah satu program pelayanan kesehatan masyarakat  bertujuan untuk menciptakan generasi baru agar lebih baik dan bebas penyakit adalah lewat program Imunisasi. Pada saat imunisasi dilakukan pemberian vaksin yaitu suatu cara untuk memberikan kekebalan terhadap suatu penyakit. pada anak, jenis imunisasi yang  diberikan mencakup BCG, DPT, DT, tetanus, polio, campak dan hepatitis B. Ini semua diberikan pemerintah Indonesia dengan tujuan supaya setiap anak mendapat imunisasi dasar terhadap 7 penyakit utama yang dapat dicegah dengan imunisasi. Mari kita bahas cakupan imunisasi anak yang diberikan ini.

Vaksin BCG (Bacillus Calmette-Guerin)

Tujuan pemberian vaksin ini untuk menimbulkan kekebalan aktif terhadap penyakit TBC. BCG diberikan sekali sebelum umur 2 bulan (Depkes: 0-12 bulan). Pemberian BCG ulangan tidak dianjurkan karena keberhasilannya diragukan. Vaksin BCG sendiri secara fisik berupa vaksin kering tahan beku yang masih stabil terhadap panas sedang. Disimpan dalam lemari es suhu 2-8 derajat Celcius dengan masa kadaluarsa 1 tahun dan harus terlindung dari sinar matahari langsung atau tidak langsung. Setelah dilarutkan, vaksin harus segera dipakai dalam waktu 3 jam. Reaksi yang mungkin terjadi setelah pemberian vaksin ini adalah bekas berupa jaringan parut setelah 8-12 minggu dari waktu imunisasi.

Vaksin DPT (Difteria, Pertusis, Tetanus)

Vaksin ini diberikan untuk memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit difteria, pertusis dan tetanus secara bersamaan. Diberikan setelah berusia 2 bulan sebanyak 3 kali (DPT I, II, dan III) dengan selang waktu tidak kurang dari 4 minggu. Imunisasi DPT ulangan diberikan satu tahun sejak imunisasi DPT III, lalu saat masuk sekolah usia 5-6 tahun dan saat meninggalkan sekolah dasar (12 tahun). vaksin BCG berupa cairan tak berwarna, berasap dengan sedikit endapan putih yang rusak bila beku, terkana panas atau sinar matahari secara langsung. Masa kadaluarsanya adalah 2 tahun. Vaksin ini tidak diberikan jika anak demam tinggi ( >38 derajat), sakit berat terutama penurunan fungsi syaraf atau riwayat reaksi berat terhadap pemberian DPT sebelumnya berupa syok, kejang atau penurunan kesadaran.

Vaksin DT (Difteria, Tetanus)

Vaksin ini diberikan untuk memberikan kekebalan terhadap racun yang dihasilkan oleh kuman penyebab difteria dan tetanus. Vaksin ini dibuat untuk keperluan khusus, misalnya anak tidak boleh atau tidak perlu imunisasi pertusis tapi masih memerlukan imunisasi difteria atau tetanus. Cara pemberiannya juga sama dengan imunisasi DPT. Berupa cairan tidak berwarna, jernih dan rusak bila beku dan sinar matahari langsung. Tidak boleh diberikan pada anak yang sedang sakit parah atau demam tinggi.

Vaksin Tetanus

Sesuai namanya, vaksin ini diberikan untuk menimbulkan kekebalan aktif terhadap penyakit tetanus. Biasanya diberikan dengan imunisasi DPT/DT. Bentuknya serupa dengan vaksin DPT. Tidak boleh diberikan kepada anak yang sedang sakit parah.

Vaksin Polio

Diberikan untuk memberikan kekebalan aktif penyakit poliomielitis. Imunisasi dasar vaksin polio diberikan 4 kali (polio I, II, III, dan IV) dengan interval kurang dari 3 minggu. Pemberian imunisasi ulangan biasanya berdekatan waktunya dengan vaksinasi ulang DPT. Ada 2 jenis vaksin polio yaitu vaksin Salk dan vaksin Sabin. Vaksin Salk adalah virus polio yang telah dimatikan dan diberikan secara suntik sedangkan vaksin Sabin adalah vaksin hidup yang telah dilemahkan dan diberikan dalam bentuk pil atau cairan. Di Indonesia biasanya diberikan vaksin Sabin. Anak yang tidak dapat menerima vaksin polio adalah yang tengah menderita diare berat atau sedang meminum obat-obatan tertentu.

Vaksin Campak

Pemberian vaksin ini menimbulkan kekebalan aktif terhadap penyakit campak. Dianjurkan satu dosis pada umur 9 bulan atau lebih. Pada kejadian luar biasa dapat diberikan pada umur 6 bulan dan diulang 6 bulan kemudian. Vaksin ini harus selalu berada dalam kondisi dingin dan harus dipakai dalam wakytu 8 jam. Efek samping yang mungkin terjadi berupa demam, ruam kulit, diare sera radang selaput mata.

Vaksin Hepatitis B

Diberikan utnuk memberikan kekebalan terhadap penyakit hepatitis B. Imunisasi ini dilakukan sedini mungkin segera setlah bayi lahir. Imunisasi dasar diberikan 3 kali dengan jarak waktu satu bulan antara suntikan 1 dan 2, lima bulan anatara suntikan 2 dan 3. Imunisasi ulangan diberikan 5 tahun setelah imunisasi dasar. Vaksin ini disuntikan di daerah pangkal lengan atas sedangkan pada bayi di daerah paha. Vaksin disimpan  dalam keadaan dingin. Tidak dapat diberikan pada anak dengan sakit berat namun dapat diberikan kepada ibu hamil.

Melihat pentingnya imunisasi dalam membentuk kesehatan masyarakat yang lebih baik, sudah sepatutnyalah kita sebagai masyarakat mengetahui tentang program ini lebih banyak dan mendukung pemerintah dalam segala pelaksanaannya.

source gambar: health.detik.com

Kata kunci:

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on TumblrDigg thisShare on LinkedIn0