Komet : Tulisan Tentang Komet

Berapa banyak dari pembaca sekalian yang pernah mendengar istilah komet? Mungkin banyak sekali ya. Tak mengherankan, sebab pengetahuan mengenai benda langit tersebut sudah menjadi bagian dari kurikulum pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, yang terus menerus diulang di setiap level pendidikan. Ketika kita beranjak dewasa, banyak cerita-cerita dongeng serta mitos yang mengiringi keberadaan fenomena komet. Tidak sedikit orang yang menyebut fenomena semacam itu dengan istilah bintang jatuh. Beberapa bahkan percaya bahwa ketika kita melihat bintang jatuh di angkasa, kemudian mengucapkan permohonan, maka apa yang kita minta akan dikabulkan di kemudian hari. Tentu saja tidak ada penjelasan ilmiah mengenai hal tersebut, namun tetap saja cerita-cerita semacam itu membuat fenomena komet menjadi semakin menarik disimak.

Menurut penjelasan dari situs ensiklopedia online, Wikipedia, komet adalah benda angkasa yang bergerak mengelilingi matahari. Sama seperti benda angkasa lain, ia juga bergerak pada jalur perputaran tertentu. Namun ada kalanya comet juga akan mendekati matahari. Pada keadaan demikian, maka biasanya akan muncul semacam atmostfir atau bahkan ekor. Hal ini kemudian yang menyebabkan muncul julukan bintang berekor, yang digunakan untuk menyebut fenomena semacam itu. Sudah beratus tahun semenjak ilmu pengetahuan manusia berkembang dan sudah banyak pula bintang berekor yang pernah dicatat dalam sejarah. Namun pada awalnya, umat manusia memandang comets sebagai kejadian berbahaya, yang bahkan mungkin dapat mengakhiri eksistensi umat manusia!

Komet

Komet

Ya, hal semacam itu bisa terkadi karena keterbatasan pengetahuan dan alat pengamatan yang dimiliki oleh para peneliti di masa lampau. Ketika itu komet dianggap sebagai ancaman luar biasa karena ‘ekor’ yang dimiliki dianalogikan seperti bentuk fisih yang nyata. Bahkan diumpamakan sebagai kalajengking yang mampu memberikan sengatan hawa panas luar biasa ke permukaan bumi. Lebih lanjut teori awal mengenai komet juga menjelaskan bahwa ketika bintang berekor tersebut melalui orbit bumi, maka udara yang ada di lapisan atmosfir akan terhisap selama beberapa detik. Fenomena dan pemikiran semacam ini pembaca tentu pernah mengenalnya bukan? Sebab konsep demikian pernah diangkat ke dalam salah satu cerita komik Doraemon karya pengarang Fujiko F. Fujio.

Namun tentu saja dengan perkembangan teknologi serta kecerdasan umat manusia, telah banyak perubahan terjadi dalam cara pandang kita terhadap komet maupun kejadian bintang jatuh. Hal tersebut telah menjadi sesuatu yang dianggap lumrah. Bahkan pada kesempatan tertentu bisa menjadi suatu objek pemandangan yang menggambarkan kebesaran sang Pencipta. Kejadian yang dimaksud adalah adanya fenomena ‘meteor shower‘ di mana banyak komet berukuran kecil lepas dari orbitnya lalu bergesekan dengan atmosfir bumi sehingga menimbulkan gesekan percikan api. Di daratan tempat tinggal manusia, kejadian semacam ini terlihat seperti hujan, namun terbuat dari percikan berwarna merah menyala. Cukup luar biasa bukan?

Lebih lanjut mengenai komet, ada beberapa yang sudah tertangkap oleh pengamatan ilmuwan. Tidak jarang ada yang mengitari matahari dalam orbit tetap dan bakal melintasi bumi pada waktu tertentu. Pada saat itu, manusia dapat menggunakan bantuan teropong bintang atau teleskop guna mengamatinya. Berikut adalah daftar lengkap mengenai beberapa komet terkenal di dunia:

1. Hyakutake

Benda ini pertama kali diamati oleh seorang peneliti dari Jepang dengan nama sama. Kemunculannya dicatat perdana pada tanggal 30 Januari 1996. Tidak diketahui dengan pasti kapan Hyakutake akan kembali melintasi bumi. Namun menurut catatan sejarah, benda langit ini adalah salah satu yang memiliki ekor terpanjang, serta orbit yang paling dekat dengan atmosfir bumi. Sehingga memililki sinar terang yang dapat diamati oleh manusia dengan mata telanjang tanpa mengunakan bantuan alat.

2. Halley

Pembaca tentu sudah tidak asing dengan nama ini bukan. Ya, komet Halley merupakan salah satu nama yang sering muncul jika kita membicarakan mengenai objek serta tata surya. Bintang berekor ini bakal ‘mengunjungi’ bumi dalam siklus antara 75 hinga 76 tahun sekali. Ditemukan oleh seorang ilmuwan benama Edmund Halley, bintang berekor ini merupakan salah satu di antara sedikit yang memiliki periode orbit pendek serta dapat pula dilihat secara kasat mata oleh manusia. Kamu patut menyimak fenomena ini jika ingin melihat bintang berekor secara langsung.

3. Encke

Komet ini pertama ditemukan pada tahun 1786 oleh seorang ilmuwan bernama Johann Franz Encke. Sang ilmuwan sudah beberapa kali membuktikan bahwa objek luar angkasa ini akan muncul dalam waktu periodik 13 tahun sekali. Dengan segala keterbatasan yang dimiliki pada jaman itu, Encke berhasil membuktikan bahwa hipotesa yang ia buat benar. Lebih menarik lagi, sebenarnya Encke adalah orang yang berhasil menghitung orbit dari comet ini. Sedangkan yang menemukannya pertama kali adalah seorang Prancis bernama Pierre Mechain.

Nah, bagaimana guys? Sudah puas dengan pemaparan penulis mengenai fenomena komet? Semoga dapat menjadi bahan tambahan pengetahuan yang berguna bagi kalian tentunya. Jika ada di antara kamu ingin menyampaikan saran dan kritik tambahan, dapat menggunakan fitur kotak komentar di akhir artikel. Sampai jumpa di kesempatan berikutnya guys.

Sumber gambar: http://sdaljihad.files.wordpress.com/2011/05/t_komet2.jpg

Contoh dan Pengertian