Lagu Anak Muslim – Kumpulan Tulisan Tentang Lagu Anak Muslim

Siapa yang cinta pada nabinya, pasti bahagia dalam hidupnya…

Muhammadku Muhammadku, dengarlah seruanku

Aku rindu aku rindu, padamu Muhammadku…”

Kenal dengan lagu ini? Buat anda terutama kaum muslimin pasti sudah tak asing lagi kalau membaca penggalan lirik tembang rohani diatas. Ya, itulah lagu Rindu Muhammadku yang dinyanyikan seorang pria kelahiran kota Solo Jawa Tengah bernama Hadad Alwi. Berkolaborasi bersama penyanyi cilik Vita namanya, dan ditemani sejumlah anak Indonesia lainnya, ia melantunkan kecintaan sekaligus kerinduan akan sosok seorang nabi akhir zaman, yang mana tidak akan ada lagi penerus kenabian sesudah dirinya bahkan sampai hari kiamat datang menjelang.

Hadad Alwi sendiri dalam berbagai kesempatan mengatakan, dirinya sangat prihatin terhadap makin langkanya karya-karya seniman musik khusus untuk anak-anak. Dalam sebuah wawancara dengan situs Vivanews beberapa waktu lalu, penyanyi yang sempat dicap punya aliran tertentu dalam Islam ini menyayangkan bahwa lagu untuk para generasi penerus bangsa tersebut sudah mulai dilupakan. Karena itulah dalam berkarya, ia lebih suka berkolaborasi dengan anak-anak, bahkan mendorong mereka untuk ikut ambil bagian di dalam penggarapan album-albumnya yang selalu identik dengan muatan religi. Ia juga mengaku lebih suka dikategorikan sebagai penyanyi lagu anak daripada pelantun tembang rohani.

Lagu Anak Muslim

Lagu Anak Muslim

Anda pun pasti juga sudah bisa menghitung, jangankan lagu bernuansa agama khususnya Islam, lagu bagi si kecil yang biasa alias non rohani saja semakin lama keberadaannya semakin menghilang bagai ditelan bumi, berganti tembang-tembang cinta khusus remaja dan dewasa. Mau tidak mau si buyung dan si upik kesayangan kita harus rela dicekoki kisah asmara dua sejoli, bahkan termasuk pahitnya cinta ketika sang dambaan hati berlabuh di lain hati.

Padahal sudah banyak peringatan dari para pemerhati pendidikan, bahkan seniman musik itu sendiri. Mereka khawatir bahwa dengan semakin pudarnya keberadaan lagu anak yang sarat makna serta pesan mendidik, generasi penerus tongkat estafet pembangunan negeri ini akan jadi matang sebelum waktunya, bahkan lebih dikhawatirkan lagi akan tumbuh menjadi generasi cengeng karena sudah rahasia umum kalau tembang-tembang cinta masa kini lebih mengumbar kecengengan daripada hal-hal positif tentang hati. Karena itulah sampai-sampai seorang Hadad Alwi harus berjibaku memperjuangkan akhlak dan moral melalui karya-karya rohaninya, terutama bagi buah hati tercinta anda, agar jangan sampai racun asmara membuat tumbuh kembang si upik dan si buyung jadi berantakan karena matang sebelum waktunya.

Oke. Boleh saja keprihatinan itu masih melanda kita semua. Tapi setidaknya masih ada harapan bahwa si kecil masih bisa menikmati karya musik bernuansa Islami, tentunya dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi masa kini berupa internet. Buka saja situs mesin pencari, atau kalau orang sekarang bilang “cari aja di mbah Google”.

Padahal mesin pencari jumlahnya beragam. Ketikkan saja lagu anak muslim atau lagu anak Islami. Tekan tombol enter dan tidak berapa lama akan keluar berbagai judul tembang Islami khas si kecil. Mulai dari belajar membaca dua kalimat syahadat dalam Syahadat, sampai gubahan ulang karya penyanyi religi Opick berjudul Alhamdulillah. Karya tersebut terakhir ini juga pernah dibawakan dalam versi modifikasi oleh para peserta sebuah kontes popularitas bertajuk Idola Cilik, dimana hasil daur ulang tembang tersebut ternyata mampu menjadikannya lebih menyentuh, karena olah vokal prima para peserta kontes tersebut. Anda juga bisa menemukan kumpulan tembang rohani Islami bagi kanak-kanak dalam bentuk CD atau DVD di toko-toko buku terkemuka.

Ada yang khusus merupakan kumpulan penyanyi-penyanyi Islami cilik, sampai dalam bentuk insert atau selingan dari kisah-kisah teladan khusus bagi si kecil, misalnya kisah Ping-ping dan Tupi, Belajar Bersama Diva, serta masih banyak lagi ragam format lainnya. Dari situ diharapkan para orang tua khususnya kaum muslim pemeluk agama Islam bisa mengajarkan tentang akhlak mulia kepada keturunannya, dengan cara lebih mengasyikkan dan mengena. Karena dengan begitu, anak tidak akan merasa sedang diberi ilmu tentang agama Islam, karena mereka bisa menikmatinya sambil bernyanyi dan bermain, sesuai dengan usia mereka.

Sumber gambar: http://rumahmainan.com/produk2/kami-anak-muslim.jpg

Kata kunci:

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on TumblrDigg thisShare on LinkedIn0