Lagu Lawas : Kumpulan Informasi Terlengkap Tentang Lagu Lawas

Lagu Lawas atau  lama biasa  dimaknai sebagai lagu dimana masa peredarannya sudah memakan waktu cukup lama. Biasanya diselaraskan dengan hitungan tahunnya atau perbedaan generasi berdasarkan jamannya. Semisal lagu tahun 60-70 an. Kalau di Indonesia kita mengenal generasi jamannya Bob Tutupoli. Simak 5 tembang yang sangat popular masa itu.

  1. Widuri dinyanyikan Bob Tutupoli.
  2. Bing dinyanyikan Grace Simon.
  3. Teluk Bayur dinyanyikan Erni Johan.
  4. Sepanjang jalan kenangan dipopulerkan Tetty Kadi
  5. Merantau dibawakan oleh Titiek Sandhora.

Begitu pun dengan keberadaan grup musiknya. Saat itu cukup banyak  yang  memperkaya khasanah musik Indonesia. Berikut 5 grup band yang sangat populer masa  itu.

Lagu Lawas

Lagu Lawas

  1. Koes Plus dengan hitnya bujangan, pelangi, andaikan kau datang serta lainnya.
  2. Panbers, merupakan singkatan dari Panjaitan bersaudara populer dengan tembang akhir cinta, terlambat sudah dan lainnya.
  3. D’lloyd tak mau kalah dengan  mempopulerkan tembang keagungan Tuhan, semalam di Malaysia, mengapa harus jumpa serta lainnya.
  4. Bimbo. Grup ini sangat unik karena mengeksplor tema keseharian yang terkadang lucu. Misalnya pada tembang berjudul  kumis atau  tangan hingga mata. Bahkan yang bernada serius pun bisa kita simak pada tembang antara Kabul dan Beirut atau surat untuk Reagan dan Brezhnev.
  5. The Mercys ikut pula mewarnai dengan hitnya kisah seorang pramuria, tiada lagi, baju baru.

Bergeser kepada tembang lawas tahun 80-an. Wah, pada masa ini didominasi oleh lagu-lagu rock.

  1. Jarum neraka  dari Nicky Astria.
  2. Preman  dari Ikang Fawzi.
  3. Tentang Kita  dari KLA Project.
  4. Nada Kasih oleh Fariz RM dan Neno Warisman.
  5. Apanya dong oleh Euis Darliah.

Era tahun 90-an berganti warna menjadi lagu-lagu cengeng.

  1. Hati yang luka, Betharia Sonata.
  2. Gelas-gelas kaca, Nia Daniaty.
  3. Kerinduan, Betharia Sonata.
  4. Dingin, Hetty Koes Endang.
  5. Kucari jalan terbaik, Pance Pondaag.

Dan tahun 2000-an muncul era band kembali.

  1. Ada apa denganmu, Peterpan.
  2. Manusia biasa, Radja.
  3. Naluri lelaki, Samson.
  4. Ruang Rindu, Letto.
  5. Maafkanlah, Ungu.

Sekarang banyak tembang-tembang lawas didaur ulang dengan aransemen musik berbeda. Banyak yang berhasil dengan hasil yang bagus bahkan lebih bagus dari aslinya.  Misalnya Andaikan kau datang. Tembang ini  dipopulerkan kembali oleh Ruth Sahanaya. Nuansanya beda jauh. Jauh lebih hidup dan greget oleh pembawaan suara Ruth yang tinggi. Begitupun tembang berjudul cinta karangan Titiek Puspa yang juga memberi nuansa lain saat dinyanyikan oleh Rossa. Tak kalah menarik nyanyian lawas dimana dinyanyikan kembali oleh Chrisye atau Broery Pesolima, bisa bawa nuansa lain karena hembusan  karakter suara mereka. Juga apa yang dilakukan Yuni Shara dengan menjadi penyanyi spesial   nyanyian lawas.  Enak didengar dan lebih modern. Tetapi sedihnya, penyanyi sekarang banyak mengalami kegagalan menyanyikan kembali lagu lama dengan versi musik mereka. Feel-nya tidak kena. Indikasinya sederhana saja, masih enak didengar lagu versi lamanya daripada versi barunya.

Nyanyian  lawas  memang sifatnya abadi. Sampai sekarang masih banyak yang menggemari. Apalagi nyanyian barat era Neil Sedaka. Simak lagu-lagu berikut ini dimana mampu abadi sampai sekarang.

  1. I started a joke, Bee Gees.
  2. Let it be, The Beatles.
  3. Leaving on a jet plane, John Denver.
  4. We are the champion, Queen.
  5. Honky tonk women, the Rolling Stone.

Sekarang jaman sudah canggih, untuk mendengarkan tembang  lawas cukup download saja di internet. Banyak dan beragam. Mau cari era tahun berapa saja semua ada. Barat dan Indonesia juga tersedia. Misalnya tembang indah yang diliris tahun 1960-an berjudul Leaving on a jet plane karangan John Denver, namun sampai sekarang lagu ini abadi. Banyak sudah penyanyi yang menyanyikannya dalam berbagai versi. Uniknya semuanya enak didengarkan karena pada dasarnya tembangnya memang bagus. Walaupun hanya diiringi alat musik sederhana saja sudah enak didengar telinga.

Begitulah   alunan irama  lama, penuh penghayatan, kayak makna, indah dijadkan kenangan sehingga bisa abadi selamanya. Makanya tidak mengherankan kalau di televisi maupun radio, tembang lawas masih terus ditayangkan karena sudah mempunyai tempatnya sendiri di hati masyarakat.

Sumber foto : http://media.photobucket.com

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on TumblrDigg thisShare on LinkedIn0