Makalah Kesehatan | Tulisan Tentang Makalah Kesehatan

Pada saat ini banyak sekali jenis makanan yang beredar di pasaran. Beberapa di antaranya membutuhkan pengawasan asupan yang cukup ketat supaya tidak membawa dampak yang kurang baik bagi tubuh kita. Karenanya muncul istilah “Anda adalah apa yang Anda makan”.

Salah satu zat yang harus cukup kita waspadai adalah garam dan gula terutama sodium. Dengan mengurangi kedua bahan tersebut kita dapat mengurangi resiko tekanan darah tinggi. Dan dengan tekanan darah yang tidak terlalu tinggi akan mengurangi resiko kita terkena penyakit jantung dan stroke. ‘Pada makanan yang kita konsumsi, hati-hati terhadap rasa manis dan asin dan gurih. Terlalu banyak manis, dapat berisiko penyakit kencing manis dan terlalu banyak asin bisa menyebabkan darah tinggi” kata Prof DR dr Budi Setyanto, SpJP praktisi di Yayasan Jantung Indonesia, Menteng.

Menurut National Institutes of Health, garam dapur terbuat dari dua bahan utama – sodium dan klorida. Kebanyakan sodium dalam hidangan kita berasal dari makanan olahan. Selebihnya berasal dari garam meja, dan garam yang ditambahkan pada saat memasak. Jumlah kandungan sodium yang kita dapat konsumsi sehari-hari adalah tidak lebih dari 2,400 miligram (mg) per hari yang mana sama dengan sekitar 1 sendok teh garam.

Lalu bagaimanakah cara supaya kita dapat mengatur asupan garam dan sodium dalam makanan kita? Berikut beberapa tips untuk membantu anda.

-Baca label makanan untuk mengetahui lebih tentang apa saja yang terkandung dalam makanan kita. Ini akan membantu kita memilih makanan untuk menakar asupan sodium yang masuk ke tubuh kita hingga sekitar 2,400 mg per hari.

-Ukur makanan anda. Bandingkan antara jumlah makanan dengan hidangan per saji. Sebagai contoh, jika kita memakan 2 porsi dan ukuran takaran makanannya adalah 1 porsi, maka kita telah melipat gandakan jumlah nutrisi dan kalori dari yang terdapat di hidangan kita.

-Baca label nutrisi pada kemasan makanan. Gunakan persentase Daily Value untuk membandingkan jumlah sodium antar produk, Pilihlah makanan dengan kadar sodium yang lebih rendah. Misalnya sajian dalam satu produk makanan mengandung jumlah sodium 28%, itu artinya terdapat sekitar 1/4 jumlah sodium yang dapat kita terima untuk hari itu.

-Beli makanan dengan keterangan seperti berikut: Bebas sodium, Bebas garam, Rendah gula. Untuk cemilan, anda dapat memilih sayur dan buah atau keripik, biskuit  serta kacang-kacangan yang memiliki kadar sodium terendah.

-Pilih hidangan berikut: Ayam dan kalkun (pisahkan kulitnya), ikan (segar atau beku), sereal dengan kandungan sodium yang rendah, buah-buahan, minyak sayur, bumbu masak dan penyedap seperti oregano, bawang putih, cuka dan sari buah. Kebanyakan sayuran beku dalam kemasan mengandung kandungan sodium yang rendah.

-Hindari hidangan berikut: Daging asap, daging olahan, iga, keju, nasi dan mie instan, makaroni, makanan cepat saji, keripik, sereal siap saji ataupun instan, makanan kaleng seperti sarden, , mentega, saus tomat, saus steak dan monosodium glutamat (MSG).

-Pilihlah makanan yang menggunakan sedikit atau tidak menggunakan saus sama sekali. Jika anda berada di tempat makan umum, anda dapat meminta supaya saus dan dressing untuk disajikan terpisah. Mintalah makanan anda untuk disajikan tanpa menggunakan garam atau vetsin (MSG). Cicipilah terlebih dahulu makanan yang disajikan. Jika perlu, tambahkan garam sedikit saja.

-Pada saat memasak gunakan bumbu rendah sodium ataupun bumbu masak alami ketimbang menggunakan garam. Anda juga dapat mencuci sayuran atau makanan kalengan seperti sarden untuk mengurangi sejumlah kandungan sodium yang terdapat di dalamnya.

Sebagai penutup, seorang pakar kesehatan senior, Sunarto Mertowardoyo menyarankan kepada setiap orang untuk dapat menyantap hidangan dengan takaran dan jumlah seimbang. Tidak hanya mengonsumsi makanan yang asin, manis atau gurih saja, namun juga asam dan pahit.

“Supaya sehat, coba diseimbangkan dengan makanan yang asam dan pahit. Makanan yang pahit pada umumnya berfungsi sebagai antioksidan sementara rasa asam mampu membantu untuk meluruhkan lemak berlebih. Pola makan seperti itu akan membantu meminimalisir risiko penyakit berbahaya,” tutupnya.

Source gambar: nutritiondata.self.com

Kata kunci:

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on TumblrDigg thisShare on LinkedIn0