Manajemen Sumber Daya Manusia | Catatan Tentang Manajemen Sumber Daya Manusia

Area bisnis mencakup individu yang berpotensi mengembangkan inovasi sebagai wujud kemandiriannya mengejar tujuan. Dimanapun langkah kaki berpijak, pastilah menemui peraturan untuk menyelaraskan antara kebutuhan individu sebagai tenaga kerja maupun aset bagi perusahaan.

Pentingnya Manajemen Sumber Daya Manusia pengaturan beserta tata kelola terhadap sumber daya manusia merupakan sebuah implementasi konkret dalam upaya memajukan organisasi bisnis. Keseluruhan proses tidak berjalan lancar tanpa didukung tenaga terampil, memiliki visi serta lebih mengedepankan ide cemerlang yang berguna bagi organisasi bisnis atau perusahaan.

Manajemen Sumber Daya Manusia

Manajemen Sumber Daya Manusia

Dalam perkembangannya, pada tubuh perusahaan sendiri terdapat komponen manajerial penting untuk membangun pilar kokoh demi tercapainya sebuah kemajuan. Berbagai divisi tersebut mencakup : Sumber daya Manusia, Keuangan, Pemasaran serta kegiatan Operasional itu sendiri.

Mungkin masih banyak lagi beberapa sub divisi atas terselenggaranya kegiatan bisnis, dimana sangat tergantung dari seberapa besar kegiatan yang dijalankan beserta cakupannya. Apakah hanya skala Nasional atau Internasional.

Dari berbagai tingkatan tersebut, Manajemen Sumber daya manusia merupakan faktor dominan pada proses produksi dari awal menjadi sebuah nilai berharga di pasaran. Dimanapun model maupun tipikal bisnis yang dijalankan, pastilah memiliki tenaga yang tidak sedikit skill dan pengetahuan terhadap suatu produk / jasanya. Mengingat semakin sempitnya ruang gerak bagi para pelaku bisnis, mendorongnya memberdayakan sumber daya manusia yang tersedia melalui mekanisme manajerial pada sebuah kepemimpinan.

Peranannya demi memajukan sebuah organisasi khususnya perusahaan / kelembagaan adalah mampu mengatur irama sumber daya manusia sesuai pola perubahan yang terjadi mulai dari tahap perencanaan hingga pematangan pada tujuan akhirnya. Seperti, membuat kebijakan terstruktur seiring perkembangan terhadap komponen upah beserta fasilitas penunjang bagi tenaga kerja dan memberikan training pengembangan bagi para karyawan sebagai wujud nyata sebuah Manajemen sumber daya manusia sudah berjalan pada perusahaan. Dalam melaksanakan kewajibannya, ada beberapa faktor yang menjadi kendala terhadap penerapan Manajemen Sumber Daya Manusia yaitu :

  • Kebijakan Pemerintah

    Berkaitan dari segi pengelolaan, dimana sesuai UU Ketenagakerjaan tentang prosedur pengangkatan karyawan menjadi permanen dalam masa kera tertentu dari status kontrak. Ini menjadi masalah besar bagi pengusaha bermodal menengah, harus menyesuaikan beberapa fasilitas penunjang bagi pegawai sesuai peraturan tersebut. Akhirnya timbullah keinginan pengelola perusahaan tersebut mengikutsertakan pihak lain bernama Outsourcing. Dimana sudah tak lagi memikirkan sejumlah kebijakan pemerintah tersebut, dasar hukum pun tercantum perihal kepegawaiannya. Namun bukan berarti kendala tersebut berhenti, bahkan pelaku usaha cenderung memanfaatkan situasi karena tidak mau ambil pusing dengan berbagai perubahan kebijakan mengenai upah beserta komponennya akhirnya menjadi pelanggan tetap bagi perusahaan Oursourcing tersebut. Padahal dari segi permodalan sangat besar dan mampu memberikan upah tinggi bagi pegawainya.
  • Iklim Usaha

    Persaingan usaha bukan barang baru bagi kegiatan bisnis. Tenaga Kerja dituntut mandiri serta mampu menguasai kompleksitas pekerjaan yang beragam bentuknya. Semakin tingginya angka pesaing, membuat beberapa diversifikasi produk harus terjadi demi menjawab tantangan tersebut. Hasilnya, kembali pada pekerja terampil dimana dituntut standar tinggi di setiap waktunya menjalani aktifitas. Pekerjaan seharusnya ditangani 3 orang atau lebih menjadi satu orang. Alasannya pun sama, yaitu mendapatkan sebuah hasil maksimal secara efisiensi dari segi tenaga kerja. Dan ini sebuah masalah besar bagi perkembangan bisnis dalam menghadapi iklim usaha saat ini, karena kurangnya efektifitas karyawan dan berakibat produk / pelayanannya menjadi tidak berkualitas.
  • Penggunaan Teknologi

    Siapa tak kenal metode praktis saat ini. Hampir seluruh core business menjadikannya sebagai peluang baru merebut peta persaingan yang tersisa. Demikian pula terhadap pola pemikiran dimana sudah mulai merambah pada sektor tenaga kerja beserta pemberdayaannya pada industri skala besar. Memang proses produksi sangatlah efektif jika tenaga manusia dikerahkan supaya segenap ketelitian perihal rancang bangun maupun pengawasan terhadap proses finalnya menjadi lebih terlihat sempurna. Namun, perkembangan teknologi mampu menjawab kebutuhan itu semua. Menjamin tak hanya lebih efektif dari segi biaya, tetapi lebih efisien dari segi waktu. Karena berkat adanya mesin, hampir seluruh sektor industri maupun bisnis mampu memangkas berbagai biaya maupu waktu secara signifikan. Mungkin bisa dilihat sejenak terhadap mekanisme perubahan penggunaan tiket kereta api dimana baru saja diluncurkan. Awalnya menggunakan tiket manual dengan cara disobek, memang membutuhkan pengawasan dalam jumlah besar namun dari pengelola kereta api justru memandangnya kurang efektif. Akhirnya keseluruhan tiket pun diganti total menjadi tiket elektronik, berimbas pada terjadinya pengurangan tenaga manusia karena adanya mesin sebagai penggantinya.

Inilah beberapa informasi dalam struktur manajemen sumber daya manusia dan hubungannya dengan tenaga kerja sebagai objek utama, berkaitan dengan pengelolaannya secara cermat maupun efektif dimanapun kegiatan bisnis tersebut berada.

Sumber gambar : http://blogs.unpad.ac.id/ajengsitasari/files/2010/08/sdm.png

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on TumblrDigg thisShare on LinkedIn0