Matematika Ekonomi – Kumpulan Informasi Terlengkap Mengenai Matematika Ekonomi

Matematika Ekonomi adalah analisa masalah dan representasi teori ekonomi dari segi matematis. Dikatakan bahwa matematika dapat menghasilkan ahli-ahli ekonomi yang lebih bermakna dan dapat menghasilkan dalil atau hukum yang teruji mengenai subjek yang luas dan kompleks yang sulit ditunjukkan dengan ekspresi non-numerik.

Selanjutnya matematika ekonomi dimanfaatkan para ahli-ahli ekonomi untuk untuk membuat klaim yang lebih spesifik dan positif mengenai subjek yang kontroversial atau yang sedang diperdebatkan yang tidak mungkin adanya jika tidak diselesaikan secara matematis. Selain itu banyak teori-teori ekonomi zaman sekarang yang digambarkan sebagai persamaan atau model matematis, berupa hubungan matematis yang telah disederhanakan dan dibentuk sedemikian rupa untuk menyatakan kejelasan atau keabsahan suatu asumsi dan pengertian.

Matematika Ekonomi

Matematika Ekonomi

Sejarah

Penggunaan matematika dalam ilmu ekonomi dimulai pada abad ke 19. Sebelumnya, sebagian besar analisa ekonomi pada waktu itu dilakukan dengan ekonomi klasik. Saat terdapat suatu analisa ekonomi, subjek dibicarakan dan disalurkan secara aljabar tetapi tidak dilakukan secara kalkulus. Hingga pada tahun 1826 Johann Heinrich von Thunen menerbitkan The Isolated State, akhirnya dunia ekonomi mengalami perkembangan dalam menentukan model matematis yang tepat untuk model eksplisit dan abstrak dari perilaku ekonomi. Model Thunen untuk tanah pertanian  merupakan contoh pertama yang menggambarkan penggunaan analisa marginal. Hasil pengerjaan Thunen yang baru mayoritas teoritis, tetapi juga empiris untuk mendukung generalisasi yang Thunen kerjakan. Dibandingkan caranya yang lama, Thunen membangun model dan alat ekonomi yang lebih dapat diaplikasikan daripada sebelumnya.

Kemudian pengikut-pengikut beliau melanjutkan pembelajaran untuk memanfaatkan gravitasi sains fisik yang kemudian diaplikasikan pada subjek mereka. Hal ini termasuk paper W.S. Jevons yang berjudul “General Mathematical Theory of Marginal utility in Political Economy” yang diterbitkan pada 1862, menjelaskan outline penggunaan teori utilitas marginal untuk ekonomi politik. Pada tahun 1871, Jevons mempublikasikan The Principles of Political Economy yang menyatakan ekonomi seperti yang berlaku pada sains bahwa disimplifikasi secara matematis karena berhubungan dengan kuantitas. Jevons memperkirakan statistik untuk harga dan kuantitas akan dapat digambarkan sebagai sains eksak.

Cakupan

Matematika ekonomi zaman moderen ini terdiri dari berbagai macam subjek. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Kalkulus Diferensial
    Yang terkenal dari subjek ini adalah Vilfredo Pareto yang menemukan efisiensi Pareto (atau disebut pula sebagai optimasi Pareto).
  2. Model Linear
    Pembelajaran yang terkenal dari sini adalah model Neumann, yakni formula dari John von Neumann pada tahun 1937.
  3. Ekonomi Input-Output
    Yang terkenal dari subjek ini adalah analisa input-output yang ditemukan oleh Wassily Leontief dari Rusia pada tahun 1936.

Penggunaan

Mungkin beberapa mahasiswa yang sedang mempelajari akan berpikir untuk apa mempelajari matematika ekonomi yang begitu sulit dan detil yang sepertinya tidak digunakan pula seluruhnya pada kehidupan profesional. Berikut adalah jawaban yang diberikan dari Greg Mankiw, Kepala Departemen Fakultas Ekonomi dari Harvard University.

  1. Setiap ahli ekonomi wajib mempunyai dasar yang kuat untuk dasar ekonomi dan ekonometrik mesikupun tidak menjadi ahli teori ekonomi maupun ahli ekonometrik.
  2. Secara umum semua orang membutuhkan matematika dalam pekerjaannya. Contohnya sebagai ahli hukum ekonomi sekalipun membutuhkan matematika untuk dapat membaca literatur akademik untuk mengetahui apakah suatu ide penelitian sesuai dengan hukum yang ada atau tidak. Seperti yang kita tahu literatur akademik ekonomi mengandung banyak sekali hal-hal matematis sehingga kemampuan matematis sangat dibutuhkan untuk memahami literatur secara teliti.
  3. Matematika adalah subjek yang bagus digunakan untuk melatih otak. Orang yang sering dan banyak mempelajari subjek ini akan memiliki pemikiran yang teliti.
  4. Matematika menjadi salah satu penentu ukuran IQ seseorang. Matematika digunakan untuk menentukan siapa yang pintar.
  5. Ekonomi untuk mahasiswa lanjutan dari jenjang sarjana akan lebih diorientasikan pada hal-hal yang akademis daripada mengenai hukum ataupun kebijaksanaan ekonomi. Walaupun sebagian besar lulusan PhD memiliki pekerjaan yang melibatkan hukum maupun kebijaksanaan ekonomi, apa yang diajarkan di kelas adalah materi-materi akademis. Materi-materi akademis lebih ke arah matematis sehingga pemantapan mengenai matematika ekonomi adalah sangat penting halnya di sini.

Sumber gambar: paolatubaro.wordpress.com

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on TumblrDigg thisShare on LinkedIn0