Menteri Kesehatan : Kumpulan Tulisan Menarik Menteri Kesehatan

Jika kita menilik bentuk pemerintahan negara kita yang berbentuk republik dengan sistem pemerintahan presidensial, maka kita akan langsung mengetahui bahwa negara kita dipimpin oleh presiden dengan dibantu oleh para menteri. Salah satu menteri yang akan kita bahas disini adalah menteri kesehatan. Secara umum, seorang menteri kesehatan didefinisikan sebagai salah seorang anggota kepemerintahan yang secara khusus bertanggung jawab akan kesehatan baik dalam hal perlindungan ataupun pengembangannya dan menyediakan kesejahteraan dalam hal kesehatan serta layanan sosial lainnya yang berhubungan dengan kesehatan. Secara keseluruhan telah terdaftar 23 menteri kesehatan yang mengurus bidang yang sangat penting ini. Kita akan bahas beberapa saja di antaranya.

Daftar panjang menteri kesehatan kita diawali oleh Dr. Boentaran Martoatmojo pada tahun 1945. Menteri kesehatan pertama ini adalah menteri kesehatan pada kabinet Presidentil di era Sukarno dengan masa jabatan tersingkat yang hanya sekitar 3 bulan. Beliau  juga adalah pendiri PMI atas perintah Presiden Sukarno. Selepas masa jabatannya, Dr. Boentaran menjabat sebagai ketua BAPPENAS periode 21 September 1959 – 18 November 1959. Beliau tutup umur pada tahun 1979 di usia 82 tahun.

Tokoh lainnya yang pernah berulang kali menduduki jabatan menteri kesehatan adalah Dr. Johannes Leimena dan beliau adalah satu-satunya menteri di Indonesia yang menduduki jabatan sebagai Menteri selama 21 tahun tanpa pernah terputus. Putra Maluku ini masuk ke dalam 18 kabinet yang berbeda semenjak kabinet Sjahrir 2 pada tahun 1946 hingga Kabinet Dwikora pada tahun 1966, baik sebagai Menteri Kesehatan, Wakil Menteri Pertama, Wakil Perdana Menteri maupun Menteri Sosial. Di luar itu Dr. Leimena juga memiliki gelar laksamana Madya di TNI AL ketika beliau menjadi anggota KOTI (Komando Operasi Tertinggi) dalam Trikora. Pada tahun 1977, Dr. Leimena meninggal di usia 72 tahun. Atas jasa-jasanya, pemerintah Indonesia melalui Keputusan Presiden No 52 TK/2010 menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Dr. Leimena.

Menteri lainnya dengan jabatan yang cukup lama pada era Sukarno adalah Mayjen TNI (Purn.) Prof. Dr. Satrio yang menjabat sebagai Menteri Kesehatan Republik Indonesia pada tanggal 10 Juli 1959 – 25 Juli 1966. Pernah menjabat sebagai ketua PMI dan juga pernah membentuk tim akupunktur negara dibawah kepemimpinan Prof. Dr. Oei Eng Tie. Dr. Satrio meninggal pada tahun 1986 di Bandung pada usianya yang ke 69. Saat ini namanya dijadikan sebagai  jalan penghubung antara Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan HR Rasuna Said di Jakarta.

Pada masa-masa transisi peralihan pemerintahan dari Presiden Sukarno hingga Presiden Suharto, jabatan Menteri Kesehatan diduduki oleh Prof. Dr. Gerrit A. Siwabessy. Beliau juga dijuluki Bapak Atom Indonesia oleh karena jasanya memajukan teknologi atom di negeri ini. Atas pencapaian Dr. Siwabessy, didirikan reaktor nuklir terbesar di Asia Tenggara dengan kekuatan 30 MW yaitu Reaktor Serba Guna G.A. Siwabessy di Serpong, Tangerang, Jawa Barat. Peresemiannya dilakukan oleh Presiden Suharto pada tahun 1987. Beliau juga tercatat sebagai pembuat program Keluarga Berencana (KB), Askes, Puskesmas dan berbagai cara penanggulangan penyakit-penyakit mewabah seperti TBC, disentri, kolera dan lainnya serta salah seorang pendiri Yayasan kanker Indonesia. Selepas tugasnya di kabinet, Prof. Dr. Siwabessy juga pernah menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA) pada tahun 1978 – 1982. Setelah 27 tahun, Universitas Indonesia pada Juni 2009 menamai salah satu jalan di kompleks kampus Depok dengan nama Jl. Prof. Dr. G.A. Siwabessy untuk jasanya sebagai mahaguru ilmu yang mengabdi bagi Universitas Indonesia dan juga Indonesia

Hingga kini pada tahun 2013, jabatan menteri kesehatan diduduki oleh dr. Nafsiah Mboi, SpA, M.P.H. seorang dokter spesialis anak yang menggantikan menteri kesehatan sebelumnya yaitu dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, DR.PH, seorang spesialis kesehatan masyarakat  yang meninggal dunia akibat kanker. dr. Nafsiah juga tercatat sebagai salah satu menteri kesehatan tertua yang menduduki jabatan menteri pada usianya yang ke 71. Jabatan yang akhirnya diduduki setelah berulang kali menjadi kandidat menteri kesehatan pada kesempatan-kesempatan sebelumnya.

Kata kunci:

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on TumblrDigg thisShare on LinkedIn0