Negara Berkembang – Informasi Terlengkap Negara Berkembang

Negara berkembang merupakan terminologi yang digunakan oleh PBB untuk mengukur standar suatu negara di dunia. Hal inimenandakan bahwa ada klasifikasi suatu negara menurut kriteria-kriteria tertentu. Namun secara umum biasanya penentuan status sebuah negara biasa dilakukan dengan melihat Pendapatan Per Kapita suatu negara. Melalui ini dapat dilihat apakah suatu negara adalah negara maju, negara berkembang, atau negara miskin.

Dalam percaturan global abad 20, negara maju didominasi oleh negara benua Eropa. Pada umumnya ke semua negara ini bisa dikatakan negara maju dengan faktor ekonominya. Mungkin hanya sebagian kecil negara di Eropa Timur yang belum terkategorikan sebagai negara maju, seperti Yugoslavia dan beberapa pecahan Uni Soviet. Namun pada abad 21 diperkirakan negara-negara tersebut telah tumbuh untuk menjadi negara maju, seperti Ukraina.

Sedangkan diluar Eropa sendiri, negara maju melekat pada Amerika Serikat dan Kanada di Amerika Utara. Sedangkan di Asia, Jepang merupakan pelopor negara maju disusul empat macan Asia: Singapura, Hongkong, Korea Selatan, dan Taiwan. Pada saat itu, di luar negara-negara yang disebutkan di atas sebagai negara maju, selebihnya merupakan negara berkembang dan negara Miskin. Akan tetapi keadaan sepertinya berubah pada awal abad 20 dengan munculnya kekuatan-kekuatan ekonomi baru.

Negara Berkembang

Negara Berkembang

Selain oleh PBB, ukuran suatu negara juga diberikan oleh Bank Dunia dan IMF. Kalau PBB hanya memberikan nilai dengan keadaan dan lingkungan yang aman seperti yang dikatakan Kofi Anan, Bank Dunia memberikan penilaian tertentu diantaranya PDB, Pendapatan Perkapita, Variasi Ekspor, Infrastuktur, dan lain-lain. Contohnya kepada negara timur tengah yang kaya minyak tidak ditetapkan sebagai negara maju karena ekspornya tidak beragam atau hanya pada minyak saja. Ketentuan Bank Dunia adalah apabila ekspor hanya dari satu jenis produk 70% atau lebih itu tidak dikategorikan negara maju, melainkan masih negara berkembang.

Pada abad 21 terjadi beberapa kekuatan ekonomi dunia dengan munculnya negara-negara yang telah beranjak dari negara berkembanmg menjadi negara maju, seperti Cina, Malaysia, Meksiko, Brazil, Afrika Selatan, dan negara pecahan terbesar Uni Soviet Rusia. Seiring dengan itu negara kaya minyak juga telah meningkat kesejahteraan mereka ditengah minimnya cadangan minyak di tempat lain. Meskipun Bank Dunia belum mengakui sebagai negara maju, namun dalam aspek modal dan infrastruktur negara-negara tersebut bisa dibilang maju seperti Arab Saudi, Iran, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, dan lainnya.

Memang mungkin hanya negara kaya minyak itu yang cukup membingungkan dalam menentukan negara maju atau tidak. Untuk menentukan negara miskin, berkembang, dan maju Bank Dunia mengklasifikasikan sebagai berikut:

  1. Negara berpendapatan rendah berpendapatan perkapita sebesar 1005 Dollar ke bawah atau Rp 10 juta dengan kurs dollar Rp 10.000
  2. Negara berkembang atau menengah adalah berpendapatan perkapita 1006 sampai 12275 Dollar Rp 10 jutaan sampai Rp 120 jutaan
  3. Negara maju memiliki Pendapatan perkapita  di atas 12276 Dollar atau Rp 120 jutaan ke atas.

Melihat klasifikasi tersebut masuk kategori negara apakah Indonesia?

Dilihat dari PDB Indonesia, sering kita dengar adalah sejumlah Rp 1700 Triliun. Dengan pendapatan sebesar ini Indonesia termasuk dalam 20 negara dengan PDB terbesar di dunia. Indonesia sempat menempati peringkat 15 mengungguli negara-negara maju. Namun hal ini berbanding terbalik apabila kita melihat pendapatan per kapita, karena jumlah penduduk Indonesia yang besar, kira-kira 230 juta penduduk. Jadi apabila kita lihat pendapatan per kapita adalah hasil dari PDB dibagi jumlah penduduk, maka hasilnya adalah sekitar Rp 7 jutaan. Dengan demikian pendapatan setiap orang di Indonesia dalam 1 tahun adalah Rp 7 jutaan.

Sekarang mari kita bandngkan dengan klasifikasi Bank Dunia, jelas sekali Indonesia masih meerupakan negara berpendapatan rendah karena batas untuk negara menengah atau berkembang adalah antara 10 juta dan 120 juta, sedangkan Indonesia masih 7 jutaan. Memang pahit sekali rasanya menyadari negara kita hitung-hitungannya masih negara miskin belum lagi negara berkembang. Sedangkan dari aspek lain, seperti infrastruktur Indonesia juga masih dalam kategori minim mengingat masih jeleknya jalan dan tak adanya transportasi publik yang modern seperti MRT, Kereta Listrik, Monorail, pelabuhan laut dan udara yang berstandar Internasional secara merata.

sumber gambar http://www.suarapembaruan.com/home/bantuan-untuk-negara-berkembang-mulai-berkurang/18861

Kata kunci:

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on TumblrDigg thisShare on LinkedIn0