Otoritas Jasa Keuangan | Catatan Terlengkap Tentang Otoritas Jasa Keuangan

Otoritas Jasa Keungan (OJK) merupakan lembaga negara yang didirikan dengan didasarkan UU Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan. OJK memiliki fungsi mengatatur dan mengawasi seluruh kegiatan jasa keuangan di Indonesia. Dalam menjalankan fungsi dan tugasnya, OJK adalah badan yang independen, bebas intervensi pihak lain. OJK memiliki wewenang mengatur, mengawasi, memeriksa dan menyidik perkara jasa keuangan. OJK menggantikan Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam LK).

OJK berpandangan ke depan menjadi lembaga pengawas kegiatan jasa keuangan yang dapat dipercaya untuk melindungi konsumen dan masyarakat dari transaksi keuangan yang curang (fraud). OJK diharapkan membantu mengembangkan industri jasa keuangan menjadi salah satu penopang ekonomi nasional yang dapat bersaing dalam  ekonomi global dan menyejahterahkan rakyat Indonesia.

Untuk itu, OJK bertujuan untuk menyelenggarakan kegiatan jasa keuangan yang teratur, transparan, akuntabel, adil, berkelanjutan (suistanable) dan stabil demi kepentingan pengguna (konsumen) dan masyarakat umum. Pembentukan OJK untuk melindungi kegiatan jasa sektor keuangan secara menyeluruh, meliputi sektor pasar modal, perbankan dan IKNB.

Saat ini, OJK dipimpin oleh 9 komisioner yang dipilij berdasarkan keputusan Presiden. Adapun para Komisioner OJK, di antaranya sebagai berikut.

1. Muliaman D. Hadad, Ph.D sebagai Ketua Dewan Komisioner

Beliau dilahirkan pada April 1960 di Bekasi. Pendidikan adalah Sarjana Ekonomi Universitas Indonesia dan meraih gelar PhD dari Monash University, Melbourne, Australia dalam kajian Business and Economics.

Karirnya dimulai tahun 1986 sebagai staf umum di Bank Indonesia Mataram. Dipercaya sebagai Kepala Biro Stabilitas Sistem Keuangan pada 2003. Pada 2005, menjadi Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan. Tahun 2006, menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia. Sejak 18 Juli 2012 mengisi posisinya yang sekarang sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK.

2. DR. Rahmat Waluano, MBA sebagai Wakil Ketua Dewan Komisioner

Pria kelahiran Oktober 1956 di Metro Lampung ini  adalah lulusan Sarjana Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM).  Meraih gelar PhD dari University of Birmingham, UK, dalam kajian Accounting dan Finance.

Beliau memulai pekerjaannya sebagai Pegawai Negeri Sipil di Direktorat Pembinaan BUMN. Pernah menjadi Direktur Pengelolaan Surat Utang Negara pada 2005.

3. Nelson Tampubolon, SE, MSM sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan

Pria kelahiran Januari 1954 di Balige ini merupakan lulusan Universitas Parahyangan dengan gelar sarjana Ekonomi. Pendidikan masterinya diselesaikan di Arthur D Little Management Institute, Boston, Amerika Serikat dengan gelar Master of Science In Management (MSM.

Permulaan karirnya sebagai Staf Umum Pengawasan Bank pada Kantor Pusat Bank Indonesia Tahun 1982 sampai 1983. Dia pernah bertugas belajar di New York pada 1983. Menjadi Kepala Seksi di Bidang Pengembangan Organisasi pada 1988 di Bank Indonesia. Tahun 2002, menjadi Direktur Penelitian dan Pengaturan Perbankan.

Karena prestasinya, diberikan kepercayaan menjadi Kepala Perwakilan Bank Indonesia di Singapura pada 2005-2008.

4. Ir. Nurhaida, MBA sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal

Beliau dilahirkan pada Juni 1959. Pendidikan S1 ditempuh di Institut Teknologi Tekstil Banding dan memperoleh gelar Insinyur dalam Bidang Kimia dan Tekstil. Sementar, pendidikan master ditempuh di Indiana University, Bloomington, Amerika Serikat dan mendapatkan gelar Master of Business Administration.

Karirnya dimulai tahun 1989 di Kementerian Keuangan dam terus naik hingga menjabat menjadi Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil pada 2006. Dipercaya sebagai Staf Ahli Menteri Keuangan dalam Bidang Kebijakan dan Regulasi Jasa Keuangan dan Pasar Modal pada 2011.

Selain empat anggota Komisioner OJK di atas, berikut anggota Komisioner lainnya:

5. DR. Firdaus Djaelani sebagai Ketua Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank

6. DR. Kusumaningtuti Sandriharmy Soetiono, SH, LLM sebagai anggota Dewan Komisioner OJK yang Membidani Edukasi dan Perlindungan Konsumen.

7. Prof. Dr. Ilya Avianti, S.E., M.Si, Ak, CPA sebagai Ketua Dewan Audit Merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK.

8. Dr. Ir. Anny Ratnawati, M.Sc sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK Ex-Officio Kementerian Keuangan.

9. DR. Halim Alamsyah, SH, SE, MA sebagai Deputi Anggota Dewan Komisioner Jasa Keuangan Ex-Officio Bank Indonesia.

Jika Anda ingin mengadukan atau memberikan informasi terkait jasa keuangan, maka Anda bisa melaporkan ke Layanan Konsumen Keuangan Terintegrasi (Financial Costumer Care) yang dibuka oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sumber foto: http://is.gd/q9udzS