Partai Politik | Tulisan Menarik Partai Politik

Partai politik sebagai salah satu kekuatan politik sebenarnya berawal dari akhir abad ke-18 atau awal abad ke-19 yakni muncul di negara-negara Eropa barat. Walaupun belum terlalu lama partai politik yang terorganisir akan tetapi perkembangannya cukup pesat. Pada saat sekarang ini partai politik dapat dijumpai disetiap negara didunia.

Partai politik merupakan kekuatan politik yang mulai muncul pada akhir abad 18, yang muncul di negeri-negeri Eropa Barat. Partai adalah hasil dari  pembentukan negara demokrasi di negeri-negeri tersebut. Negara demokrasi ditopang oleh pembentukan parlemen. Model negara ini biasanya disebut dengan pemerintahan parlementer-konsitusional. Model kekuasaan yang berdasarkan monarki ditinggalkan, bahkan di negeri seperti Prancis, penggulingan monarki berlangsung dengan jalan kekerasan. Raja Louis XVI dan isterinya, Maria Antoneitte dipenggal kepalanya oleh rakyat yang memberontak.

Sebelum munculnya negara demokrasi, terjadi perubahan ekonomi di mana para pedagang bertransformasi menjadi kapitalis/pengusaha/pemilik modal. Model ekonomi yang baru selalu dihambat oleh kerajaan dengan pemberlakuan pajak yang tinggi. Lagipula, para pengusaha menginginkan suatu bentuk wilayah bangsa (nation) yang luas sehingga pajak bisa dikurangi.

Negara-negara yang menganut demokrasi memiliki paham mengenai pentingnya keterlibatan rakyat. Rakyat berhak menentukan pimpinan negara yang akan menjadi pelaksana kebijakan di kekuasaan negara.

Negara-negara demokrasi memiliki pemahaman pentingnya keterlibatan rakyat dalam kekuasaan. Rakyat dianggap memiliki hak dalam menentukan pimpinan negara yang menjadi pelaksana dalam pemerintahan. Partisipasi rakyat ini disalurkan lewat partai politik. Partai politik memiliki hak untuk mengikuti pemilihan umum yang memilih para perwakilan yang bisa duduk di parlemen untuk mewakili rakyat dalam urusan pemerintahan.

Di Indonesia, pendirian partai politik memiliki karakter anti penjajah. Pada akhir abad 19, politik elis pemerintah Belanda menghasilkan sejumlah kaum terdidik yang memberikan landasan bagi munculnya pergerakan nasional pada awal abad 20. Sebut saja Kartini, Tirto Adisuryo, Semaun, Mas Marco, Tjokro, Abdul Muis, Suryopranoto dan lain-lain. Pendirian organisasi-organisai sosial, seperti Sarekat Islam, Budi Utomo, VSTP, dan lain-lain menandai sebuah pergerakan modern di Hindia. Apalagi, ada sebagian kelompok radikal yang berani mendirikan partai, seperti Indische Partij dan Partai Komunis Indonesia yang memiliki tujuan kemerdekaan. Partai politik  mempunyai tujuan mengorganisir ide, pandangan, dan kepentingan politik, tetapi lebih jauh lagi demi memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Menurut Daniel Dhakidae, suatu partai politik seringkali digunakan sebagai alat pembebasan bangsa dari penjajahan oleh rakyat terjajah. Ketertarikan rakyat pada partai politik karena partai politik adalah kekuatan tandingan yang bisa digunakan untuk melawan penjajah dan sebagai sarana mencapai suatu kemerdekaan.

Sejarah telah membuktikan bahwa rakyat yang dijajah bisa melawan untuk meraih kemerdekaannya berkat peranan partai politik progresif. Memang, partai politik merupakan instrumen yang paling ampuh dalam mencapai tujuan politik.

Miriam Budiarjo mengatakan partai politik sebagai implementasi dari adanya ide-ide luas bahwa rakyat ikut berpartisipasi dalam proses politik. Maka, jika demikian, partai politik bisa saja dan seharusnya dilahirkan dari bawah, dari kalangan rakyat sendiri untuk berhubungan dengan pemerintah di atas.

Partai politik di negara-negara demokrasi mendasarkan diri pada doktrin bahwa seluruh rakyat memiliki hak yang sama untuk terlibat dalam politik sehingga partai politik menjadi salurannya. Sedangkan di negara-negara yang totaliter, partai politik merupakan alat sosialisasi di mana ada doktrin bahwa rakyat harus mendapatkan arah dari atas untuk ikut serta dalam bidang politik.

Secara terminology, partai politik bisa diartikan sebagai suatu organisasi yang beranggotakan politisi di mana tujuannya adalah untuk masuk ke dalam kekuasaan pemerintahan dengan cara bersaing dengan kelompok partai lain untuk meraih dukungan luas dari rakyat. Bisa dikatakan bahwa partai politik merupakan alat yang menghubungkan pemerintah dengan rakyat.

Dapat disimpulkan  bahwa sesungguhnya partai politik adalah organisasi dengan cita-cita dan tujuan yang sama yang diperjuangkan dengan merebut kekuasaan. Dan untuk merebut kekuasaan memerlukan dukungan rakyat sebanyak-banyaknya dalam pemilihan umum. Jika partai tersebut terpilih, maka partai tersebut dianggap mewakili kepentingan rakyat yang memilihnya. Biasanya rakyat memilih partai karena tertarik dengan program-program yang ditawarkan atau karena tokoh partai tersebut populis dan bisa dipercaya. Namun, kini, tidak sedikit partai politik yang menghalalkan segala cara untuk menang pemilu, misalnya dengan membeli suara konstituen (pemilih)-nya.

Sumber foto: www.idberitakita.com

Kata kunci:

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on TumblrDigg thisShare on LinkedIn0