Pemilu di Indonesia : Informasi Terlengkap Tentang Pemilu di Indonesia

Pemilu adalah suatu kegiatan atau cara untuk memilih para wakil rakyat untuk menduduki jabatan-jabatan di pemerintahan dan menjalankannya roda pemerintahan tersebut.  Jabatan yang akan di isi mulai dari Presiden, wakil rakyat yang akan duduk di pemerintahan, sampai kepala desa. Pada dasarnya pemilu di Indonesia hanya ditujukan untuk memilih anggota lembaga perwakilan baik DPR mauun DPRD Kabupaten atau kota. Sedangkan untuk Presiden dan wakil presiden ditunjukkan oleh MPR.

Dengan disahkan amandemen keempat UUD 1945 dan 2002, maka  akan dilakukan pemilu langsung untuk memilih presiden dan wakil presiden(berpasangan dalam mencalonkan menjadi presiden dan wakil presiden). Sehingga masyarakat Indonesia bisa memilih yang terbaik para wakilnya untuk dibebankan tugas Negara. Pemilu presiden di Indonesia dilakukan baru dua kali, yaitu pertama pada tahun 2004, dimana yang menjadi pemenang pemilu presiden pertama adalah Bapak Susilo Bambang Yudoyono.

Kemudian, untuk yang kedua pemilu presiden pada tahun 2007 dimana lagi-lagi dimenangkan oleh Bapak Susilo Bambang Yudoyono. Bukan hanya pemilihan presiden saja yang ikut dalam pemilu, pemilihan kepala desa pun ikut dalam pemilu. Pemilu di Indonesia diadakan setiap 5 tahun sekali setelah masa kerja.  Indonesia telah mengadakan pemilu 10 kali, yaitu:

  1. Pada tahun 1955 yang di ikuti sebanyak 30-an partai. Lima  partai pemenang pemilu ini adalah Partai Nasional Indonesia (PNI),  Nahdlatul Ulama, Masyumi, Partai Serikat Islam Indonesia (PSII). dan Partai Komunis Indonesia.
  2. Pada tahun 1971 yang di ikuti 9 partai politik dan 1 organisasi masyarakat. Lima partai yang memenangkan pemilu ini adalah Golongan Karya, PARMUSI, Partai Syarikat Islam Indonesia, Nahdlatul Ulama,  dan Partai Nasional Indonesia.
  3. Pada tahun 1977, 1982, 1987,1992, dan 1997 hanya di ikuti 2 partai poltik yaitu Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Demokrasi Indonesia dan 1 partai organisasi masyarakat yaitu Golongan Karya. Penyebab hanya di ikuti 3 partai adalah partai-partai politik bergabung dan hanya membentuk 2 partai politik saja. Golongan Karya adalah pemenang kesemua pemilu pada tahun tersebut.
  4. Pada tahun 1999 yang di ikuti 48 partai. Lima partai sebagai pemenang dalam pemilu ini adalah Partai  Persatuan Pembangunan, Partai Golongan Karya,  Partai Persatuan Pembangunan, Partai Demokrasi Indonesia perjuangan(PDI-P), PAN, dan Partai Kebangkitan Bangsa(PKB).
  5. Pada tahun 2004 yang di ikuti 24 partai. Lima  Partai pemenang pada tahun tersebut adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, PPP,  Partai Kebangkitan Bangsa, Partai GOLKAR,  dan Partai Demokrat. Dan pada tahun tersebut pemilu presiden untuk pertama kalinya yang di ikuti 5 calon presiden dari 5 partai yang dicalonkan partainya. Yaitu:
  • H. Wiranto,SH. Dan Ir.H.Salahuddin Wahid(Partai Golongan Karya).
  • Hj. Megawati SoekarnoPutri dan K.H. Ahmad Hasyim Muzadi(Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan).
  • Prof. Dr. H. M. Amien Rais dan Dr. Ir. H. Siswono Yudo Husodo(Partai Amanat Nasinoal).
  • H. Susilo Bambang Yudoyono dan Drs.H.Muhammad Jusuf Kalla(Partai Demokrat).
  • Dr. H. Hamzah Haz dan H. Agum Gumelar, M.sc.(Partai Persatuan Pembangunan).

Dari hasil pemilu presiden tersebut tidak ada pasangan yang memiliki suara lebih 50% , sehingga dilakukan pemilu presiden putaran kedua yang hanya di ikuti suara terbanyak kesatu dan kedua yaitu Susilo-kalla dan Mega-Hasyim. Pada putaran kedua, pasangan Susilo-Kalla berhasil memperoleh suara terbanyak dan sehingga ditetapkan sebagai pemenang pemilu presiden untuk pertama kalinya di Indonesia.

  1. Pada tahun 2009 yang dikuti  38 partai. Lima partai pemenang pemilu  tersebut adalah Partai Demokrat, Partai GOLKAR, PDI-P, PKS atau Partai Keadilan Sejahtera, dan PAN. Untuk kedua kalinya pemilu presiden di ikuti 3 calon presiden dan wakil presiden, yaitu Susilo-Boediono, diusung Partai Demokrat, Megawati-Prabowo diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, dan Jusuf kalla-Wiranto diusung Partai Golongan Karya. Dalam pemilu presiden yang kedua Susilo-Boediono berhasil memperoleh suara terbanyak dan lebih dari 50% yang artinya pemilu hanya dilakukan sekali putaran dan Susilo-Boediono ditetapkan sebagai pemenang  presiden dan wakil presiden.

Semoga pemilu di Indonesia selanjutnya sealu berjalan dengan lancar, aman, tertib, damai, dan bersifat demokrasi.

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on TumblrDigg thisShare on LinkedIn0