Pendidikan Karakter > Tulisan Tentang Pendidikan Karakter

Pendidikan berkarakter merupakan cara mendidik yang sekarang ini tengah dilakukan oleh pemerintah. Di mana pelajar tidak hanya membutuhkan pelajaran tentang pendidikan dari mata pelajaran di sekolah  saja, melainkan jiwa mereka pun harus di didik. Penyebab kelemahan pendidikan karakter saat ini adalah tidak adanya pelajaran Budi Pekerti. Meskipun jenjang kita sudah setingkat SMP dan SMA, pelajaran ini masih perlu diterapkan bahkan dari sejak dini. Selain itu, pengaruh globalisasi yang menyebabkan anak muda berpikir sebebas – bebasnya, senekat – nekatnya, dan semaunya sendiri tanpa bisa mendengar saran dan kata – kata orang tua. Berikut ini apabila Negara kita masih tidak menerapkan pendidikan berkarakter.

  • Munculnya pemberontak baru yang dapat mengancam keselamatan jiwa raga generasi bangsa selanjutnya.
  • Korupsi semakin merajalela dan bukan tidak mungkin untuk tidak bisa dihentikan.
  • Tawuran semakin banyak dan semakin menjadi – jadi.
  • Banyak yang cinta damai tetapi perang semakin ramai.
  • Generasi muda semakin memberontak karena keinginan tidak dipenuhi oleh orang tuanya ataupun orang terdekat
  • Individualisme tetap dipertahankan dan tetap dijunjung tinggi oleh sejumlah individu.
  • Egoisme terhadap kepentingan diri sendiri.
Pendidikan Karakter

Pendidikan Karakter

Kalau sudah begitu, apakah kita masih bisa melakukan sesuatu? Jawabannya bisa ya tetapi juga tidak. Tidak,  karena kita sama sekali tidak berbuat apapun untuk Negara ini. Hanya bisa berbicara seperti tong kosong. Di luar hanya berbicara tetapi tanpa perlakuan hanya membuat Negara ini semakin terpuruk dan semakin mudah untuk dipermainkan dan dibodohi oleh Negara lain. Bisa, ketika kita tidak hanya berbicara tetapi juga melakukan suatu perlakuan yang sangat berarti bagi Negara kita ini. Terlihat sulit dan tidak mungkin ada yang bisa. Tetapi, selama kita mempunyai jiwa kerjasama yang kuat, semua itu seakan beruab seratus delapan puluh derajat. Bangasa kita menjadi bangsa yang maju tanpa adanya kekerasan dan terbebas dari orang – orang bertipe individualis dan ekstremis. Menurut pendidikankarakter.org ada beberapa pilar yang patut diperhatikan apabila kita ingin membangun pendidikan berkarakter secara mandiri, yaitu.

  • Tubuh yang selalu diperhatikan. Tubuh kita terdiri dari 75% air. Apabila ini terpenuhi setiap hari, maka tubuh kita termasuk sehat. Apabila belum, ubahlah diri kita menjadi sedemikian rupa. Apabila kita sudah mampu mengubah diri kita menjadi seperti itu, bukan tidak mungkin ketika anda membangun pendidikan berkarakter terhadap diri sendiri maupun orang lain, niscaya tanpa disertai adanya hambatan yang berarti.
  • Religi ataupun doa. Pada saat kita berada di luar lingkungan aman kita, rasanya kaki kita kurang mampu berdiri dengan kokoh ditambah dengan gempuran sejumlah godaan yang tidak ada habisnya. Maka dari itu, selama kita masih berada di dalam lingkungan aman kita, giat – giatlah untuk berdoa terlebih ketika kita berada di luar.
  • Ilmu. Ketika di luar ataupun di daerah perantauan, selain kepercayaan biasanya ilmu kitapun diuji. Bagi kita yang tidak mempunyai cukup ilmu, maka mudah bagi banyak orang untuk memperdaya kita karena mereka menganggap kita adalah orang tidak mengerti apa –apa. Tetapi, selama kita masih berada di dalam, cobalah untuk mengasah ilmu dan strategi dengan baik. Dengan begitu, diri kita tidak mudah diombang ambingkan oleh keadaan yang sedmikian keras. Juga, melatih diri kita agar menjadi pribadi yang tahan uji.
  • Penguasaan diri dan emosi. Penguasaan ini melibatkan dua objek sekaligus. Sering kali diri kita dituntut untuk bermanuver dalam kondisi yang tidak biasa. Kita harus mepunyai pengendalian diri dan emosi yang baik. Apabila kita terlalu ikut dalam suasana, maka diri kita belum bisa dinyatakan layak menghadapi kondisi di luar. Itu berarti, emosi kita masih labil dan mudah terpengaruh oleh perkataan teman.
  • Berani dan bertanggung jawab. Ketika kita dihadapkan pada suatu situasi yang harus kita hadapi, diri kita dipaksakan untuk berani. Adrenalin kita terpacu secara spontan. Selain itu, diri kita diharuskan bekerja secara giat dan keras. Selain itu, jangan takut untuk berkata kebenaran sekalipun ada konsekuensi dibelakangnya. Apabila kita melakukan suatu hal dan kebetulan itu salah, maka jangan malu untuk  bertanggung jawab. Karena pribadi yang bertanggung jawab itu merupakan cerminan pribadi yang mempunyai iman dan akal budi yang baik.
  • Junjung tinggi kebenaran dan kejujuran. Sering kita mendapatkan teman kita yang belaku tidak jujur terhadap nilainya sendiri. Kita sudah berusaha semampu diri kita, tetapi banyak pihak lain yang justru melakukan kecurangan. Sangat tidak adil, tetapi percayalah bahwa ada balasan yang setimpal. Ataupun pada saat macet, pengendara motor umumnya mencari jalan yang dapat dijadikan tembusan agar cepat sampai tujuan. Trotoar contohnya, jangan malu untuk menghalangi mereka. Jujur, banyak pribadi yang sering melakukan hal demikian agar para pengendara motor jera. Katakan saja begini, “di sini trotoar untuk pejalan kaki bung!! Bukan untuk para stuntman jalanan seperti anda!”.  Kata itu sering saya lontarkan, lantaran saya kesal dengan sifat egois mereka.
  • Demokratis. Tidak memaksakan kehendak kita untuk dilakukan oleh seseorang. Orang lain pun punya hak dan kewajiban masing – masing. Menarankan boleh saja, tetapi nada paksaan harus dihilangkan.
  • Bersikap adil dan menghargai perbedaan dimanapun dan kapanpun. Orang miskin mengambil sebuah sawit dipenjara hingga 4 tahun lamanya, tetapi para koruptor dipenjara 2 tahun dan dilengkapi remisi juga disertai sel yang mewah. Sungguh memprihatinkan sekali. Inilah ciri orang yang individualis dan mau menang sendiri. Berbeda agama dan suku contohnya. Jangan sampai Negara kita terpecah belah hanya karena masalah yang tidak jelas dan masalah yang sepele. Semua itu dapat dirundingkan terlebih dahulu. 90% masalah perbedaan berasal dari hasutan dan spekulasi semata saja. Apabila ditelusuri lebih dalam, itu merupakan ulah kelompok ekstrem yang ingin mengganggu ketenangan saja.

Share on Google+2Share on Facebook1Tweet about this on Twitter1Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on TumblrDigg thisShare on LinkedIn0