Penyebab Banjir : Tulisan Tentang Penyebab Banjir

Kehancuran berbagai tempat di bumi bukan semata – mata karena sebuah gejala alam yang tak bisa dihindari, melainkan hampir seluruhnya adalah ulah dari tangan manusia itu sendiri. Mulai dari penggundulan hutan berakibat pada erosi berkepanjangan serta global warming yang terkenal saat ini. Dimana sebuah situasi yang menempatkan sebuah kehidupan mengarah pada pemanasan global, karena kegiatan manusia itu sendiri dalam melakukan eksplorasi alam secara besar – besaran.

Berbagai cara dilakukan semaksimal mungkin bukan untuk pelestarian, melainkan pembabatan terhadap sebuah lahan atau penyalahgunaan wewenang menjadi sebuah kekuasaan dalam memanfaatkan sumber daya alam yang sangat terbatas jumlahnya. Bukanlah suatu hal mustahil jika setiap periode tertentu timbul sebuah bencana besar, disamping merenggut korban jiwa juga merugikan semua pihak.

Penyebab Banjir

Penyebab Banjir

Tak hanya di daerah terpencil dan jauh dari pusat kota, penyimpangan sikap manusia pun telah banyak ditunjukkan oleh manusia terhadap lingkungan sekitar. Penyebab Banjir, mulai dari pembuangan limbah rumah tangga secara besar- besaran di manapun hingga menuju bantaran sungai, pengerukan pori-pori tanah untuk dijadikan gedung pencakar langit serta bangunan lainnya dan penyedotan air tanah secara terus menerus berakibat menurunnya komposisi tanah di berbagai tempat. Alhasil, berbagai peristiwa pun selalu mendekat ke arah dimana penyimpangan moral manusia itu berasal. Awalnya banjir kecil melanda ibukota, tak berapa lama rob atau air kotor pun menggenangi di beberapa tempat atau wilayah sampai kepada tenggelamnya sektor industri atau daerah pusat kota. Ini menandakan sikap manusia yang sudah tidak peduli lagi dengan kesehatan lingkungan, baginya lebih penting mengambil keuntungan sendiri tanpa memikirkan akibat selanjutnya.

1Banjir merupakan pelanggan tetap bagi penduduk perkotaan saat ini. Awalnya hujan rintik – rintik sampai besar pun hanya menggenangi beberapa tempat saja. Namun dengan berbagai kondisi yang saat ini sudah berkembang bahkan mengarah pada semakin minimnya tempat resapan air, peristiwa tersebut mulai menjadi sebuah hal serius untuk dipecahkan bersama. Mungkin tidak terlalu heran, hanya sebuah hujan gerimis bisa mengundang banjir besar. Bagaimana tidak terjadi, jika sungai – sungai alternatif sebagai penghubung atau utama, menjadi tempat strategis warga sekitar untuk membuang sampah mereka di tempat ini. Sungguh sangat ironis jika dilihat dari kacamata pendidikan, ditengah pusat kota seharusnya manusia pun lebih terdidik secara mental maupun budaya. Tidak kalah dari penduduk pedesaan, dimana walaupun minim fasilitas pendidikan tetapi mampu menjaga lingkungannya dengan baik. Pertanyaan di dalam benak hati muncul kembali, apakah sedemian parahnya kesadaran bagi para pribadi di tengah hiruk pikuk sebuah kota besar ini? Dimana sebagai besar mayoritas penduduknya kebanyakan sudah banyka mengenyam bangku pendidikan yang cukup tinggi. Apa yang menjadi kesalahan terbesarnya?

Berikut ada 2 faktor yang mungkin mampu menjawab hal itu semua, yaitu:

  • KESADARAN 

    Bicara kesadaran masyarakat sangat bergantung pada kepedulian pemerintah setempat dalam mengatur serta membina kedisiplinan didaerahnya. Sungguh sia-sia jika hanya memberikan sebuah papan pengumuman di daerah bantaran seperti “dilarang membuang sampah sembarangan dan mendapat sanksi / denda jika tetap dilakukan” tanpa adanya penyuluhan ataupun sosialisasi sebagai sebuah wujud kepeduliannya terhadap lingkungan sekitar.
  • KETEGASAN 

    Peraturan dibuat agaknya untuk dilanggar bukan menjadi sesuatu yang mengikat bagi masyarakat. Kembali pada prinsip di awal, jika memang sulit disosialisasikan maka harus ada ketegasan langsung, dimana peraturan tak hanya retorika melainkan kenyataan dan harus berlaku bagi setiap orang.

Berkaitan dengan hal itu, perlu dijelaskan pula penyebab mengapa banjir tersebut sering terjadi di perkotaan khususnya, adalah :

  1. Semakin minimnya prasarana pembuangan limbah sebagai akibat wadah ataupun lahan perkotaan sudah sedemikian sempit. Jadi, mendorong warga untuk malas mencari tempat cocok dalam pembuangannya. Akhirnya mencari tempat dimana dianggapnya layak dan tak butuh biaya besar serta dekat dengan pemukimannya adalah sungai.
  2. Penutupan daerah resapan air oleh bangunan tingkat beserta jembatan layang dimana menutupi lahan kosong dibawahnya. Patut pula dicegah sekaligus dipertimbangkan apa solusi terbaiknya.
  3. Penebangan areal pepohonan serta jalur hijau sebagai sarana resapan air paling dominan
  4. Kurangnya areal taman dimamana menjadi tempat sebuah ekosistem kecil dan menjadi penyangga bagi kelestarian lingkutan perkotaan.

Sumber gambar :

  • http://www.sorotnews.com/berita/img/tiga-penyebab-banjir-    jakarta.4849.jpg
  • http://www.rmol.co/images/berita/normal/465823_07173719012013_sampah_penyebab_banjir_-_randy_-_19_-1_8.jpg

Kata kunci:

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on TumblrDigg thisShare on LinkedIn0