Polisi | Artikel Terlengkap Polisi

Polisi merupakan orang atau badan yang berwenang yang dimiliki oleh negara, untuk menegakkan hukum, melindungi publik atau masyarakat, dan menyelaraskan ketimpangan sosial yang terdapat di dalam komunitas. Mereka mempunyai kekuatan yang bersifat memaksa dalam menjalani tugas-tugas mereka. Polisi sering didefinisikan terpisah dari militer atau badan lain yang terlibat dalam pembelaan negara terhadap agresi asing. Tetapi mempunyai kesamaan tujuan yaitu menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat. Namun militer lebih berskala nasional, sedangkan polisi berskala masyarakat atau daerah.

Di setiap negara memiliki kepolisian resmi mereka masing-masing. Di Indonesia dikenal dengan Kepolisian Republik Indonesia. Kepolisian Republik Indonesia mempunyai situs resmi di “https://www.polri.go.id”. berikut daftar nama-nama yang pernah menjabat sebagai kapolri:

Polisi

http://goo.gl/u2TQAk

  1. Komjend  Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo (29 September 1945 – 14 Desember 1959)
  2. Komjend  Soekarno Djojonegoro (15 Desember 1959 – 29 Desember 1963)
  3. Inspektur Jenderal  Soetjipto Danoekoesoemo (30 Desember 1963 – 8 Mei 1968)
  4. Inspektur Jenderal Soetjipto Joedodihardjo (9 Mei 1965 – 8 Mei 1968)
  5. Komisaris Jenderal  Hoegeng Imam Santoso (9 Mei 1968 – 2 Oktober 1971)
  6. Komisaris Jenderal Moch. Hasan (3 Oktober 1971- 24 Juni 1974)
  7. Letnan Jenderal  Widodo Budidarmo (25 Juni 1974 – 25 September 1978)
  8. Letjen  Awaluddin Djamin, MPA (26 September 1978 – 3 Desember 1982)
  9. Letjet  Anton Sudjarwo (4 Desember 1982 – 6 Juni 1986)
  10. Letjen  Moch. Sanoesi (7 Juni 1986 – 19 Februari 1991)
  11. Letjen Kunarto (20 Februari 1991 – 5 April 1993)
  12. Letjen Banurusman Astrosemitro (6 April 1993 – 14 Maret 1996)
  13. Letnan Jenderal Dibyo Widodo (15 Maret 1996 – 28 Juni 1998)
  14. Letnan Jenderal Roesmanhadi (29 Juni 1998 – 3 Januari 2000)
  15. Letnan Jenderal Roesdihardjo (4 Januari 2000 – 22 September 2000)
  16. Jenderal Surojo Bimantoro ( 23 September 2000 – 21 Juli 2001)
  17. Jenderal Chairudin Ismail (2001 – 7  Agustus 2001)
  18. Jenderal Da’i Bachtiar (29 November 2001-  7 Juli 2005)
  19. Jenderal Sutanto (8 Juli 2005 – 30 September 2008)
  20. Jenderal Bambang Hendarso Danuri (1 Oktober 2008 – 22 Oktober 2010)
  21. Jenderal Timur Pradopo (22 Oktober 2010 – sekarang)

Dalam menjalankan tugas kewajiban mereka sehari-hari, polisi selalu membawa dan diperbolehkan membawa senjata api (Handgun), dan ada juga di beberapa negara eropa dilarang membawa senjata api, seperti Inggris, Irlandia, Norwegia dan negara Eropa lainnya (tergantung undang-undang kepolisian di negara setempat). Pihak yang berwenang ini hanya boleh mengeluarkan senjata api dari sarungnya dan menodongkannya kepada seorang kriminal, jika orang tersebut mengancam nyawa polisi itu sendiri atau mengancam nyawa warga sipil. Bahkan seorang perwira diperbolehkan  mengeluarkan tembakan jika si kriminal berusaha untuk melarikan diri. Di Brazil karena tingkat kriminalitas sangat tinggi maka departemen kepolisian setempat menyuruh para perwiranya mengeluarkan tembakan sebagai peringatan.

Polisi dibagi atas spesialisasi. Yang berkewajiban mengatur ketertiban dan kedisiplinan di jalan raya adalah polisi lalu lintas. Mereka adalah yang berwajib mengatur masyarakat di jalan, seperti mengawasi dan menertibkan pengendara kendaraan bermotor untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas agar tercipta kenyamanan dan keselamatan dalam berkendara.

Polisi anti huru-hara, mereka mempunyai tugas khusus, yaitu mengamankan para demonstran yang bertindak anarkis ( di setiap negara yang bentuk pemerintahannya demokrasi pasti mempunyai polisi spesialisasi ini ). Dalam tugasnya mereka dilengkapi peralatan anti huru-hara, seperti tameng atau perisai untuk melindungi diri dari lemparan benda-benda keras dari demonstran yang bertindak anarkis, gas air mata dan kendaraan yang bisa menembakkan air untuk membubarkan massa. Spesialisasi anti teror, kita punya “Densus 88″. Mereka adalah yang bertugas membasmi teroris yang melakukan terornya di tengah masyarakat. Dilengkapi senjata-senjata berat. Polisi anti teror diperbolehkan menembak mati para teroris, jika mereka terlebih dahulu menodongkan senjata.

Polisi modern dilengkapi kendaraan, baik roda dua maupun roda empat ( di negara maju bahkan dilengkapi helikopter, seperti Amerika agar mudah mengamati pergerakan kriminal di udara). Digunakan untuk patroli dan transportasi si kriminal ke sel tahanan. Pada umumnya kendaraan patroli menggunakan sedan empat pintu. Kendaraan polisi ditandai dengan logo kepolisian dan dilengkapi sirine untuk menyadari kepada orang-orang akan kehadiran polisi. Kendaraan yang tidak bertanda seperti di atas digunakan untuk penyamaran agar penjahat tidak menyadari kehadiran polisi

Sumber gambar : http://farm4.staticflickr.com/3056/2957945070_02b83201b5_z.jpg?zz=1

Kata kunci:

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on TumblrDigg thisShare on LinkedIn0