Puisi Keindahan Alam : Informasi Terlengkap Puisi Keindahan Alam

Ketika kita berjalan-jalan di tempat indah, panorama alam menyejukkan, atau bernostalgia pada suatu tempat pastinya akan tergugah perasaan kita. Perasaan tersebut merupakan dampak emosional dari indera penglihatan dengan indera peraba kita masuk dalam rasa dalam hati kita. Kadang perasaan itu kita munculkan melalui teriakan senang, permainan musik serta lagu, mengarang naskah bisa berupa cerpen, novel atau puisi.

Puisi ibarat sebuah perasaan manusia diungkapkan dalam syair indah serta mampu diartikan banyak makna oleh para pembaca lainnya. Ada pendapat lain mengatakan sebaliknya bahwa puisi tidak harus indah yang penting mampu mengungkapkan ekspresi serta perasaan terdalam pembuatnya. Mengungkap keindahan alam memang terlihat gampang tapi susah, bacaan terasa ringan namun syarat banyak makna. Karakter topik puisi semacam ini adalah ringan, mudah dimengerti, kata kiasan dapat diperoleh atas apa yang ada disekitar, setiap baris pendek serta mengungkap kegembiraan. Faktor-faktor tersebut membuat para penulis tertarik untuk menuliskan perasaannya. Namun perlu diketahui bahwa ada tingkat kesulitan yang cukup tinggi pada penulisannya, seperti membuat kata kiasan unik, beraneka ragam bahasa itulah kesulitannya.

Puisi Keindahan Alam

Puisi Keindahan Alam

Kebanyakan penulis membuat bahasa hampir sama, terlihat banyak menggunakan kata pengantar “diantara, ketika, disaat, terlihat” dan sebagainya. Belum lagi kata yang sering muncul dari perasaan si penulis seperti “panorama indah, sungguh menawan, atau mempesona.” Banyak pengulangan terjadi dari beberapa puisi yang dituliskan oleh bermacam-macam pengarang, tanpa disadari ada kesamaan. Jika memahami situasi tersebut bagi pengarang pasti akan membuat kata berbeda dengan lainnya.

Untuk membuat puisi keindahan alam yang berbeda dengan lainnya, tampak unik dan menarik sebenarnya harus mampu mengerti struktur intrinsik maupun ekstrinsik sebuah puisi. Ada ahli sastra mengatakan itu merupakan struktur fisik dan struktur batin, jika memahaminya pasti akan mampu membuat kata unik, menarik dan membius pembaca. Beberapa struktur fisik puisi sebagai berikut:

Puisi Keindahan Alam

Puisi Keindahan Alam

- Diksi merupakan pilihan kata pada susunan baris puisi, cara terbaik sebelum mengarang adalah membuat daftar susunan kata mirip seperti kamus yang nantinya sesuai dengan topik bacaan.

- Pencitraan atau pengimajinasian merupakan sebuah ungkapan dengan penggambaran atas bayangan konkret atas penghayatan secara langsung melalui pengindraan manusia.

- Kata Konkret atau bentuk imajinasi adalah lukisan imajinasi atau pemaknaan dalam daya bayangan pembaca, maka penulis mengkonkretkan kata-kata.

- Majas bisa disebut bahasa figuratif adalah penyusunan bahasa yang sengaja dibuat untuk memberikan makna berbeda sehingga tampak indah. Biasanya penulis menggunakan majas hiperbola, melakukan makna berlebihan pada gaya bahasa ini sangat mudah dimaknai oleh pembaca.

- Verifikasi atau pola rima dan ritma biasanya masih mengikuti pola lama yaitu rima menjadi a-b-a-b atau a-a-a-a baik bait pertama sampai bait terakhir. Ritma berupa pola bunyi mengikat bait dengan menggunakan keterangan kalimat. Pada kata pengikat tersebut memunculkan gelombang irama baru sehingga dihasilkan intonasi panjang-pendek, tinggi-rendah, keras-lemahnya bunyi.

- Tipografi bisa disebutkan tata wajah atau ukiran dalam puisi merupakan tatanan larik, bait, frase, kata serta bunyi untuk mengahasilkan fisik pendukung isi, rasa dan suasana.

Selanjutnya struktur batin biasanya berhubungan dengan tidak nampak, hanya bisa dirasakan didalam tidak berupa fisik terlihat. Hal yang perlu diperhatikan pertama adalah tema yaitu gagasan utama dari puisi baik tersirat maupun tersurat. Kejelasan tema perlu dipikirkan terlebih dahulu, disesuaikan dengan perasaan penulis saat itu. Kedua yaitu nada merupakan gaya penyair terhadap pembacanya, misalnya sikap rendah hati, menggurui, mendikte, persuasif, dan lain-lain. Nada ini akan mempengaruhi emosi pembaca atau pendengar nantinya, sehingga timbul klimaks saat terjadi konflik pada puisi. Ketiga adalah perasaan yang memungkinkan terjadi sentuhan emosi penulisan dalam bentuk kepuasan, keheranan, kesedihan, kemarahan serta lainnya. Perasaan tersebut bersifat relatif tergantung kondisi saat itu, tidak harus dipaksakan dan dibuat-buat. Keempat yaitu Amanah merupakan pesan sesuatu yang ingin disampaikan oleh penyair melalui karyanya. Tujuan dari syair dibuat serta dampak nantinya terjadi pada pembaca dan pendengar.

Dengan pemahaman struktur puisi diatas maka akan mendapatkan hasil syair luar biasa, terutama bagi penulisan puisi keindahan alam. Faktor pendukung lainnya bisa berupa kondisi serta situasi pengarang saat memunculkan syair, apakah dapat mempengaruhi serta mengesankan. Unsur unik, kreatif, dan kesan mendalam pada pendengar serta pembaca dalam pemaknaannya merupakan kunci utama.

Kata kunci:

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on TumblrDigg thisShare on LinkedIn0