Puisi Pendidikan | Informasi Terkait Puisi Pendidikan

Sastra tanpa adanya puisi terasa kurang, bagaikan sayur tanpa garam. Puisi lebih memfokuskan kepada susunan kalimat dan susunan bahasa dari segi kualitas estetiknya selain makna yang terkandung di dalamnya. Salah satu contoh penekanan dari segi estetik nya yaitu suatu bahasa dan penggunaannya yang sengaja berbentuk pengulangan, atau memiliki rima. Puisi sering diasosiasikan dengan romantisme namun tentu saja puisi tidak hanya berisi kata-kata romantik, namun puisi juga dapat berisi kata-kata pembangkit semangat.

Puisi Pendidikan termasuk salah satu genre sastra yang berisi ungkapan perasaan atau pikiran penyair, mengandung rima dan irama, serta diungkapkan dalam pilihan kata yang cermat dan tepat. Puisi merupakan sebuah bentuk ciptaan yang utuh dan menyatu. Ciri-ciri puisi dapat dilihat dari bahasa yang digunakan serta wujud puisi tersebut. Bahasanya mengandung rima, irama, dan kiasan. Wujud puisi dapat dilihat dari bentuknya yang berlarik membentuk bait, letak tertata, dan tidak mementingkan ejaan. Secara garis besar, sebuah puisi terdiri atas 7 unsur, yaitu: tema, suasana, imajinasi, amanat, nada, suasana, dan perasaan. Sedangkan prinsip dasar sebuah puisi adalah berkata sedikit mungkin, tetapi mempunyai arti sebanyak mungkin.

Puisi Pendidikan

Puisi Pendidikan

Baris-baris pada puisi dapat berbentuk apa saja tergantung keinginan penyair (melingkar, zigzag dan lain-lain). Hal tersebut merupakan salah satu cara penyair untuk menunjukkan pemikirannnya. Puisi kadang-kadang juga hanya berisi satu kata/suku kata yang terus diulang-ulang. Bagi pembaca hal tersebut mungkin membuat puisi tersebut menjadi tidak dimengerti. Namun, dari ketidakmengertian pembaca, memancing keingintahuan pembaca tentang makna dari puisi tersebut. Tapi penulis selalu memiliki alasan untuk segala ‘keanehan’ yang diciptakannya.

Tak ada yang membatasi keinginan penulis dalam menciptakan sebuah puisi. Oleh karena itulah puisi dapat dikatakan sebagai karya sastra yang tidak terbatas. Sebelum saya memberikan contoh puisi pendidikan, ada baiknya Anda mengerti tentang puisi secara umum. Puisi dapat dibagi menjadi puisi lama dan puisi baru :

Puisi lama

Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan. Aturan- aturan itu antara lain :

  1. Jumlah kata dalam 1 baris
  2. Jumlah baris dalam 1 bait
  3. Persajakan (rima)
  4. Banyak suku kata tiap baris
  5. Irama

Puisi Baru

Puisi baru bentuknya lebih bebas daripada puisi lama baik dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima.

Ciri-ciri Puisi Baru:

  1. Bentuknya rapi, simetris;
  2. Mempunyai persajakan akhir (yang teratur);
  3. Banyak mempergunakan pola sajak pantun dan syair meskipun ada pola yang lain;
  4. Sebagian besar puisi empat seuntai;
  5. Tiap-tiap barisnya atas sebuah gatra (kesatuan sintaksis)
  6. Tiap gatranya terdiri atas dua kata (sebagian besar) : 4-5 suku kata.

Oleh karena itu saya akan memberikan contoh tentang puisi pendidikan , puisi yang saya buat adalah puisi baru dengan tema dan bahasa yang mudah dimengerti yaitu tentang pendidikan, karena zaman sekarang jika menggunakan bahasa yang sulit orang tidak akan mengerti apa yang akan kita bicarakan

Saat fajar mulai menampakkan diri

Itu pertanda pagi ku dimulai

Ketika saat ayam memanggil

Saat itulah tanda ku tuk berjuang

Buku dan pena sudah siap

Pagi ku terasa indah

Karena hari ini

Aku akan pergi ke sekolah

 

Tetapi…..

Ketika aku melangkah lebih jauh

Aku lihat sebuah arus air

Air yang jika kita masuk ke dalamnya

Kita akan hilang selamanya

Demi pendidikan akan ku tempuh

Demi pendidikan akan ku lewati

Perlahan tapi pasti aku lewati

Demi sebuah impian dan cita cita

 

Hatiku senang sampai di sekolah

Betapa bahagia nya jika jarak ku dekat

Walaupun jauh dan lelah

Harus semangat menempuh ilmu

Demi masa depan aku yang baru

Perjuangan harus aku lakukan

Contoh puisi kedua :

Hari hari begitu indah kulewati

Ketika pagi aku dibangunkan ibu

Untuk melakukan aktifitasku

Terkadang malas menerjang

Tubuh ini masih ingin istirahat

Dengan sabar ibu membangunkan ku

Demi masa depan ku nanti

Pagi ku jalani dengan indah

Pergi ke sekolah menuntut ilmu

Tak lupa ku persiapkan peralatan

Peralatan tempur ku menempuh ilmu

Agar saat nanti kelak

Ilmu yang kudapat tak sia sia

Ilmu yang tidak berbuah kesia siaan

Melainkan berubah uang dan kebahagiaan

Share on Google+0Share on Facebook1Tweet about this on Twitter0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on TumblrDigg thisShare on LinkedIn0