Revolusi Industri – Tulisan Mengenai Revolusi Industri

Revolusi Industri mau tak mau harus mengacu pada sejarahnya di Eropa. Meskipun pada saat itu warga Eropa belum memakai istilah ini. Kata Revolusi Industri diungkapkan pertama kali oleh Friedrich Engels, filsuf yang mengilhami Karl Marx yang dikenal sebagai kritikus kapitalis. DI Eropa sendiri hal ini sering diperkirakan terjadi dan dimulai abad 17. Revolusi diawali oleh penemuan-penemuan yang diberikan oleh para ilmuwan. Sebelumnya pengaruh Renaissance juga tak bisa diabaikan karena revolusi Industri adalah hasil dari gerakan Renaissance.

Renaissance merupakan era pembelajaran kembali bagi Eropa untuk memanfaatkan potensi yang ada dalam manusia.” Humankind” menjadi fokus pada gerakan ini dengan menekankan pentingnya kekuatan manusia untuk berpikir. Pada saat itu telah banyak capaian oleh Eropa, seperti penemuan kertas. Ditambah lagi dengan telah bisanya berlayar untuk menyusuri daerah-daerah yang ada di dunia. Melalui hal inilah ekspansi daerah baru dilakukan oleh Eropa sambil menemukan temuan baru yang mendorong revolusi Industri.

Revolusi Industri banyak dimulai dari Inggris dengan kota-kota Industrinya seperti Manchester dan Liverpool. Selain itu adanya lembaga Riset yakni The Royal for Improving Natural Knowledge serta The Royal Society of England mendorong terjadinya penemuan-penemuan baru. Contohnya penemuan mesin pemintal oleh James Hargreaves dan yang paling berpengaruh pada dunia Industri yakni Mesin Uap yang ditemukan oleh James Watt, sampai pada penemuan lokomotif. Dengan berbagai penemuan ini dimulailah era mesin dimana produktivitas meningkat dengan manusia menjadi buruh untuk mesin itu.

Dengan adanya penemuan tersebut pola hidup masyarakat Eropa telah berubah dari pola agraria menjadi Industri. Bahkan di Inggris pihak kerajaan juga mendorong aktivitas ini dengan memberangus kepemilikan tanah yang kemudian dianggap sebagai akhir dari kejayaan tuan tanah. Selain itu sistem ekonomi juga berubah dan memunculkan kelompok sosial baru yaitu kalangan borjuis atau kapitalis. Namun dibalik itu kelompok sosial baru lainnya juga timbul yaitu kaum proletar atau buruh yang bekerja di industri-industri tersebut. Hal ini seakan-akan hanyalah perubahan format dari Tuan Tanah dan Petani ke Pemodal dan Buruh.

Revolusi Industri

Revolusi Industri

Inggris, Jerman, Perancis, dan Amerika Serikat adalah pionir negara-negara industri maju. Akibat revolusi Industri ini muncullah problem sosial seperti yang terjadi di negara tersebut. Banyak ditinggalkannya mata pencaharian dalam bidang pertanian disebabkan urbanisasi yang terjadi. Masyarakat desa berbondong-bondong ke kota yang memiliki pusat industri, namun karena tak semuanya bisa tertampung maka timbullah persoalan-persoalan sosial seperti pengangguran dan masalah sosial lainnya. Sementara yang bisa bekerja di pabrik sendiri juga mengalami masalah tersendiri. Seperti ketatnya kerja yang menjadikan manusia seperti robot sehingga memunculkan “Kesadaran palsu” dan “Keterasingan” yang dialami manusia terhadap dirinya sendiri karena diperbudak pekerjaan. Hal ini diungkapkan oleh Karl Marx yang kemudian mendorong lahirnya paham sosialisme.

Karena keterbatasan lahan dan sumber daya alam, maka Eropa juga memanfaatkan negara jajahannya sehingga berkembang pulalah Industri di negara jajahan pada abad 19 dan 20. Akan tetapi banyak pula negeri jajahan ini hanya dijadikan tempat pengambilan bahan mentah yang selanjutnya diolah oleh penjajah untuk keuntungan ekonomi. Jadi perkembangannya di daerah jajahan hanya sebatas azas manfaat oleh kolonial. Manfaat baru didapat ketika negara terjajah telah merdeka dan penjajah meninggalkan beberapa peninggalan berupa mesin dan alat produksi. Disatu sisi peninggalan tersebut bisa bermanfaat apabila SDM negara jajahan tersebut mampu dan tidak bermanfaat ketika SDM yang ada tidak bisa mengelola.

Di Indonesia sendiri, pada zaman Soekarno termasuk berhasil memanfaatkan peninggalan tersebut. Dengan dinasionalisasinya semua properti Belanda, Indonesia bisa leluasa memanfaatkannya, namun sempat juga tertatih-tatih oleh adanya masalah SDM, politik dan perang. Akan tetapi tak ada yang dikembangkan, hanya melanjutkan apa yang dikerjakan Belanda, seperti tambang batu bara dan minyak bumi yang telah dlakukan proses produksi oleh Belanda. Indonesia benar-benar memasuki era industri ketika Soeharto mulai menjabat sebagai presiden.

Keran Investasi dibuka oleh Soeharto sebesar-besarnya. Maka masuklah Jepang, AS, Jerman, dan negara maju lainnya membuat industri di Indonesia. Pemodal asing ini mendirikan banyak industri strategis di Indonesia hingga sampai sekarang Industri yang ada di Indonesia didominasi asing. Akan tetapi area Industri terlihat hanya sebatas Jabodetabek dan satu lagi di Batam untuk Industri Pabrik. Sedangkan Industri hasil alam terdapat pada daerah pengahasil namun tetap saja dengan aliran uang ke pusat Jakarta. Problem buruh juga terjadi di Indonesia, yang paling terkenal adalah Marsinah yang terbunuh di pabrik karena memperjuangkan hak buruh.

sumber gambar:

http://dewi-ari.blogspot.com/2010/01/apakah-revolusi-industri-itu.html

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on TumblrDigg thisShare on LinkedIn0