Rumus Keliling Lingkaran | Kumpulan Catatan Mengenai Rumus Keliling Lingkaran

Kali ini kita akan membahas tentang rumus keliling lingkaran, bagi Anda yang masih belum tahu cara menghitung keliling lingkaran maka Anda patut untuk membacanya serta mengetahuinya. Setelah diketahui, hal tersebut penting juga untuk Anda pelajari karena meski demikian terkadang hal ini sering muncul di dalam kehidupan sehari-hari.

Sebelumnya, kita perlu mengenal apa itu lingkaran. Lingkaran memang merupakan suatu kurva tertutup sempurna dengan bentuk melingkar, tidak memiliki titik sudut, memiliki satu sisi, serta memiliki diameter. Diameter sendiri merupakan garis bagi yang membagi sama besar lingkaran tersebut melalui titik pusatnya.Arti dari keliling lingkaran tersebut ialah panjang dari garis tepi secara melingkar, dalam mencari panjang dari keliling tersebut tentu memiliki rumus.

Namun Anda tidak usah repot-repot untuk menciptakan rumus sendiri karena jauh sebelum kita lahir para ahli matematika telah bekerja keras untuk memecahkan persoalan tersebut, bahkan mereka juga telah memecahkan di hal penting dalam ilmu matematika ini. Seperti halnya pada pola bidang datar lainnya misal persegi panjang, segitiga, segilima, serta yang lainnya.

Rumus Keliling Lingkaran

Rumus Keliling Lingkaran

Untuk mencari kelilingnya pun cukup mudah serta tidak terlalu sulit dicerna oleh otak kita. Maka dari itu tidak usah repot-repot memikirkan rumus rumit di mana hal itu hanya dapat dipikirkan oleh orang jenius atau sejenisnya. Seperti halnya kita dalam mencari keliling pada segitiga, maka kita tidak perlu repot-repot memikirkan rumus rumit untuk menemukannya. Cukup dengan menggunakan logika atau akal kita hanya dengan menjumlahkan masing- masing sisi pada segitiga. Ada pula contoh lainnya seperti mencari keliling segi empat, segi lima, maupun segienam, bahkan bentuk pola lainnya seperti jajar genjang, trapesium, dan masih banyak lagi. Hal yang kita lakukan hanya dengan menjumlahkan tiap sisinya sehingga dapat ditemukan kelilingnya.

Sebelum kita mencari tahu  bagaimana cara menghitung kelilingnya, kita juga perlu mengetahui unsur-unsur apa yang terdiri dari bangun tersebut. Lingkaran memiliki beberapa unsur penting dengan masing- masing nama yang berbeda. Unsur-unsur tersebut adalah seperti tembereng, jari-jari, busur, titik pusat, tali busur, juring, apothema, luas, maupun keliling.

Bagi Anda yang belum mengetahui apa maksud dari unsur-unsur itu maka kini ada sedikit penjelasan untuk Anda tentang apa arti dari unsur- unsur tersebut.  Kita mulai dari titik pusat, apa itu titik pusat? Titik pusat merupakan titik terletak di tengah-tengah sebagai pusat lingkaran, jari-jari sendiri merupakan garis dari titik pusat ke lengkungan luar. sedangkan diameter merupakan garis lurus dimana ia menghubungkan dua titik lengkungan serta melalui titik pusat.

Adapun busur yaitu garis lengkung di mana terletak pada lengkungan serta menguhubungkan dua titik sembarang pada lengkungan itu sendiri lalu ada juga juga tali busur berarti garis lurus dalam lingkaran di mana ia menghubungkan dua titik pada lengkungan.  Tembereng sendiri merupakan luas daerah di mana ia dibatasi oleh busur dan tali busur, ada pula juring di mana ia merupakan luas daerah yang dibatasi oleh 2 buah jari-jari maupun busur serta diapit dengan kedua jari-jari. Tentang apothema sendiri tidak banyak orang yang tahu dan mengenal unsur tersebut, apothema adalah harus penghubung titik pusat dengan tali busur.

Kini sudah saatnya bagi para kalian untuk mengetahui bagaimana cara mencari keliling bidang datar satu ini. Untuk mencari keliling diperlukan rumus :

Kd     atau    Kpr

Dimana K itu artinya keliling, π berarti suatu konstanta perbandingan antara keliling dengan diameter dan pada umumnya nilainya 3,14 atau 22/7. Sedangkan R sendiri berarti jari- jari.

Mengapa ada π ? Apa fungsi dari π tersebut? Nilai pi (π) ini berawal dari suatu konstanta di mana jika dibuat perbandingan antara keliling dengan diameter selalu menghasilkan perbandingan 22/7 atau 3,14. Dengan alasan itulah lahir sebuah konstanta  tersebut sebagai konstanta yang selalu berkaitan dengan lingkaran baik itu dalam bidang dua dimensi atau bidang datar maupun dalam bidang 3 dimensi atau bangun ruang. Dalam bangun ruang, nilai pi (π) tersebut digunakan untuk menghitung volume bola, tabung, kerucut serta digunakan untuk menghitung luas permukaannya.

Sumber Gambar : ekayuliant.blogspot.com

Kata kunci:

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on TumblrDigg thisShare on LinkedIn0