Sel : Tulisan Terkait Sel

Sel merupakan unit struktural, fungsional, dan biologis dasar yang menyusul seluruh makhluk hidup di muka bumi. Unit tersebut dikatakan pula sebagai bagian terkecil yang diklasifikasikan sebagai benda hidup serta mempunyai sebutan ‘blok penyusun kehidupan’.

Jenis Sel

Sel dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis: eukariotik dan prokariotik.

  1. Prokariotik
    Merupakan bentuk hidup pertama di dunia. Struktur dan bentuk ini cenderung lebih simpel dan kecil dibandingkan eukariotik, serta tidak mempunyai organ yang lengkap seperti tidak adanya nukleus. Makhluk hidup yang termasuk dalam jenis tersebut adalah bakteri dan archaea. DNA dari prokariotik merupakan sebuah kromosom yang terhubung langsung dengan sitoplasma. Wilayah nukleus pada sitoplasma disebut nukleoid. Prokariotik mempunyai tiga region arsitektural:
    • Di dalam sel: terdapat region sitoplasma di mana terkandung genom DNA. ribosom, serta struktur inklusi lainnya.
    • Penutup sel: prokariotik diselimuti oleh amplop sel, sebagian besar terdiri atas tembok sel, meskipun untuk bakteri memiliki perlindungan lebih yakni kapsul.
    • Di luas sel: mempunyai flagela serta pili pada permukaan.

      Sel

      Sel

  2. Eukariotik
    Organisme yang termasuk jenis ini adalah tumbuhan, hewan, protozoa, juga algae. Jenis ini mempunyai ukura limabelas kali lebih besar juga volume ribuan kali lebih besar dibandingkan prokariotik. Jenis ini memiliki nukleus juga ketersediaan membran di mana aktivitas metabolik spesifik dapat berjalan.
    • Membran plasma yang dipunyai mirip seperti milik prokariotik, tetapi seringkali tidak terkandung tembok sel.
    • DNA eukariotik terorganisasi sebagai sebuah atau beberapa molekul linear, bernama kromosom, berasosiasi dengan protein histone. Keseluruhan DNA tersimpan di nukleus, terpisah dari sitoplasma dengan membran.
    • Eukariotik dapat bergerak dengan silia serta flagela motil.

Komponen Subselular

Berikut komponen-komponen penyusun:

  1. Membran
    Baik prokariotik maupun eukariotik, memiliki membran untuk melingkupi mereka, memisahkan isian dengan lingkungan luar, mengatur pergerakan ke dan dari mereka, serta menjaga potensial listrik di dalamnya. Pada hewan, bagian ini merupakan bagian terluar, sedangkan untuk tumbuhan serta prokariotik masih dilapisi tembok sel.
  2. Sitoskeleton
    Bertugas mengatur serta menjaga bentuk sel, menjaga organel berada pada posisinya, membantu saat endositosis, membawa material luar ke dalam, sitokinesis, yakni pemisahan anak sel setelah pemisahan, serta menggerakkan bagian untuk proses pergerakan juga pertumbuhan.
  3. Material Genetik
    Terdapat dua material genetik: DNA (deoxyribonucleic acid) dan RNA (ribonucleic acid). Sebagian besar menggunakan DNA dalam menyimpan informasi genetika, yakni dengan mengkodekan informasi genetika dalam rangkaian DNA. RNA digunakan sebagai transportasi informasi dan fungsi enzimatik. Molekul tRNA digunakan untuk menambah asam amino saat translasi protein.
  4. Organel
    Adalah bagian sel setelah beradaptasi untuk mebawa satu maupun lebih fungsi vital.

Struktur di Luar Membran

Berikut adalah bagian-bagian luar membran:

  1. Tembok Sel
    Kedua tipe mempunyai tembok ini. Berfungsi melindungi baik secara mekanis maupun kimiawi dari lingkungan luar serta layer tambahan sebagai proteksi.
  2. Kapsul
    Hanya ditemukan di prokariotik. Berada di luar membran juga tembok.
  3. Flagel
    Hanya ditemukan di prokariotik. Berfungsi untuk mobilitas.
  4. Fimbria (Pili)
    Hanya ditemukan di prokariotik. Berfungsi sebagai hubungan dengan bagian lain juga alat kelamin (seks pili).

Replikasi

Replikasi bisa dilakukan dengan cara-cara berikut:

  1. Mitosis
    Merupakan proses replikasi tiap kromosom, kemudian berpisah menjadi dua nukleus identik, menghasilkan nukleus baru untuk keduanya. Disebut pula pembelahan nukleus. Dimulai dengan sitokinesis: pembelahan nukleus, sitoplasma, organel, dan membran) menjadi dua buah dengan isi sama. Memasuki fasa mitotik: pembelahan sel induk menjadi anaknya, identik satu dan lain secara genetik.
  2. Meiosis
    Adalah pembelahan khusus yang membutuhkan reproduksi seksual pada eukariotik. Prosesnya mirip mitosis tetapi memiliki perbedaan pada beberapa bagian. Dalam meiosis setiap pembelahan menghasilkan kombinasi genetik baru, sedangkan pada mitosis dihasilkan anak sel yang sama dengan induknya. Hasil pembelahan meiosis adalah empat buah unik secara genetik dengan masing-masing mempunyai setengah jumlah kromosom induk. Sedangkan mitosis menghasilkan dua buah identik secara genetik dengan masing-masing mempunyai jumlah utuh kromosom induk.
  3. Binary Fission
    Merupakan bentuk reproduksi aseksual dan pembelahan yang dilakukan jenis prokariotik (bakteri dan arkaebakteria) serta beberapa organel dalam eukariotik (contoh: mitokondria). Proses ini dilakukan pembelahan menjadi dua bagian dengan kondisi masih belum sempurna tetapi mempunyai kemampuan bertumbuh menjadi ukuran sesungguhnya.

Sumber gambar: commons.wikimedia.org

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on TumblrDigg thisShare on LinkedIn0