Sistem Ekonomi Tradisional | Kumpulan Tulisan Mengenai Sistem Ekonomi Tradisional

Suatu sistem tersebut muncul tidak secara instan begitu saja tanpa adal latar belakang yang jelan. Namun suatu sistem tersubut muncul dikarenakan terdapat usaha dari manusia dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhannya di dunia ini. Adanya pemebuhan kebutuhan dari setiap orang yang berbead dan dengan kebutuhan yang berbeda pula maka akan memunculkan sistem yang berbeda pula. Seperti misalnya kebutuhan manusia yang bersifat pokok atau dasar dalam kehidupan sehari-hari seperti sandang(pakaian), papan(tempat tinggal) dan pangan(makanan). Pemenuhan kebutuhan pokok tersebut melahirkan suatu sistem yang yakni sistem ekonomi.

Sebelum membahas secara jauh mengenai sistem ekonomi, terlebih dahulu kita harus mengerti dan paham apa yang dimaksud dengan sistem itu sendiri. Sistem berasal dari kata “sistema” yang berasal dari bahasa Yunani yang memiliki arti sebagai keseluruhan yang memiliki macam-macam bagian. Sedangkan menurut salah satu ilmuwan, yaitu Dumairy, memaparkan yang dimaksud dengan sistem adalah suatu organisasi yang memiliki hubungan dengan berbagai objek ataupun subjek dalam tatanan tertentu.

Sistem Ekonomi Tradisional

Sistem Ekonomi Tradisional

Dalam suatu kegiatan perekonomian, terdapat tiga pokok permasalahan yaitu what, how dan for whom. Setiap masyarakat dalam menghadapi masalah tersebut pastinya mempunyai cara yang berbeda disesuaikan dengan peraturan ekonomi yang ada. Di dalam masyarakat, sistem ekonomi digunakai untuk mengatur kegiatan ekonominya. Setiap negara pastinya mempunyai bentuk sistem ekonomi yang berbeda-beda disesuaikan keadaan dari kondisi kehidupan masyarakatnya dan kondisi sumber daya alam yang tersedia. Sebenarnya, antara sistem ekonomi yang satu dan sistem ekonomi yang lainnya memiliki satu perbedaan pokok yakni dari tata cara dalam mengolah faktor produksi.

Ada suatu sistem ekonomi yang memperbolehkan suatu individu memiliki faktor produksi tapi ada pula sistem yang tidak memperbolehkan memiliki faktor produksi dan faktor produksi tersebut dimiliki oleh pemerintah. Hal itu dapat dilihat pada sistem ekonomi komando untuk individu yang tidak memperbolehkan dalam memiliki faktor produksi dan sistem ekonomi pasar untuk yang memperbolehkan memiliki sistem ekonomi. Sebenarnya dapat disimpulkan bahwasannya sebagian besar sistem ekonomi diklasifikasn berdasarkan kepemilikan faktor produksi oleh suatu individu. Namun, selain dari kepemilikan faktor produksi oleh individu, pengklasifikasian suatu sistem ekonomi juga diklasifikasikan berdasarkan bagaimana cara mengatur produksi dan pengalokasian faktor produksi.

Di dunia ini, hampir setiap negara memiliki sistem ekonomi sendiri. Ada beberapa sistem ekonomi yang umum dikenal oleh manusia di dunia ini. Adapun sistem ekonomi yang dimaksud yaitu sistem ekonomi tradisional, komando, pasar atau liberal dan campuran(perpaduan antara sistem ekonomi komando dan pasar/liberal).

Sistem ekonomi tradisional ini bisa dibilang sistem ekonomi yang paling kuno digunakan manusia. pasalnya sistem ini sudah tidak lagi digunakan. Sistem ini masih menggunakan teknik produksi yang bisa dibilang masih sederhana dan juga dalam melakukan proses produksi tersebut hanya sebatas pada kebutuhan pribadinya saja. Contoh paling sederhana dari pengaplikasian sistem ekonomi tradisional adalah sistem barter. Barter ini merupakan cara lama yang digunakan seseorang dalam mendapatkan suatu barang yang diinginkan dengan cara melakukan pertukaran dengan orang lain. Penggunaan sistem ekonomu tradisonal ini dapat ditemukan didaerah pedalaman.

Sistem ekonomi komando merupakan sistem yang biasa disebut dengan sistem ekonomi otoriter. Dalam sistem ini, kepemilikan harta individu tidak diakui oleh negara dan juga kebijakan yang berkaitan dengan kegiatan perekonomian akan diatur oleh pemerintah. Sumber daya alam serta kebutuhan vital bagi masyarakat juga diatur oleh pemerintah.

Untuk sistem ekonomi pasar atau juga disebut dengan sistem ekononomi liberal kebalikan dari sistem ekonomi komando. Pasalnya pada sistem ini, kepemilikan hak perseorangan individu diakui. Sistem ini juga melibatkan peran pemerintah, namun peran pemerintah dibatasi hanya pada kebutuhan vital masyarakat seperti listrik, BBM dan air. Harga suatu barang pun tidak lagi ditentukan pemerintah, melainkan ditentukan pasar.

Sistem ekonomi yang terakhir adalah sistem ekonomi campuran. Sistem ini merupakan perpaduan dari sistem ekonomi liberal dan komando. Sehingga diini terdapat pembagian tugas antara pihak pemerintah dan pihak swasta. Untuk barang kebutuhan vital masyarakat dan harga barang pokok ditentukan oleh pemerintah. Selain itu, pemerintah juga bertugas dalam mengatur, mengintervensi serta mengawasi kegiatan perekonomian di dalam negeri.

Perbedaan penggunaan beberaap sistem ekonomi di suatu negara sewajarnya emang berbeda-beda. Hal itu dikarenakan karakteristik masyarakan dan kondisi sosial dan lingkungannya juga berbeda pula. Jadi penggunaan sistem ekonomi tersebut harus menyesuaikan dengan keadaan dari negara tersebut. Seperti misalnya sistem ekonomi tradional yang diterapkan di negara Ethiopia berhasil, namun hasilnya akan berbeda jika sistem ekonomi tradisional tersebut digunakan di negara maju seperti Amerika.

Sumber Foto : http://putriarumdyah.blogspot.com/2012/04/kebijaksanaan-pemerintah.html

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on TumblrDigg thisShare on LinkedIn0