Sistem Ekonomi – Kumpulan Informasi Tentang Sistem Ekonomi


Seperti yang kita ketahui bahwa setiap bangsa pasti memiliki masalah ekonomi. Tentu ini dikarenakan sumberdaya yang ada sangat terbatas sedangkan kebutuhan manusia yang terus bertambah dan tak terbatas. Oleh karena itu diperlukannya sebuah sistem yang pas dan sesuai dengan masalah yang ada dalam suatu negara. Sekarang, muncullah berbagai sistem ekonomi yang beraneka ragam, mulai dari yang bersifat otoriter sampai membebaskan semua rakyatnya untuk melakukan kegiatan perekonomian ( produksi, distribusi dan konsumsi ).

Secara fundamental, sistem ekonomi terbagi menjadi tiga. Ada sistem ekonomi komando, sistem ekonomi liberal, dan sistem ekonomi campuran. Setiap sistem pasti memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri mengingat setiap negara membutuhkan suatu sistem ekonomi yang sesuai dengan masalah ekonomi yang dihadapi.

Sistem Ekonomi Komando

Yang pertama, ada sistem ekonomi komando. Sistem ekonomi yang satu ini menekankan kekuatan pemerintah dalam mengatur segala kegiatan perekonomian dalam negaranya mulai dari produksi, konsumsi, sampai distribusinya. Sistem ekonomi seperti ini identik dengan komunisme yang sangat populer tahun 1900an.

Tujuan utama sistem ekonomi ini adalah melakukan pemerataan pendapatan. Di sini negara mengatur semua faktor produksi, dalam hakikatnya semua warga yang ada adalah pegawai negeri. Kesenjanganpun sangat minim dan itu merupakan keunggulan utama sistem ekonomi ini. Tapi banyak kritikan terhadap sistem ekonomi ini, terutama dari Adam Smith (pelopor sistem ekonomi liberal). Sistem ekonomi ini tentunya bisa mematikan inovasi-inovasi para pengusaha yang bisa memajukan perekonomian makro. Pengusaha tidak bisa menggunakan semua kesempatan dalam kegiatan ekonomi melainkan melalui ijin negara.

Sistem Ekonomi Liberal

sistem ekonomi liberal merupakan lawan dari sistem ekonomi komando, dalam sistem ekonomi komando segalanya diatur oleh pemerintah sedangkan dalam sistem ekonomi liberal semuanya bebas. Kenapa bebas ? Bukannya ini justru akan membuat kesenjangan ekonomi semakin tajam ? Para pelopor sistem ekonomi ini berpendapat bahwa dengan dibebaskannya, seorang pengusaha atau pelaku ekonomi bisa memaksimalkan kegiatan ekonominya yang pada akhirnya akan memberikan lapangan kerja pada masyarakat sekitarnya. Adam Smith berpendapat bahwa akan ada suatu “invicible hand” yang akan mengatur pasar (teori invicible hand).

Dalam sistem ekonomi ini harga terbentuk dari tarik menarik antar tingkat permintaan dan penawaran yang pada akhirnya akan membentuk suatu titik ekuilibrilium, dan dalam titik itu akan muncul harga yang disepakati oleh kedua pihak, baik produsen maupun konsumen.

Sistem ekonomi liberal yang sangat menjunjung tinggi kebebasan dan tanpa campur tangan pemerintah mulai mendapat kritik dan kecaman semenjak kegagalannya dulu. Para pengusaha terlalu seraka akan harta, meminimalisir upah gaji tenaga kerja sehingga daya beli masyarakat sangat rendah, alhasil tidak ada yang mampu membeli barang. Dan pengusahanya pun bangkrut juga. Ini juga dipicu oleh persaingan produsen yang sangat ketat bahkan bisa saling menjatuhkan. Alhasil, Sistem ekonomi mandek, bahkan mencapai titik negatif.

Akhirnya sistem ekonomi yang murni liberal dimana tanpa campur tangan pemerintah, mulai ditinggalkan. Kebanyakan negara-negara liberal menganut sistem ekonomi liberal yang ada kontrol pemerintah meskipun tidak banyak. Kita lihat Amerika, sebuah negara maju yang menggunakan sistem liberal yang non murni, masih ada campur tangan pemerintah.

Sistem Ekonomi Campuran

Nah, sistem ekonomi seperti ini merupakan sebuah sistem ekonomi suatu negara yang tidak bisa disebut komando, tapi juga tidak bisa disebut liberal. Sistem ekonomi ini dicampuri unsur-unsur baru yang sesuai dengan negara tersebut. Bisa kita ambil contoh, negara kita Indonesia menganut sistem ekonomi demokarasi/pancasiala. Sistem ekonomi ini merupakan suatu sistem yang berlandaskan kepentingan bersama dan asas kekeluargaan. Sistem ekonomi ini termuat di UUD 1945. indonesia menggunakan sistem ekonomi Pancasila karena sistem ini sesuai dengan nilai dan budaya bangsa indonesia, meskipun sekarang sudah banyak penyelewangan akan asas kekeluargaan yang ada dalam inti sistem ekonomi campuran ini.

Dari semua sistem ekonomi diatas, sampai sekarang masih menjadi perdebatan dan misteri, mana yang lebih baik dan mana yang lebih buruk. Dalam hakikatnya, semua sistem ekonomi bisa sukses asalkan memiliki pelaksana ekonomi yang kompeten di bidangnya.

source picture : http://krismansimamora.files.wordpress.com/2012/05/ekonomi.jpg

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on TumblrDigg thisShare on LinkedIn0