Struktur Bumi : Tulisan Terlengkap Struktur Bumi

Struktur Bumi dapat diumpamakan seperti lapisan-lapisan sferis bawang bombai. Pada tahun 1692 Edmund Halley, dalam jurnalnya berjudul Philosophical Transaction of Royal Society of London mencetuskan ide bahwa bumi tersusun atas kerangka cekung dengan ketebalan hingga 5000 mil, dengan dua kerangka konsentrik dalam melingkupi bagian pusatnya, berlaku pula untuk diameter Venus, Mars, serta Merkuri. Metode hasil Halley tersebut merupakan hasil perhitungan dari densitas bumi dan bulan, dari hasil pencetusan Sir Isaac Newton di Principa (1687).

Kemudian muncul asumsi guna mengukur volume bumi melalui gaya yang dihasilkan gravitasi, yang bisa menunjukkan massa bumi. Kemudian data tersebut digunakan sebagai bahan perhitungan densitas rata-rata. Selain metode tersebut pengukuran massa dapat dilakukan melalui orbitnya.

Lapisan-lapisan struktur dapat didefinisikan baik berdasarkan sifat kimiawi maupun reologisnya (sifat mekanis). Menurut sifat mekanis, struktur bumi terbagi menjadi: litosfer, astenosfer, mantel mesosferik, inti luar, serta inti dalam. Interior bumi dapat diklasifikasikan dalam lima layer. Sedangkan menurut sifat kimiawi terbagi menjadi: kerak, mantel atas, mantel bawah, inti luar, serta inti dalam. Secara lebih umum, lapisan struktur dapat dilihat secara geologis (kedalaman).

Struktur Bumi

Struktur Bumi

Densitas rata-rata bumi adalah 5.515 kg/m3. Oleh karena rata-rata densitas permukaan hanya 3.000 kg/m3, dapat disimpulkan material semakin berada di lapisan semakin besar densitasnya. Pergerakan seismik menunjukkan inti terbagi atas dua bagian: bagian dalam dan luar. Inti dalam berada pada radius hingga 1.220 km sedangkan inti luar hingga 3.400 km. Bagian solid inti dalam ditemukan pertama kali oleh Inge Lehmann, tahun 1936, serta dipercaya mempunyai komposisi utama besi dan nikel. Bahan tersebut tidak sepenuhnya solid, tetapi karena mempunyai kemampuan untuk membelokkan gelombang seismik, maka seharusnya ia bersikap sebagaimana bahan solid.

Pada saat pembentukan bumi, kira-kira 4.500 miliyar tahun lalu, terjadi katastrop besi atau diferensiasi planet. Kejadian ini merupakan lelehan yang menyebabkan substansi makin padat antara molekul satu dengan lainnya yang berujung makin tenggelam menuju bagian tengah bumi. Sedangkan substansi yang kurang ‘padat’ antar molekulnya berpindah menuju layer kulit. Dipercaya bahwa bagian inti ini tersusun dari 80% besi bersama dengan nikel dan bahan ringan lainnya.

Mantel bumi mempunyai kedalaman hingga 2.980 km, menjadikannya lapisan tertebal. Tekanan menuju bagian bawah layer ini adalah 140 GPa (kurang lebih 1.4 Matm). Layer ini tersusun atas batuan silicate yang kaya akan besi dan magnesium. Suhu tinggi di dalam mantel menyebabkan material silicate bisa dibentuk-bentuk dalam skala waktu panjang. Konveksi mantel terlihat dari pergerakan lempeng tektonik. Titik leleh serta viskositas bergantung akan tekanan yang diperoleh mantel. Oleh sebab tekanan bertambah besar juga intens di kedalaman yang lebih menuju tengah, maka mantel bagian dalam lebih mudah mengalir daripada bagian luar. Viskositas mantel berada pada kisaran 1021 hingga 1024 Pa.s bergantung pada kedalaman mantelnya. Sebagai perbandingan, viskositas air adalah sekitar 10-3.

Bagian kulit memiliki kedalaman dari lima sampai tujuh puluh tujuh kilometer. Lapisan ini merupakan lapisan terluar pada struktur bumi. Lapisan tipis bagian ini adalah kulit laut, mencakup lembah laut (5-10 km) serta terdiri atas besi, magnesium, bebatuan, air, dan lain-lain. Bagian kulit tebal adalah kulit kontinental, yakni tidak terlalu padat serta tersusun atas bebatuan seperti granit, yakni mengandung sodium, potassium, aluminium, serta silikat. Bebatuan di kulit terbagi menjadi dua kategori besar: sila dan sima (menurut Suess, tahun 1831-1914). Diestimasikan sima dimulai dari 11 km di bawah putusan Conrad (putusan orde dua). Bagian teratas mantel bersama dengan kulit mengandung litosfer. Pembatasan mantel dan kulit terjadi karena dua peristiwa berbeda. Pertama, pemutusan pada kecepatan seismic, dikenal pula sebagai Moho atau Putusan Mohorovicic. Penyebab Moho diketahui perubahan komposisi bebatuan dari mengandung plagioclase feldspar (bagian atas) menjadi tidak mengandung plagioclase feldspar (bagian bawah).  Kedua, kulit laut, terdapat putusan secara kimiawi antara harzbugite dan ultramafic, yang diobservasi pada kedalaman laut tertentu.

Sumber gambar: en.wikipedia.org

Kata kunci:

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on TumblrDigg thisShare on LinkedIn0