Surat Kuasa : Catatan Mengenai Surat Kuasa

Surat kuasa adalah surat untuk memberikan hak kuasa kepada seseorang untuk suatu kepentingan. Surat kuasa sendiri diakui kelegalannya jika ditempel oleh sebuah meterai dan mempunyai dasar hukum yang kuat. Surat kuasa adalah naskah dinas sebagai alat pemberian bukti yang berisikan amanah, hak, kewajiban serta kewenangan dari pihak yang memberikan wewenang (pihak pertama) kepada pihak yang diberi wewenang (pihak kedua) untuk melakukan penyelesaian suatu urusan.

Pengalihan wewenang dapat dilakukan seluruhnya atau sebagian, tergantung dari isi naskah tersebut. Jika isi dalam naskah tersebut memberikan sebagian saja atau sepenuhnya, maka wajib ditegaskan di awal, tetapi jika sepenuhnya maka pemberi wewenang tidak dapat mengambil kembali kuasanya.

Dalam pasal 123 ayat 2 HIR/147/ ayat 2 Rbg menjelaskan penerima wewenang tidak berhak melakukan kuasa melampaui kuasanya. Dalam praktek hukum penggunaan naskah tersebut harus ditulis tanggal dan tempat pembuatannya agar tidak terjadi kekeliruan waktu mengenai kapan advokat atau penasihat hukum melakukan pembelaan atau pendampingan. Dalam melakukan pelimpahan wewenang terkadang sering dilakukan jika pihak yang berwenang mengalami suatu hambatan dalam melakukan kegiatan. naskah kuasa ini terdiri dari empat jenis yaitu:

Surat Kuasa

Surat Kuasa

  • Umum : bertujuan memberikan wewenang kepada seseorang untuk mengurus suatu kepentingan, seperti pengurusan harta kekayaan, pemberi dan penerima mempunyai kaitan kepentingan dalam harta kekayaan, menitik beratkan wewenang dalam perbuatan pengurusan kepentingan pemberi kuasa.
  • Khusus : pemberian kekuasaan secara khusus seperti dalam suatu kepentingan atau lebih. Bentuk seperti ini menjadi landasan pemberian kekuasaan untuk bertindak dipengadilan mewakili kepentingan pemberi wewenang. Wajib dijelaskan secara terperinci tentang tindakan apa yang harus dilakukan oleh penerima wewenang.
  • Istimewa : terdapat dua jenis sifat yaitu limitatif dan otentik. Limitatif adalah untuk suatu tindakan tertentu yang sangat penting serta hanya dapat dilakukan oleh yang bersangkutan secara pribadi. Lingkupnya adalah memindahtangankan benda-benda milik pemberi kekuasaan, untuk melakukan perjanjian serta untuk melakukan sumpah tertentu. Bersifat otentik adalah harus berbentuk akta notaris sebagai naskah yang dianggap sah.
  • Perantara : disebut juga agen, pemberi kekuasaan memberi perintah kepada pihak kedua sebagai agen untuk melakukan kegiatan hukum dengan pihak ketiga.

Surat kuasa sendiri terdiri dari dan untuk bermacam-macam hal, seperti :

  • Pengambilan dokumen kependudukan.
  • pengambilan gaji atau upah.
  • Pengambilan uang dibank.
  • Pengambilan jaminan dibank.
  • Mencairkan uang.
  • Pengambilan keputusan usaha.
  • Pengambilan keputusan politik.
  • Pengalihan hak dan jabatan.

Ciri-ciri dari surat kuasa adalah : berisi pemberian kekuasaan atau wewenang kepada seseorang untuk suatu kepentingan, bahasa yang digunakan singkat, tegas dan efektif. Mengingat pentingnya naskah kuasa, maka dalam pembuatan naskah tersebut terdapat beberapa langkah-langkah, yaitu :

  • Judul naskah kuasa ditulis diatas, jika untuk hukum bisa berupa naskah wewenang khusus atau naskah wewenang subtitusi.
  • Sertakan pihak yang terlibat dalam pemberian wewenang, cantumkan data diri pemberi dan penerima kekuasaan.
  • Cantumkan perihal kekuasaan sebelum mencantumkan data penerima kekuasaan seperti hal dalam pengambilan gaji atau upah, pengambilan cek, pengambilan barang serta lainnya.
  • Penutupan surat.
  • Tempat dan tanggal pembuatan naskah tersebut.
  • Tanda tangan dan nama jelas dari pemberi dan penerima kekuasaan.
  • Penempelan materai

Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan :

  • Ditulis diatas kertas segel atau bisa dengan ditempelkan materai, kecuali yang sifatnya tidak begitu penting.
  • Kedua belah pihak harus dalam kondisi sadar serta sehat serta tidak terdapat tekanan manapun atau dari salah satu pihak.
  • Mengenai naskah harus secara tegas menjelaskan tentang kedua pihak.
  • Serta memberi ketegasan tentang masalah yang dikuasai, tanggal serta tempat pembuatan, masa berlakunya.

Surat kuasa sendiri mempunyai dua golongan yaitu :

  • Formal : harus bermaterai, memiliki nama pemberi, memiliki saksi ahli.
  • Non-formal : tidak harus bermaterai, ada nama pemberi dan penerima kuasa, mempunyai nama saksi.

Dari data-data diatas dapat disimpulkan bahwa surat kuasa mempunyai banyak sekali kegunaan dalam kegiatan sehari-hari, Surat tersebut dapat digunakan dilembaga hukum serta lembaga lainnya. Surat tersebut menggunakan bahasa baku serta benar, serta harus memakai identitas pemberi serta identitas penerima.

Dan sangat disarankan dalam membuat surat tersebut menggunakan kop surat dan lambang, disertakan dengan alamat, menyusun surat dengan cermat serta teliti, kata-katanya harus menggunakan bahasa baku serta tepat.

Sumber gambar : duabelasjari.blogspot.com

Kata kunci:

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on TumblrDigg thisShare on LinkedIn0