Ternak Bebek > Kumpulan Catatan Mengenai Ternak Bebek

Usaha ternak bebek akhir-akhir ini mulai menggeliat serta makin menarik banyak peminat. Hal ini disebabkan pada bidang usahanya yang sangat besar dan bagus sehingga memiliki peluang besar di pasaran. Bebek yang termasuk kedalam salah satu jenis unggas ini pada beberapa belas tahun lalu hanya dikenal sebagai penghasil telur saja, tetapi beberapa tahun belakangan unggas tersebut sudah mulai dikenal sebagai salah satu bahan makanan. Dimana kepopulerannya semakin bertambah, begitu pula dengan ternak bebek yang semakin berkembang pesat.

Sebelum memulai usaha ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dicermati dengan sebaik-baiknya. Mempelajari cara ternak dengan tepat, pemilihan letak lahan, pemilihan jenis usaha ternak yang akan diambil, jenis bibit unggul serta dari mana mendapatkan bibit tersebut, ketepatan pemilihan kandang, jenis pakan serta tujuan pemasaran hasil usaha tersebut. Untuk pemasaran, jika perlu menjalin kerjasama dengan usaha-usaha lain yang bergerak di bidang usaha pengolahan hasil ternak ini.

Ternak Bebek

Ternak Bebek

Dalam usaha ini, ada beberapa jenisnya yang digunakan sebagai hewan ternak, antara lain bebek petelur (sepeti Indian Runner, Buff atau Khaki), bebek pedaging (seperti Rouen, Peking atau Muscovy), ataupun bebek hobi (seperti Mandariun, Blue Swedish atau Crested). Untuk jenis terakhir, hasil ternaknya ditujukan kepada para penghobi dan hanya bersifat sebagai koleksi (tidak untuk dikonsumsi, baik daging atau telurnya). Kemampuan finansial atau keuangan berperan penting dalam kelangsungan usaha, sehingga ada baiknya faktor keuangan tersebut sudah dipersiapkan sebaik-baiknya sebelum memulai usaha tersebut.

Pemilihan lahan untuk area ternak sebaiknya berada jauh dari pusat keramaian ataupun pemukiman penduduk, akan tetapi tetap memiliki akses mudah untuk mencapainya. Tujuannya adalah untuk mengurangi tingkat kemungkinan stress yang menimpa hewan ternak anda tersebut, terutama bagi bebek yang sedang mengerami telurnya. Selain itu, seperti usaha ternak lainnya, usaha ini akan menghasilkan limbah, dimana jika keberadaannya diantara pemukiman penduduk, tentu saja akan menimbulkan permasalahan polusi bau dikemudian hari. Belum lagi kemungkinan protes datang dari warga karena merasa terganggu oleh bau limbah kotoran tersebut.

Untuk penggunaan kandang, pilihlah kandang dengan alas bagian bawah berjarak sehingga kotorannya dapat langsung jatuh ke tanah sehingga mudah dibersihkan. Tinggi/jarak dengan tanah sebaiknya sejauh 20-30 cm, untuk menghindari kontak unggas anda dengan hewan lainnya sekaligus kontak langsung dengan kotorannya. Bersihkan kandang minimal dilakukan sebanyak dua kali seminggu, buang semua sisa makanan dan air minum yang tidak habis dikonsumsi. Jika usaha anda dilakukan dengan mengkandangkannya, sediakan kolam untuk berenang dan berada di tengah-tengah kandang.

Ternak Bebek

Ternak Bebek

Kandang yang akan diperuntukkan bagi anakan, remaja dan bebek yang sedang bertelur juga sebaiknya dipisahkan. Bagi anakan, cukup memberikan kandang berbentuk box, berukuran 1 x 2 m; bagi remaja, dapat menggunakan kandang berukuran besar serta mampu menampung 16 hingga 100 ekor bebek. Lalu kandang untuk bertelur, dapat berupa kandang berukuran 3 x 2 meter atau disebut kandang lokasi, serta berikan alas tebal dan nyaman saat ia bertelur dan mengerami telurnya.

Pemberian jenis pakan dapat juga menggunakan pelet/dedak ataupun hasil olahan sendiri, yang dapat terbuat dari campuran sayur-sayuran, keong, pelet/dedak hingga nasi. Pemberian pakan dilakukan sebanyak 1 kali sehari, demi menghindari pertumbuhan fisik berlebihan sehingga menimbulkan banyaknya lemak pada unggas tersebut. Kondisi ini mampu mengurangi kandungan gizi pada dagingnya dan menurunkan indeks penjualannya kelak, terutama untuk ternak pedaging. Selain pakan, ketersediaan air minum juga sangatlah penting. Sediakan selalu air minum dalam wadahnya dan jaga jangan sampai kosong. Akan lebih baik lagi, jika disekitar kandang terdapat sumber air alami, seperti danau kecil, yang dapat dipergunakan unggas ini untuk minum.

Setelah mempersiapkan lahan, kandang, pakan dan sumber air, hal berikutnya adalah pemilihan penggunaan jenis bibit. Untuk bibit, anda bisa menggunakan bibit jenis bebek dara atau DOC. Perbedaan pada dua jenis bibit ini ada tingginya proses reproduksi pada jenis dara jika dibandingkan bibit jenis DOC, serta harganya pun lebih mahal karena kualitasnya sudah terjamin. Untuk anda dengan ternak bebek pedaging, sebaiknya perbanyaklah memelihara jenis jantan, karena unggas ini memiliki kemampuan pertumbuhan lebih baik dibandingkan jenis betinanya. Serta jangan menjualnya ketika telah berumur tua, sebaiknya ketika bebek masih berusia muda, karena dagingnya lebih empuk serta kandungan gizinya pun belum banyak hilang.

Hal lain tak kalah pentingnya adalah kondisi kesehatan unggas ini. Ada 2 macam penyakit umum paling sering menyerang, yaitu penyakit ‘duck cholera’; disebabkan oleh bakteri Pasteurela avicida dengan gejala lumpuh dan mencret. Serta penyakit ‘salmonellosis’ disebabkan oleh bakteri typhimurium dengan gejala nafas sesak dan mencret. Kedua penyakit ini dapat dihindari dengan rutin membersihkan kandang, rutin mengecek kesehatan bebek, memberikan vaksin atau suntikan penisilin sesuai dengan dosis serta takaran pemberian. Jika kesehatan hewan ternak terjaga, usaha anda pun akan selalu lancar.

Sumber gambar : http://bebekpeking.com/wp-content/uploads/2012/05/ternak-bebek-peking.jpg

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on TumblrDigg thisShare on LinkedIn0