Tes Psikologi | Contoh, Metode dan Trik Khusus Tes Psikologi

Artikel ini membahas tentang Tes Psikologi, Cara dan Contohnya. Berbagai pola dalam menguji suatu ukuran keberhasilan seseorang saat ini sangatlah kompleks. Mencakup pada penilaian pribadi yang secara tidak langsung mewakili sebuah karakter sebenarnya dalam melakukan aktifitas keseharian. Titik awal bertumpu pada sifat individu secara detail dan terpadu, mengingat sebagai dasar seseorang dalam mengambil tindakan pada setiap permasalahan yang ada bahkan cenderung berpola unik. Masing – masing karakter telah ada porsinya sesuai pemberian Tuhan dimana ada kelebihan juga kekurangan agar bisa saling melengkapi. Dari percampuran alamiah inilah menghasilkan gambaran sesuangguhnya sosok invidu tersebut. Meski secara kasat mata kita tak mungkin pernah bisa menilai individu secara langsung, apakah masuk dalam kategori pendendam, baik hati, pemarah, egois bahkan cenderung bersikap agresif terhadap semua hal.

Penggambaran sifat individu itu terlihat jelas dengan sebuah alat tes kepribadian yang bernama Test Psikologi. Diperkenalkan sejak zama Yunani kuno, dimana keilmuan psikologi terlahir dari sebuah ilmu filosofi dalam perkembangannya menjadi ilmu kejiwaan. Dengan kata lain, Psikologi merupakan sebuah cabang ilmu yang mempelajari perihal sejumlah gejala kejiwaan dalam hal ini berkaitan dengan unsur yang hidup yaitu manusia sebagai makhluk berpotensi dan memiliki daya sempurna dalam berpikir.

Metode-metode Tes Psikologi

Dalam banyak kesempatan Contoh Artikel Pendidikan dan Tes Psikologi ini memiliki sejumlah metode dalam penerapannya bahkan bisa dibilang sangat luas tergantung dari tujuan serta manfaatnya untuk mengapa diharuskan dilakukannya test tersebut. Beberapa diantaranya adalah:

  • Metode penelitian di lapangan, dimana perencanaan awal digunakan sebagai landasan untuk mengadakan sebuah penelitian terhadap suatu objek. Sifatnya bermacam – macam, seperti kita ingin mengetahui psikologi individu dalam membelanjakan uang pribadinya dalam satu waktu. Maka objek yang diambil adalah tempat keramaian yang bersifat komersial seperti pusat perbelanjaan, pusat hiburan sampai kepada pusat pendidikan informal sebagai bahan rujukan dalam menilai kebiasaan individu tersebut.
  • Metode menggunakan kuesioner ataupun form tanya jawab yang dijadikan landasan konkret dalam menilai karakter individu. Caranya pun sederhana, anda cukup siapkan pertanyaan inti yang mengacu pada rencana awal kegunaannya sampai kepada penentuan batasan usia maupun jenis kelaminnya.
  • Metode interview atau wawancara langsung, ini merupakan pengembangan dari cara dengan menggunakan kuesioner, hanya saja ukurannya tidak menjadi patokan bagi kita dalam menilai seseorang. Secara spontan terlihat individu tersebut dari segi cara dan pemikirannya dalam mencapai tujuan. Berdasarkan ilmu psikologi, segala sesuatu yang bersifat spontan dan apa adanya merupakan sebuah data yang sangat valid dalam meneliti karakteristik seseorang. Tidak direncanakan sebelumnya, tidak adanya rekayasa yang melakukan penyetingan secara teratur bahkan sama sekali tidak memiliki peluang dalam mengarang indah dari individu tersebut.
  • Metode pemeriksaan secara mendalam melalui psikodiagnosa bagi setiap pribadi individu. Secara umum inilah yang menjadi alat tempur bagi setiap penyelenggara ataupun pihak lainnya dalam menguji kepribadian seseorang hingga batas kemampuan atau skill alamiah yang telah terbentuk. Berbagai alat analisis dipakai sebagai penunjang yang terbaik, detail dan menyeluruh secara identifikasi personal. Metode ini kebanyakan dipakai oleh sejumlah pakar ataupun ahli psikologi dalam menyaring beberapa kandidat untuk dijadikan sosok penting bagi sebuah lembaga. Semacam tes terlengkap yang sampai dengan saat ini masih populer dan terpakai hampir diseluruh tempat.

Dengan keempat poin diatas, diharapkan segala aktifitas individu menjadi terukur bahkan bisa membentuk sikap yang produktif dan terencana berdasarkan sebuah penilaian objektif. Misalkan, seseorang  mendapat panggilan untuk mengisi jabatan tertentu pada perusahaan terkenal. Bukan berarti hanya wawancara, mengisi formulir biodata sampai kepada hasil yang optimal berupa tahap penerimaan. Sangat tidak mungkin sebuah lembaga apalagi perusahaan terkenal menginginkan seorang kandidat yang simpel sampai kepada hal yang wajar, melainkan harus melalui beberapa tahapan tertentu mulai dari psikotest kepribadian, wawasan keilmuan, tentang bagaimana cara pengambilan keputusan sampai kepada cara menangani masalah.

Adapun contoh beberapa tes Psikologi yang umumnya dipakai adalah :

  1.  TEST KETELITIAN, peserta diuji dalam menghadapi persoalan yang kompleks namun tetap tidak menghilangkan akurasi dalam pengerjaan intinya berusaha untuk meminimalkan kesalahan yang mungkin terjadi. Peserta diminta untuk menulis atau menandakan B (Beda), S (Sama) cukup simpel jawabannya hanya saja persoalan pun juga dibuat begitu banyak variabelnya, seperti contohnya :
    •  9triliun.com         …             9trliun.com
    • xpnansien               …             xpnansien
    • 500$%^&()            …             500$%^&()
  2. WARTEGG TEST, peserta diuji pula dengan 8 kotak gambar yang kosong untuk dilengkapi. Urutannya pun juga diserahkan kembali pada sang peserta artinya dibebaskan untuk memilih dimana awal gambar tersebut dilakukan.
    Tes Psikologi

    Tes Psikologi

    Pola tersebut berguna dalam penilaian detail dalam penyelesaiaan setiap masalah yang dihadapi berbeda dalam waktu yang bersamaan, sampai kepada karakter individu itu sendiri dalam menghadapi setiap masalah tersebut semuanya terwakili dengan visualisasi gambar.

  3. PAULI / KRAEPELIN TEST, sebuah tes psikologi yang sangat sederhana, anda sebagai peserta cukup menjumlahkan angka dari bawah ke atas atau sebaliknya. Angka tersebut adalah satuan, dan tidak berurutan. Cara pengerjaan pun sangat mudah, hanya saja dibutuhkan waktu yang singkat tergantung komando dari penguji. Ada waktunya pindah kepada baris berikutnya, dilain pihak ada juga yang diminta untuk digaris.
    Tes Psikologi

    Tes Psikologi

    Tes psikologi ini sangat berfungsi baik untuk ketahanan kerja dalam segala kondisi, bagaimana kita menyikapi setiap tekanan kerja dalam satu hari, apakah stabil, menurun ataukah meningkat. Kuncinya hanya satu, pengerjaan harus konsentrasi, tenang dan tetap fokus pada penjumlahan tersebut tanpa ada gangguan apapun.

Kata kunci:

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on TumblrDigg thisShare on LinkedIn0